| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Yogya Putri
FileName : Yogya Putri.docx
FileType : application/octet-stream
FileSize : 1.31 MB
Download



Plain Text Preview

I. PENDAHULUAN A. Deskripsi Penguasaan keterampilan tata rias pengantin Indonesia khususnya tata rias pengantin di pulau Jawa, yang meliputi tata rias pengantin yang memiliki paes dan tidak/non paes. B. Prasyarat Sebagai prasyarat dalam mengikuti mata kuliah Tata Rias Pengantin Indonesia II, mahasiswa diharapkan telah lulus mata kuliah Penataan Sanggul Tradisional, Sejarah Mode Tata Rias, dan Tata Rias Pengantin Indonessia I. C. Tujuan Instruksional Umum Penguasaan keterampilan tat arias pengantin Indonesia II yang meliputi tata rias pengantin di pulau Jawa, baik yang menggunakan paes maupun yang tidak/non paes. D. Tujuan Instruksional Khusus 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mempraktekkan tata rias wajah dan rambut pengantin putri Yogya Paes Ageng 2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mempraktekkan tata rias wajah dan rambut pengantin putra Yogya Paes Ageng 3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mempraktekkan tata busana dan aksesoris pengantin putra dan putri Yogya Paes Ageng E. Petunjuk Penggunaan Modul Mahasiswa Berikut adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk mempelajari modul ini. 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Bacalah dengan seksama lembar kegiatan yang telah disediakan pada setiap kegiatan belajar 3. Cermati langkah kegiatan pada setiap kegiatan belajar, bila belum jelas tanyakan pada instruktur 4. Siswa dapat melanjutkan ke modul selanjutnya setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. F. Asesmen Kemampuan Prasyarat 1. Sebutkan tata rias pengantin yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta! 2. Jelaskan perbedaan masing-masing corak tat arias pengantin pada tata rias pengantin gaya Yogyakarta ! 3. Sebutkan nama sanggul yang dipakai pada tata rias pengantin gaya Yogyakarta corak Paes Ageng ! 4. Jelaskan keistimewaan tatarias pengantin gaya Yogyakarta corak Paes Ageng ! II. KEGIATAN BELAJAR I A. Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mempraktekkan tata rias wajah dan rambut pengantin putri Yogya Paes Ageng B. Lembar Kegiatan Mahasiswa 1. Uraian Materi Tata rias pengantin Yogyakarta ada beberapa corak atau tepatnya ada lima corak Kelima corak tersebut dibedakan oleh fungsinya sebagai berikut: 1. Corak Paes Ageng Dipakai pada saat upacara panggih pengantin yang dikaitkan dengan acara andrawin atau resepsi. Busana yang dikenakan adalah dodot atau kampuh lengkap dengan perhiasan khusus. 2. Corak Paes Ageng Jangan Menir Dipergunakan untuk. upacara boyongan pengantin putri kekediaman. pengantin pria yang dilaksanakan sehari semalam setelah akad nikah. Busana yang dikenakan adalah baju blengen atau bordiran, jadi tidak memakai kampuh atau dodot. 3. Corak Yogya Putri atau Corak Sepasaran Dipakai pada saat ngundhuh mantu yang dilaksanakan saat sepasaran atau lazim disebut ngandhuh sepasaran busana yang dikenakan adalah baju panjang bordiran, kain pradan dan selop bordiran. 4. Corak Kesatrian Ageng Corak ini juga dapat digunakan untuk acara ngundhuh sepasaran. Busana yang dikenakan adalah baju panjang yang terbuat dan kain sutera berbunga atau polos, dan selop atau alas kaki yang berwama hitam polos. 