| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Metodologi Penelitian Sastra - Endraswara
FileName : Metodologi Penelitian Sastra - Endraswara.doc
FileType : application/msword
FileSize : 26 KB
Download



Plain Text Preview

Metodologi Penelitian Sastra - Endraswara Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Suwardi Endraswara. 2003. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama. Bagian I: Problem Penelitian Sastra Pada dasarnya metode penelitian terbagi menjadi bagian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif (4). Penelitian kuantitatif (Semi, Metode Penelitian Sastra, 1993: 23) adalah penelitian yang mengikuti proses verifikasi melalui pengukuran dan analisis yang dikuantitatifkan, menggunakan data statistik model matematika; sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak mengutamakan angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji... (4-5). Ciri penting dari penelitian kualitatif dalam kajian sastra, antara lain: (1) peneliti merupakan instrumen kunci yang akan membaca secara cermat sebuah karya sastra, (2) penelitian dilakukan secara deskriptif, artinya terurai dalam bentuk kata-kata atau gambar jika diperlukan, bukan berbentuk angka-angka, (3) lebih mengutamakan proses dibandingkan hasil, karena daya sastra merupakan fenomena yang banyak mengundang penafsiran, (4) makna merupakan andalan utama (5). Penelitian sastra sering disejajarkan dengan kajian, telaah, studi, dan kritik akademis. Selain kritik, istilah-istilah di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu memahami karya sastra (5). Memahami karya sastra [secara ilmiah berarti menafsirkan makna karya sastra] dengan menggunakan paradigma pemikiran dan teori tertentu [yang mencakup pendekatan, metode, dan teknik penelitian] (5, 7-8). Metode adalah cara yang operasional dalam penelitian; teknik berhubungan dengan proses pengambilan data dan analisis (8). Menurut Tanaka dalam System Models for Literary Makro-theory (1976: 9) pendekatan sastra meliputi mikro sastra dan makro sastra (9). Mikro sastra artinya kajian yang menganggap bahwa memahami karya sastra dapat berdiri sendiri tanpa bantuan aspek lain di sekitarnya. Sebaliknya, makro sastra adalah pemahaman sastra dengan bantuan unsur lain di luar sastra. Abrams dalam The Mirror and the Lamp (1976: 8-26) mengemukakan empat pendekatan sastra, yaitu (1) pendekatan ekspresif, berhubungan dengan pengarang; (2) pendekatan objektif, menitikberatkan pada teks sastra ...; (3) pendekatan mimetik, penelitian sastra yang berhubungan dengan kesemestaan, (4) pendekatan pragmatik, penelitian sastra yang berhubungan dengan resepsi pembaca terhadap teks sastra (9).