| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

handout BUGIS
FileName : handout BUGIS.docx
FileType : application/octet-stream
FileSize : 1.82 MB
Download



Plain Text Preview

TATA RIAS PENGANTIN BUGIS MAKASAR Asal - usul pengantin bugis makassar dari daerah Sulawesi Selatan khususnya daerah Bugis ini, bersumber dari bekas kerajaan Luwu di bagian utara daerah Makassar. Sumbernya berasal dari bekas kerajaan Gowa bagian selatan. A. TATA RIAS PENGANTIN WANITA 1. Merias Wajah a) Make up pengantin disesuaikan dengan warna kulit. b) Eye Shadow disesuaikan dengan warna baju c) Lipstik warna merah cerah d) Garis mata (Eye liner) dan mascara e) Merias dahi Pada dahi, dibentuk dadasa yang dihitamkan dengan minyak pati, pidih, atau body painting warna hitam. Pembentukan dadasa dilakukan dengan menggunakan pensil alis warna coklat untuk pembentukan, selanjutnya diisi dengan pidih atau body painting warna hitam. 1. Ukur wajah dengan menggunakan pensil alis yang panjang, Buatlah titik A pada tengah dahi, dengan cara meletakkan pangkal pensil alis di tengah hidung, menuju ke atas dahi. 2. Buat titik B dengan cara meletakkan pangkal pensil alis ditengah hidung menuju dahi melewati sudut mata bagian dalam, buat juga pada sisi satunya dan beri tanda B1. 3. Buat titik C dengan cara meletakkan pangkal pensil alis pada tengah hidung menuju pelipis melalui sudut mata bagian luar, kemudian buat pula titik C1 pada bagian sisi lain. 4. Setelah itu bagi dua bagian dari titik B-C dan didapat titik D, buat juga pada bagian sisi satunya (B1-C1) dan beri tanda D1. 5. Bagi dua bagian Lebar dahi, beri titik pada tengah dahi, kemudian naikkan 1/2 cm ketas, lalu beri titik E. 6. Lalu pada garis tengah dahi bagian sisi kiri dan kanan diberi titik, sejajar dengan tengah mata, beri titik F dan F1. 7. Setelah itu bentuk dadasa sedemikian rupa,dengan menyambungkan titik-titik yg sdh terbentuk. Lebar dadasa dari garis pertumbuhan rambut adalah 1-1/2 cm ( disesuaikan dengan bentuk wajah). Gambar 1: Tata Rias Pengantin Bugis Gambar 2: Pola Pembentukan Dadasa 2. Menata Rambut / Sanggul Sanggul daerah Sulawesi Selatan adalah Simpolong Tattong yang artinya adalah Simpolong artinya sanggul sedangkan Tattong artinya berdiri dan biasanya sanggul ini hanya di pakai oleh wanita - wanita kerajaan dalam melaksanakan pernikahan dan pada prosesi upacara resmi. Sanggul ini berbentuk seperti tanduk kerbau hal ini di karenakan menunjukkan adanya pengaruh animisme pada suku bugis padahal sebagian besar masyarakat bugis menganut agama islam. Pada suku bugis hewan seperti kerbau atau tanduk kerbau di anggap binatang yang mempunyai kekuatan gaib dan wanita pada suku bugis mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Oleh karena itu secara simbolis sanggul yang berbentuk tanduk ini dapat di artikan sebagai penghargaan kepada pengantin wanita pada suku Bugis penggunaan ornamen pada sanggul ini juga dapat menentukan derajat kebangsaan pengantin wanita. Sedangkan pada sekarang sanggul ini dapat di gunakan oleh semua kalangan masyarakat pada umumnya. Cara Pembuatan Sanggul Simpolong Tattong Dalam pembentukan Sanggul Simpolong Tattong dilakukan beberapa tahap yaitu: a) Mula-mula rambut yang berada pada batas dahi tengah di ambil kira kira 2 sampai 3 jari untuk pengikat sanggul atau lungsen. b) Rambut bagian depan yang lainnya dibebentuk dengan sasakan hingga gembung dan kuat, dengan memnyemprotka hair spray. c) Semua rambut ditarik ke belakang agak ke atas atau kurang lebih 5 jari dari batas rambut bagian tengkuk. Kemudian rambut dilipat dan dililit agar sanggul dapat berdiri. d) Ujung rambut yang tidak diikat dijadikan bukle di sebelah kanan sebagai hiasan (anak tatong). Ujung sanggul di usahakan agar terlihat