5. Corak Kesatrian Corak kesatrian digunakan sebagai busana pengantin yang sangat sederhana terdiri dan kebaya panjang dan slop polos. CORAK PAES AGENG 1. Tata Rias Pengantin Putri Tata rias pcngantin corak Paes Ageng ini memiliki keistimewaan dan ciri khas tersendiri. Keistimewaannya sebagai berikut: a. Penghitaman cengkorongan menggunakan pidih kental. Dibagian cengkorongan diberi prada (serbuk emas). Tiap cengkorongan dibagian tengahnya diberi hiasan yang bermotif kinjengan sehingga semakin memperindahan riasan. b. Riasan disekitar mata diberi celah-celah atau jahitan mata agar mata tampak indah dan memberi kesan mata menjadi redup. Sedangkan alisnya dibuat bercabang sehingga bentuknya mirip tanduk rusa (menjangan ranggah), yang dapat menambah kecantikan mempelai wanita. Di tengah-tengah dahi, diatas ketinggian dua alis diberi hiasan dan daun sirih yang berbentuk belah ketupat (cithak). c. Sanggul yang dikenakan berupa gelang bokor, terbuat dan irisan daun pandan ditutup dengan teplok (rangkain bunga melati). Gelung bokor bentuknya bulat, sedikit memanjang kekiri dan kekanan. Dibawah gelung bokor, kurang lebih 1 jari kekanan dan garis tengah dipasang gajah ngoling (daun pandan yang ditutupi dengan roncean melati dan bentuknya bulat panjang). d. Pada telinga diberi sumping pupus daun kates (daun pepaya muda) yang dibentuk seperti daun sirih dan diberi prada. Sumping tersebut apabila dikehendaki dengan sumping dan emas imitasi. e. Perhiasan yang digunakan dapat disebut raja keputren yang bentuknya unik dan indah. f. Busana yang dikenakan berupa kain cinde dan dibagian luarnya memakai dodot / kampuh (kain panjang kurang lebih 4 meter untuk busana paes ageng) yang dilengkapi dengan udet cinde (selendang kecil), pending (ikat pinggang dari logam), dan buntal yang terbuat dari daun-daun, bunga patra menggala dan bunga kamboja warna putih. Bahan yang disiapkan untuk digunakan adalah a. Kosmetika Kit b. Pidih kental berwarna hitam. c. Penuli (alat untuk memasang keteb). d. Alat pembuat jahitan mata. e. Keteb (fayet) berwarna putih/kuning. f. Prada. g. Pupus daun pepaya yang sudah diprada. h. Teplok (rangakian daun melati yang menutupi sanggul daun pandan) dan gajah ngoling. i. Ceplok dan jebehan sritaman. j. Buntal sepanjang 2 meter. k. Rajut panjang. Aksesoris/perhiasan a. Satu pasang subang bumbungan (ronyok): dipakai pada telinga. b. Satu pasang centhung besar: dipakai pada bagan kepala depan. c. Satu sisir gunungan : dipakai pada sanggul. d. Satu kalung susun : dipakai pada leher. e. Satu pasang kelat bahu: dipakai pada lengan kanan kiri. f. Satu pasang gelang kana: dipakai pada kedua pergelangan tangan. g. Satu pasang cicin permata: dipakai pada jari manis kanan dan kiri. h. Tiga buah bros: dipakai pada sanggul (2 buah) dan dipakai pada jengil (1 buah). i. Satu pending /slepe : dipakai ikat pinggang. 1.1 Busana a. Satu helai kain cinde b. Satu helai dodot/kampuh c. Satu helai udet cinde d. Satu pasang selop bordiran / bludiran e. Setagen. 1.2 Cara merias wajah a. Membersihkan dan memberi penyegar. b. Memberi pelembab pada wajah. c. Membuat jahitan mata 1) Dan sudut mata bagian dalam (antara hidung dan mata) 4 milimeter (tanda x) ditarik garis melengkung dibawah bulu mata (mata tertutup) ditarik keatas sampai batas penitis dan godheg. Apabila digaris lurus akan jatuh pada titik pangkal penitis. Gambar 1: Membentuk Jahitan Mata 2) Dari sudut bagian dalam (tanda x) ditarik garis melengkung keatas melalui tengah-tengah kelopa mata (melewati bola mata) menuju kesudut mata bagian luar, kemudia diteruskan seirama dengan garis bawah, jaraknya kurang lebih 4 milimeter. Gambar 2: Jahitan Mata d. Membuat jahitan alis 1) Dari pangkal alis, kurang lebih satu setengah centimeter ditarik garis lurus menuju kesudut jahitan mata (tanda x) 2) Buat garis lurus seirama garis a dengan jarak kurang lebih 4 milimeter. 