| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Analisis Kebijakan Publik
FileName : Analisis Kebijakan Publik.ppt
FileType : application/vnd.ms-powerpoint
FileSize : 14.01 MB
Download



Plain Text Preview

* Dunn, William N., 2003, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta * ---------------,2003, Analisis Kebijaksanaan Publik, Hanindita, Yogyakarta * Parsons, Wayne, 2005, Publik Policy Pengantar Teori dan Praktik Analisis Kebijaksanaan, Prenada Media, Jakarta Pengertian Kebijakan Publik * Dye : Apapun yg dipilih oleh pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. * Easton : Pengalokasian nilai-nilai secara paksa (sah) kpd seluaruh anggota masyarakat. > Irfan Islami: Serangkaian tindakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu demi kepentingan seluruh masyarakat Kesimpulan: Serangkaian tindakan yg dipilih & dialokasikan scr sah oleh pemerintah kpd seluruh anggota masyarakat yg mempunyai tujuan ttt demi kepentingan publik Implikasi Kebijakan Publik * Kebijakan publik berbentuk pilihan tindakan-2 pemerintah * Tindakan-2 pemerintah itu dialokasikan kpd seluruh masyarakat shg bersifat mengikat * Tindakan-2 pemerintah itu mempunyai tujuan-2 ttt. * Tindakan-2 pemerintah itu diorientasikan pd terpenuhinya kepentingan publik. Pengertian Analisis Kebijakan Publik * Wildavsky : Kajian thd kebijakan publik yg bertujuan utk mengintegrasikan & mengontekstualisasikan model & riset dr disiplin-2 yg mengandung orientasi problem & kebijakan Dunn : Disiplin ilmu sosial terapan yg menggunakan berbagai metode penelitian & argumen utk menghasilkan & memindahkan informasi relevan dg kebijakan shg dpt dimanfaatkan di tingkat politik dlm rangka memecahkan masalah-2 kebijakan. Kesimpulan, AKP: Upaya manusia secara kreatif & ilmiah utk memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas kebijakan Analisis Kebijakan Publik Ekonomi, Sosiologi, Politik, Adm Negara, Psikologi dll Memecahkan masalah sosial scr integral Orientasi AKP: Problem solving Ilmu sosial terapan Karakteristik AKP : ? Menggunakan pendekatan multidisipliner ? Bersifat aplikasi/terapan ? Berorientasi problem solving ? Berorientasi pd klien ? Menghasilkan rekomendasi kebijakan Tujuan AKP Menurut Quade: Membantu pembuat keputusan menyediakan informasi yg diperoleh dr riset & analisis dg cara menentukan & menjelaskan masalah-2, membuka tabir ketidaksejajaran (inkonsistensi) antara tujuan & cara menampilkan alternatif-2 baru & dg memberikan cara-2 bgm hsl pemikiran tsb dpt diterapkan scr paktis Menurut Dunn: > Menghasilkan fakta2 > Menghasilkan informasi mengenai nilai2 dan arah tindakan yg lebih baik AKP menyajikan informasi ttg 3 pertanyaan: Nilai => tolok ukur masalah telah teratasi Fakta =>membatasi/meningkatkan pencapaian nilai-2 Tindakan => menghasilkan pencapaian nilai-2 Empiris - Penekanan: sebab & akibat kebijakan publik - Pertanyaan: fakta - Tipe informasi: deskriptif & prediktif - Hsl: informasi ttg apa masalahnya, kenapa masalah terjadi, bagaimana perkembangan masalah dikemudian hari 2. Evaluatif - Penekanan: penentuan bobot/nilai kebijakan - Pertanyaan: nilai - Tipe informasi : evaluatif - Hasil : manfaat nilai setiap pilihan/alternatif => pilihan kebijakan scr rasional 3. Normatif : - Penekanan : rekomendasi tindakan - Pertanyaan: tindakan - Tipe informasi: preskriptif - Hasil: