| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Prosedur Perkantoran
FileName : Prosedur Perkantoran.ppt
FileType : application/vnd.ms-powerpoint
FileSize : 4.35 MB
Download



Plain Text Preview

PROSEDUR PERKANTORAN Prosedur Perkantoran Prosedur perkantoran dapat dirumuskan sebagai serangkaian langkah pekerjaan tulis menulis yang berhubungan, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang, yang membentuk suatu cara tertentu dan dianggap baik untuk melakukan suatu keseluruhan tahap yang penting dari kegiatan kantor (Moekijat, 2002) Prosedur Perkantoran O Metode-metode yang dibutuhkan untuk menangani aktivitas-aktivitas yang akan datang. O Urutan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. O Pedoman untuk bertindak (Nuraida, 2008) Adalah : O Urutan langkah-langkah (pelaksanaan pekerjaan) pelaksanaan pekerjaan yang berhub. dg apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, dimana melakukannya dan siapa yang melakukannya. ? Arus pekerjaan yang ada dalam sebuah kantor bisa lebih lancar. ? Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan (khususnya tentang siapa dan apa yang dilakukan) lebih mudah dilakukan. ? Program penghematan lebih mudah direalisasikan, utamanya penghematan terhadap biaya tetap dan biaya variabel. ? Koordinasi antar bagian yang berlainan menjadi lebih mudah. ? Memudahkan proses pelatihan terhadap pegawai baru. O Mengurangi biaya pekerjaan kantor tanpa merugikan efektivitas pekerjaan disamping membantu manajemen mencapai tujuannya O Prosedur perkantoran harus sederhana, sehingga mengurangi beban pengawasan. O Spesialisasi harus dipergunakan sebaik-baiknya. O Pencegahan penulisan, gerakan dan usaha yang tidak perlu. O Berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-baiknya. O Mencegah duplikasi pekerjaan (khususnya dengan formulir-formulir). O Harus ada pengecualian yang seminimum-minimumnya terhadap peraturan. O Mencegah adanya pekerjaan yang tidak perlu. O Prosedur harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah. O Pembagian tugas yang tepat. O Prosedur (sistem) perkantoran harus memberikan pengawasan yang terus menerus atas pekerjaan yang dilakukan. O Penggunaan mesin-mesin kantor yang sebaik-baiknya. O Penggunaan urutan pelaksanaan pekerjaan yang sebaik-baiknya. O Tiap pekerjaan yang diselesaikan harus memajukan pekerjaan dengan memerhatikan tujuan. O Pekerjaan tata usaha harus diselenggarkan sampai yang minimum. O Menggunakan "prinsip pengecualian" dengan sebaik-baiknya (Moekijat, 2002). Metode Penulisan Prosedur Perkantoran Nuraida (2008) visualisasi prosedur kerja dalam bentuk chart secara umum bisa berupa: Arus Pergerakan Dokumen (document flow chart) Didalam document flow chart dapat diketahui bagian/departemen/divisi yang terlibat dalam prosedur untuk mencapai tujuan tertentu, tanggung jawab setiap bagian/ departemen/divisi terhadap arus pergerakan dokumen dari start sampai finish, selain itu untuk mengetahui apa dan berapa rangkap/tembusan yang diperlukan dalam tiap arus pergerakan dokumen. Dengan kata lain, document flow chart menunjukkan perpindahan formulir kantor beserta salinan dokumen tersebut dari satu bagian ke bagian lain. Proses Kegiatan (Process Chart) Dalam proses ini yang menjadi perhatian bukan dokumen dan bagian/departemen, melainkan proses pelaksanaan suatu prosedur kerja. Hanya saja dalam proses kerja ini belum jelas siapa penanggung jawab untuk setiap proses. Simbol memperlihatkan segala proses kerja ini belum jelas siapa penanggung jawab untuk setiap proses. Simbol memperlihatkan segala proses yang berangkai di dalam suatu prosedur dari awal hingga akhir. Diagram Gerakan (movement diagram) Diagram gerakan menunjukkan gerakan melalui ruangan. Diagram gerakan dapat gambarkan dalam sebuah lay out berskala pada meja atau floor plan sehingga gerakan tersebut dapat diukur dan dipandang dalam hubungannya dengan faktor-faktor fisik. Diagram gerakan berguna untuk mencari kembali gerakan fisik yang bersangkutan dan merelokasi hambatan-hambatan yang terjadi (Winardi dalam Nuraida, 2008). O ALHAMDULILLAH O SEMOGA BERMANFAAT