3) Kemudian buat garis yang sejajar dan seirama dengan garis b yang meliwati bola mata. Gambar 3: Jahitan Alis e. Memberi hiasan pada wajah 1) Oleskan alas bedak atau fondation pada wajah clengan merata. 2) Mengoleskan bedak tabur atau boreh(bedak basah) yang berwarna kuning kehijauan. 3) Meratakan dengan fase brush secra perlahan-lahan. Riasan paes ageng tidak memakai pemerah pipi. 4) Memberi sipat mata/garis mata dan maskara warna hitam. 5) Memberi lipstik berwarna merah sirih. f. Membuat alis Menjangan Ranggah 1) Buat garis pertolongan yang ditarik dan pangkal alis menuju ujung penitis. Letak ujung penitis 1 ibu jari dan batas ketinggian alis. 2) Buat bentuk alis (b) dimulai dari pangakal alis menuju penitis, jarak ketinggian alis sampai titik b kurang lebih 1 ibu jari. 3) Buat cabang alis. Caranya dan pangkal alis dibuat cabang alis menuju pertengahan penitis bagian luar. Apabila ditarik garis, jarak b sampai c kurang lebih sama dengan b sampai d dan a-b = b-c. Gambar 4: Menjangan Meranggah g. Cara merias dahi 1) Membuat cengkorongan dan mengoleskan pidih. a. Cara membuat cengkorongan sama dengan corak yogya putri,karena akan dibuat prada besarnya cengkorongan ditambah 2 titik. Perbedaannya terletak pada pemakaian prada dan keteb yang ditempelkan pada tepi cengkorongan, serta ketebalan pidih yang dipergunakan. Gambar5:Cengkorongan b. Cara mengoleskan pidih yang berwarna hitam dan lebih kental dan pidih biasa dengan menggunakan welat. Pengolesannya mulai dan ujung cengkorongan keatas kurang lebih dua jari dan pertumbuhan rambut. Di bagian tepi dibuat sedikit lebih tebal, lebih-lebih di bagian rambut. 2) Menggunting prada a. Prada yang dibungkus dibuka pelan-pelan dan diusahakan agar jangan sampai terkena angin. b. Cara menempelkannya dan ujung penunggul keatas sampai batas pangakal seirama dengan bentuk cengkorongan. Kemudian ke bagian pengapit kanan dan kiri, lalu kepenitis kanan dan kiri serta terakhir godheg. Alat yang digunakan menempelkan prada dan keteb disebut penuli. Gambar 6: Memasang Prada dan Ketep c. Setelah selesai dan rapi, kemudian mulai memasang kinjengan bersayap pada bentuk penunggul lalu kinjengan tak bersayap pada bentuk pengapit, kemudian kinjengan bersayap pada bentuk penitis dan terakhir kinjengan tak bersayap pada bentuk godheg. d. Langkah selanjutnya kita mulai pasang keteb tepat diatas prada. e. Langkah terakhir yaitu memasang cithak yang terbuat dan daun sirih berbentuk belah ketupat. Cithak tersebut dipasang ditengah-tengah dahi diantara ujung penunggul dan pangkal. Gambar 7: Bentuk Tata Rias Wajah Paes Ageng h. Cara membuat sanggul bokor 1) Rambut disisir rapi kebelakang dengan hati-hati agar tidak mengenai cengkorongan paes yang sudah diprada. 2) Mengambil lungsen. Caranya dengan mengambil rambut diatas ubun-ubun selebar kurang lebih 1 jari, kemudian disanggul / diukel ditas ubun-ubun dan ditusuk dengan tusuk konde. 