rekomendasi thd kebijakan apa yg sebaiknya diadopsi utk masalah publik Prospektif - Berupa: penciptaan & pemindahan informasi "sebelum" tindakan kebijakan ditentukan & dilaksanakan. - Hasil: mengetahui apa yg tjd & apa yg hrs dilakukan 2. RETROSPEKTIF - Berupa: penciptaan peimdahan informasi "setelah" tindakan kebijakan diambil/dilakukan> - Hasil: mengetahui apa yg telah tjd & perbedaan apa yg telah dibuatnya => hasil aksi/tindakan 3. Terintegrasi: - Berupa: menggabungkan gaya-2 operasi dr praktisi dlm menghasilkan & memindahkan informasi baik "sebelum maupun sesudah" tindakan kebijakan dilakukan - Sifat : terus-menerus, berulang-2 tanpa ujung pangkal Mnrt William N. Dunn: Perumusan Masalah: memberi informasi ttg kondisi-2 yg menimbulkan masalah Forecasting: memberi informasi ttg konsekuensi di masa dtg dr diterapkannya alternatif kebijakan, termasuk apabila tdk membuat kebijakan 3. Rekomendasi kebijakan: manfaat alternatif & merekomendasikan alternatif kebijakan yg memberikan manfaat paling tinggi 4. Monitoring kebijakan: konsekuensi dr diterapkannya alternatif kebijakan termasuk kendala-2nya 5. Evaluasi kebijakan: memberi informasi ttg kinerja/hasil dr suatu kebijakan Mnrt James Anderson: Formulasi masalah Apa masalahnya? Apa yg membuat hal tsb menjadi masalah kebijakan ? Bgm masalah tsb dpt msk dlm agenda pemerintah ? 2. Formulasi kebijakan Bgm mengembangkan pilihan-2/ alternatif utk memecahkan masalah tsb? Siapa saja yg berpartisipasi dlm formulasi kebijakan? 3. Penentuan Kebijakan Bgm alternatif ditetapkan? Persyaratan/kriteria spt apa yg hrs dipenuhi? Siapa yg akan melaksanakan kebijakan? Bgm proses/strategi utk melaksanakan kebijakan? Apa isi kebijakan yg telah ditetapkan? 4. Implementasi Siapa yg terlibat dlm implementasi kebijakan? Apa yg mereka kerjakan? Apa dampak dr isi kebijakan ? 5. Evaluasi Bgm tingkat keberhasilan/dampak kebijakan diukur? Siapa yg mengevaluasi kebijakan? Apa konsekuensi dr adanya evaluasi kebijakan? Adakah tuntutan utk melakukan perubahan/pembatalan? ? Proses AKP menurut Edy Soeharto: ? Mendefinisikan masalah ? Mengumpulkan bukti ? Mengkaji penyebab masalah ? Mengevaluasi kebijakan yg ada ? Mengembangkan alternatif ? Menyeleksi alternatif terbaik Perumusan masalah Sft: Krusial Analisis kebijakan sering gagal Krn : subyektivitas Kompleksitas masalah Kemampuan policy makers PENGERTIAN Masalah kebijakan (Dunn): Nilai, kebutuhan & kesempatan yg belum terpenuhi, tetapi dpt diidentifikasi & dicapai melalui tindakan publik Masalah kebijakan (Subarsono): Suatu gejala disebut masalah publik bila gejala tsb dirasakan sbg kesulitan bersama oleh sekelompok masyarakat & hanya dpt diatasi oleh intervensi pemerintah Perumusan masalah (Dunn): salah 1 tahap proses penelitian yaitu analisis meraba-2 utk mencari definisi ttg situasi problematis Pertimbangan dlm Pemilihan Masalah (Soeharto) - aktual - penting & mendesak - relevan dg kebutuhan - aspirasi publik - berdampak luas & positif - sesuai dg visi & agenda perubahan sosial Pertimbangan lain: 1.Faktor Apakah masalah tsb mrp faktor penentu dlm mengatasi masalah lain yg lbh luas ? 2. Dampak Apakah jika masalah tsb ditangani/direspon akan membawa manfaat kpd masyarakat luas/berdampak pd peningkatan kesejahteraan publik ? 3. Kecenderungan Apakah masalah tsb sejalan dg kecenderungan global & nasional ? 4. Nilai Apakah masalah itu sesuai dg nilai-2 & harapan-2 kultural yg berkembang pd masyarakat lokal ? Karakteristik Masalah (Dunn) 1. Saling ketergantungan antara berbagai masalah 2. Subyektivitas masalah kebijakan. Masalah kebijakan adalah hasil pemikiran dlm konteks lingkungan tertentu. 3. Artificiality masalah, yaitu suatu fenomena dianggap sbg masalah => keinginan manusia untuk mengubah situasi 4. Dinamika masalah kebijakan. Solusi thd masalah selalu berubah Tipe Masalah Publik Pentingnya Data Dlm Perumusan Masalah Utk merumuskan masalah dg tepat & benar Data & Informasi Sifat: time series, cross sectional Bentuk: sekunder, primer Kendala-2: * Kurang tersedia data & informasi yg baru * Rendahnya kualitas data & informasi * Sistem manajemen data yg belum standar Tahapan Perumusan Masalah (Dunn) Meta Masalah Pencarian Masalah (1) Pendefinisian Masalah (2) Situasi Masalah Masalah Substantif Pengenalan Masalah(4) Masalah Spesifikasi Formal Masalah(3) Metode Merumuskan Masalah Adalah metode utk mengenali, mendefinisikan & merumuskan masalah shg masalah tsb dpt dipahami dg baik Beberapa metode merumuskan masalah: * Analisis Batas : Usaha memetakan masalah melalui snowball sampling dr stakeholders * Analisis Klasifikasi: Mengklasifikasikan masalah ke dlm kategori-2 tertentu dg tujuan untuk lebih memudahkan analisis * Analisis hirarki: Metode menyusun masalah berdasarkan sebab-2 yg mungkin dr suatu masalah * Brainstorming: metode merumuskan masalah melalui curah pendapat dr orang-2 yg mengetahui kondisi yg ada * Analisis Perspektif Ganda: Metode memperoleh pandangan yg bervariasi dr perspektif yg berbeda mengenai suatu masalah & pemecahannya. Model AKP ? Mnrt Dunn, model : ? Sajian yg disederhanakan mengenai aspek-2 terpilih dr situasi problematis yg disusun utk tujuan-2 khusus MANFAAT MODEL Menyederhanakan sistem masalah dg membantu membuat kompleksitas yg dihadapi analisis kebijaksanaan dlm pekerjaan dpt dikurangi/dikendalikan ? Membantu membedakan antara gambaran situasi problematis esensial dg yg tdk esensial, memperjelas hubungan antara faktor-2 penting/variabel-2 & membantu menjelaskan serta meramalkan akibat dr berbagai pilihan kebijaksanaan ? Digunakan utk melakukan kritik diri & memainkan peranan kreatif dlm analisis kebijaksanaan dg memaksa analis utk membuat asumsi-2 scr eksplisit Model AKP dari Sudut Proses * Kelembagaan Fokus: peranan lembaga-2 pemerintah sbg wadah melaksanakan kegiatan politik Tanggung jawab pol: merumuskan, mengesahkan & melaksanakan kebijakan publik kebijakan sah & mempunyai nilai otoritatif ? Dye: lembaga pemerintah memberi kebijakan publik 3 ciri utama: ? Lembaga pemerintah memberi pengesahan thd kebijakan publik ? Kebijakan publik bersifat universal ? Pemerintah memaksakan kebijakan secara sah Lembaga2 Pemerintahan Struktur orgn, tugas & fungsi terstruktur Kelemahan : Kurang memperhatikan kekuatan-kekuatan lingkungan (faktor informal & faktor eksternal) dr lembaga pemerintah 2. Kelompok Fokus: Peranan klp-2 masy dlm mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan Merebut pengaruh utk melaksanakan kepentingannya dlm proses perumusan kebijakan pemerintah Kebijakan publik mrp perimbangan yg dicapai sbg hsl perjuangan Konflik kepentingan ? Utk mencapai perimbangan kepentingan, Dye menyatakan bhw tgs sistem pol adlh menengahi konflik antar klp, dg: a. membuat aturan