3) Rambut disisir rapi ke belakng, kemudian diikat dengan feter. Tinggi ikatan kurang lebih satu geblok (telapak tangan) dari tengkuk. Gambar 8: Membuat Kunciran 4) Memasang rajut pandan . rajut padan merupakan rajut panjang yang diisi irisan daun pandan sepanjang 2 jengkal ditambah 4 jari. Rajut pandan dipasang melingkari ikatan rambut. Ujung dan pangkal rajut pandan sebaiknya diletakkan dibawah ikatan rambut, kemudian ditusuk dengan harnal agar kuat. Gambar 9: Memasang Rajut Pandan 5) Rajut pandan tersebut ditutup dengan rambut pengantin sampai rata dan rapi. Caranya rambut asli dibagi empat, kemudian ditutup bagian atas lebih dulu dan dibantu dengan harnal agar kuat dan bentuk sanggul tidak berubah. Kemudian ditutup bagian kanan, kiri dan bawah sambil diratakan dan dirapikan, sehingga rajut pandan tertutup seluruhnya dengan rambut. Gambar 10: Menutup Rajut 6) Setelah rapi kemudian ditutup dengan rajut hitam. Selanjutnya lungsen dibuka dan ditarik kebawah membelah sanggul menjadi dua bagian. Tepat dibawah sanggul lungsen dikuatkan dengan harnal agar posisi sanggul tidak berubah. Kemudian sisa lungsen diputar searah jarum jam sampai habis. Jarak sanggul bagian bawah dengan pangkal rambut bawah kurang lebih dua jari. Gambar 11: Menutup Rajut Pandan dengan Rambut 7) Memasang teplok (rajut melati). Bentuknya bujur sangkar berukuran 25 cm persegi. Bagian tepi teplok diberi tali melingkar agar bila dipasang lebih kuat. Caranya teplok ditutup pada sanggul pandan dan kedua ujung tali jatuh dibagian atas. Tali tersebut kemudian ditarik keatas dan diikat menjadi satu kemudian ditarik kebawah melalui tengah-tengah sanggul sampai ke bawah, lalu dimatikan dengan harnal. Sisa tali tersebut dililitkan ke kiri dan ke kanan sanggul, kemudian diikat dibagian atas. Maka terbentuklah sanggul bokor. Gambar 12: Sanggul Bokor Mengkurep i. Cara Memasang Aksesoris/perhiasan a. Memasang subang bumbungan / ronyok b. Memasang centhung secara sistematis. Pangakal centhung posisinya tepat berada dipangakal penunggul agar mundhur sedikit. c. Memasang sumping pupus daun kates. Caranya membuat daun pepaya dipotong seperti daun sirih, kemudian pada bagian yang meonjol dioleskan pdih lalu ditempeli prada. Maka terciptalah kombinasi warna hijau pupus daun, hitam pidih, dan kuning keemasan prada. d. Memasang gajah oling. Caranya dipasang ditengah-tengah sanggul bagian bawah agak ke kanan sedikit, tepatnya dibawah tali ke kanan kurang lebih satu jari. Agar kuat dapat ditusuk dengan harnal dan diikat dengan jarum benang. e. Memasang sisir gunungan diletakkan diantara sanggul dan kepala, menghadap ke belakang f. Memasang ceplok dan jebehan sritaman. Ceplok dapasang ditengah-tengah sanggul agak keatas sedikit. Sedangkan jebehan sritaman dipasang di kanan kiri sanggul menjuntai ke bawah seirama dengan bentuk sanggul. Jarak antara jebehan dengan pangkal sisir kurang lebih dua jari. g. Memasang bros dikanan kiri ceplok . Jarak antara ceplok dengan bros kurang Iebih tiga jari. h. Memasang menthul sebanyak 5 buah menghadap belakang, jarak antara menthul yang satu dengan yang lainya kurang lebih 3 jari. C. Evaluasi 1. Sebutkan nama bentuk alis pada tat arias wajah pengantin corak Paes Ageng! 2. Jelaskan teknik pembuatan paes pada tat arias wajah pengantin corak Paes Ageng 3. Sebutkan nama sanggul pada penataan rambut tat arias pengantin corak Paes Ageng 4. Praktekkan secara keseluruhan meliputi tata rias wajah, penataan rambut, serta penempatan aksesoris dengan benar ! DAFTAR PUSTAKA Marmien Sardjono Yosodipuro, 1996, Rias Pengantin Gaya Yogyakarta, Kanisius Sardiman A.M, 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. [MODUL 4] Yogya Paes Ageng 1