permainan b. mengatur kompromi c. mewujudkan kompromi d. memaksa berlakunya kompromi ? Kelemahan: ? terlalu mementingkan peranan "pihak luar" orgn pmrth dlm proses perumusan kebijakan publik 3. Elit-Massa Fokus: kebijakan ditentukan oleh elit penguasa & dilaksanakan oleh pejabat & lembaga pemerintah Rakyat kurang mempunyai kesempatan utk menyampaikan tuntutan Implikasi model elit-massa thd AKP (Dye): * Elitisme mempunyai arti bhw kebijakan publik tdk begitu banyak mencerminkan keinginan rakyat/massa, tp keinginan elit. * Massa dipandang pasif, apatis & buta informasi ttg kebijakan publik 4. Sistem Politik Fokus: kebijakan publik sbg respon suatu sistem pol thd kekuatan-2 lingkungan yg melingkupi sistem pol tsb. Easton: sistem pol tdr dr sejumlah lembaga & aktivitas pol dlm masy yg berfungsi merubah tuntutan, dukungan & sumber mjd kebijakan yg bersifat otoritatif bg masy Kelemahan: Tdk menjelaskan isi sistem pol & bgm konversi berjalan dlm sistem pol Model AKP dari sudut hasil & dampak ? Rasional Komprehensif Proses perumusan kebijakan publik akan membuahkan hsl/dampak yg baik kalau didasarkan atas proses pemikiran yg rasional, didukung data/inf yg komprehensif Mnrt Yehezkel Dror , utk membuat kebij yg rasional,pembuat kebij, hrs : ? Mengetahui semua nilai utama masy ? Mengetahui semua alternatif kebijakan ? Mengetahui semua konsekuensi dr setiap alternatif kebijakan. ? Menghitung rasio antara tujuan dr nilai-2 sosial yg dikorbankan bg setiap alt kebij. ? Memilih alternatif kebij.yg paling efisien Aliran perumusan kebij publik mnr model rasional/komprehensif: ? Merumuskan masalah ? Menyusun tujuan ? Mencari alternatif kebij ? Menilai alternatif kebij ? Membandingkan nilai konsekuensi alt kebij yg mempunyai nilai konsekuensi paling rasional ? Memilih 1 alternatif yg paling baik Kelemahan: Pembuat kebijakan dihadapkan keterbatasan 2. Inkremental Lindblom: Kebij publik sbg kelanjutan kegiatan-2 pemerintah di masa lalu dg hanya menambah/merubahnya sedikit. Krn pembuat keputusan diliputi keterbatasan Landasan: hsl evaluasi & analisis empiris thd program & kebij publik yg tlh dilaksanakan sebelumnya Kelemahan: - berorientasi pd status quo - Sasaran & tujuan bisanya tdk ditentukan dl 3. Integrasi Amitai Etziomi: menggabungkan unsur kebaikan model rasional komprehensif & inkremental (mixed scanning) Tergantung masalah & situasinya - Bila pembuat keputusan perlu melakukan penjelajahan & pengamatan luas => model rasional komprehensif - Bila pembuat keputusan perlu mengamati scr detail suatu obyek/sasaran tertentu =>Model inkremental Boss=> kelemahan model mixed scanning: ? Dlm keadaan bgm mixed scanning akan diterapkan scr berbeda (inkremental atau rasional) ? Sulit menetapkan seberapa luas pendekatan hrs diterapkan Kesimpulan ? Suatu model bisa efektif utk kondisi, jenis, tujuan pemecahan masalah tertentu tp belum tentu cocok utk yg lain=> pembuat kebij hrs pandai memilih model ? Dlm proses perumusan kebij dipengaruhi oleh sistem nilai yg dianut pembuat kebij & mdpt pengaruh lingkungan sekitar Peramalan (forecasting) Tujuan, Sasaran & Alternatif Kebijakan dlm Kaitannya dg Peramalan Masa Depan * Tujuan & sasaran. Tujuan: sesuatu yg secara sadar ingin dicapai/dihindari Ciri-2: - idealis - jangkauan wkt jauh - abstrak - kualitatif Sasaran: suatu tujuan khusus yg dpt dicapai melalui kebijakan ttt Ciri-2: - praktis - wkt terbatas - kuantitatif * Alternatif kebijakan: inf ttg apa yg dpt dilakukan oleh pembuat kebijakan thd situasi masalah ttt Sumber tujuan, sasaran & alternatif kebijakan ? Wewenang ? Wawasan ? Metode ? Teori ilmiah ? Motivasi ? Kasus paralel ? Analogi ? Sistem etik Merumuskan tujuan, sasaran & alt kebij Berpikir masa depan Meramal yg akan tjd di masa dpn Peramalan (forecasting) Peramalan (forecasting) > Suatu prosedur utk membuat informasi faktual ttg situasi sosial masa dpn atas dasar informasi yg telah ada ttg masalah kebijakan Tujuan ? Memberikan inf ttg kebijakan masa dpn & konsekuensinya ? Melakukan kontrol & intervensi kebijakan guna memengaruhi perubahan shg akan mengurangi resiko yg lbh bsr Jenis Peramalan ? Proyeksi: ramalan yg didasarkan pd ekstrapolasi atas kecenderungan ms lalu dg asumsi bhw ms y.a.d memiliki pola yg sama dg masa lalu ? Prediksi: ramalan yg didasarkan pd asumsi teoritik ? Perkiraan: ramalan yg didasarkan pd penilaian pakar ttg situasi masy y.a.d Jenis Masa Depan: * Masa Depan Potensial (potential futures) situasi sosial masa depan yg mungkin terjadi yg berbeda dg situasi sosial yg memang terjadi * Masa Depan Masuk Akal ( plausible futures) situasi masa depan yg atas dasar asumsi ttg hubungan antara lingkungan & masy diyakini akan berlangsung jika pembuat kebijakan telah mengintervensinya guna mengubah arah suatu peristiwa * Masa Depan Normatif (normative futures) : masa depan yg potensial maupun plausible yg konsisten dg konsep analis ttg kebutuhan, nilai & kesempatan yg ada di masa depan Objek & Dasar/Basis Peramalan ? Objek Peramalan ? Akibat/hsl kebijakan yg sdg berlangsung ? Akibat/hsl suatu kebijakan baru ? Isi kebijakan baru ? Perilaku para pelaku kebijakan ? Dasar/Basis Peramalan ? Ekstrapolasi kecenderungan ? Asumsi teoritis ? Penilaian inf Metode & Teknik Peramalan * PeramalanEkstrapolatif * Proyeksi atas dasar data masa kini & masa lalu * Didasarkan pd btk analisis antar waktu * Asumsi: - Persistensi: pola yg teramati di masa lampau akan tetap ditemui di masa depan - Keteraturan: kecenderungan akan terulang scr ajeg di ms dpn - Reliabilitas & validitas data d. Menggunakan logika induktif e. Ex: analisis antar wkt klasik =>memberikan gambaran ttg kondisi suatu hal yg tlh berlangsung di masa lalu hingga skrg, lalu dilukiskan kecenderungan yg akan tjd di ms dtg ? Peramalan Teoritik ? Prediksi ttg situasi masy di ms dpn atas dsr asumsi teoritik & data masa lalu maupun ms kini. ? Logika deduktif ? Asumsi: sebab akibat yg terkandung dlm teori ? Ex: Model kausal => representasi teori scr sederhana yg berusaha utk menjelaskan & memprediksi penyebab & konsekuensi dr kebij. publik e. Ex: M K P L Ket: M: motivasi L: lingkungan K: kemampuan P: prestasi krj > Peramalan Pendapat * Memperoleh pendapat dr ahli/pelaku kebijakan * Dasar : pendapat/argumen dr perasaan (intuisi) * Logika retroduktif * Ex: teknik delphi=> peramalan pendapat utk memperoleh, menukar & membuat opini ttg peristiwa ms dpn Langkah-2 teknik delphi: ? Spesifikasi masalah ? Menyusun daftar ahli/pelaku kebij ? Mendesain kuesioner (isu, tujuan & alternatif mencapai tujuan) ? Menyebarkan kuesioner kpd para ahli/pelaku kebij, kmd mengumpulkannya ? Mengolah data & menganalisis ? Menyusun kuesioner lanjutan ? Melakukan pertemuan antar responden ? Menyusun hasil akhir