dari depan dan rambut yang disisakan pertama tadi (lungsen) di ikatkan pada ujung sanggul dapat berdiri dan kokoh, kemudian pasangkan ornamen sanggul tadi. gambar 3-4. Sanggul Simpolong Tattong Sumber : Buku tata upacara adat perkawinan Sulawesi Selatan dan Album foto pagelaran mahawiswi tata rias 2007 FT UNESA e) Ornament-Ornament Sanggul - Bunga sibali atau pattodo sibali, yaitu sejenis bunga yang terbuat dari emas, diletakkan di kiri kanan sanggul. - Bunga mawar, aster, melati, dan sebagainya yang terdiri dari lima warna di rangkai lalu diletakkan pada kiri kanan sanggul sebelah bawah. Kelima warna itu antara lain merah, kuning, ungu, merah muda, dan putih yang melambangkan lima rukun islam. - Pada sanggul juga ditusukkan pinang goyang sebanyak menurut derajat kebangsaan si pengantin. Tetapi paling banyak sembilan buah. Bagi bangsawan menengah, sanggulnya ditutup dengan simpolong, bagi mereka yang berdarah putih tidak dipakaikan simpolong. - Di atas ubun-ubun pengantin dipasang bando/ patinra dan di depan patinra di suntingkan satu persatu bunga melati, 2 baris kuntum melati, bagian depan 5, bagian belakang 7. Menurut kepercayaan apabila melati itu mekar di atas kepala pertanda baik pada pengatin tersebut. - Ronce bunga : Melati kuncup 17 buah ( baju depan, atas rambut) Bunga niguba / bunga suimpoleng terdiri dari 5 warna. 3. Mengenakan Pakaian : Busana Wanita : a. Baju Bode, Assesoris Tabora b. Sarung / Tope berhiaskan Taboro c. Ikat Pinggang Sio Banri (Bugis), Sikko Banri (Makassar) Cara mengenakan busana pengantin: * Mengenakan baju bodo pengantin, tangan kanan lebih dahulu dimasukkan, baru kemudian tangan kiri (tradisi yang mengharapkan kebaikan). * Baju dipeniti, dilipat pada bagian depan sampai ke dada. * Baju bagian belakang dimasukkan / dikaitkan ke belakang Sio banri, Kemudian dirapikan. Cara mengenakan sarung: * Dengan mengucapkan nama ALLAH, kakai - kaki kanan dilangkahkan terlebih dahulu masuk kedalam sarung, lalu menyusul kaki kiri. Barulah sarung dinaikkan sampai ke pinggang untuk diikat. * Sarung dikerut agak banyak pada bagian belakang, sedang bagian depan hanya sekedar untuk bergerak dengan leluasa, lalu diikat dengan tali biasa. * Setelah rapi kerutannya, kini kelebihan sarung dilipat sampai ke pinggang dan ditarik ke belakang. Kemudian kelebihan sarung diputar seperti membuat simpolong tettong, lalu dikuatkan dengan peniti supaya tidak lepas. Simpolong dililit dengan sebuah ikat pinggang khusus dan ikatan sarung itu disebut Sio banri ( Bugis) atau Sikko banri (Makasar) 4. Mengenakan Aksesoris / memasang perhiasan a. Di Kepala * Pantinra jakka atau Bondo * Kutu - kutu dari bunga melati kuncup atau kapas sebanyak 17 buah * Kanan kiri ( diatas ) simpolong yang kecil di beri bunga sibali. Artinya, bunga yang berpasangan yaitu bernama bunga " eka " dan bunga bo'jolo' dan bunga simpolong . b. Pada tangan dan lengan * Sepasang Bossa ( untuk golongan bangsawan ) * Sepasang Tigerro Tedong ( Bugis ) dan Karro-Karro Tedong * Atas dan bawah memakai Petepo Lolla sebagai pengapi bossa atau tigerro Tedong. Kalau orang biasa tidak memakai Petepo Lolla. * Simatay atau jima- jima diletakkan diatas baju ( diatas siku ) * Memakai Kalung tiga susun Mastura atau yang melekat pada leher. Kote atau kalung manik - manik yang panjang. * Pamoniang bersama selendang diletakkan pada bahu kiri sebelum akad nikah. Kemudian setelah akad nikah, dipindahkan ke bahu sebelah kanan. * Terakhir, memakai Bangkara Tarowe ( anting ) B. TATA RIAS PENGANTIN PRIA 1. Merias Wajah a. Membersihkan wajah sesuai dengan jenis kulit b. Memberikan Penyegar sesuai dengan jenis kulit c. Memberikan alas bedak / face foundation / dan bedak tipis sesuai warna kulit d. Membentuk alis sesuai wajah, apabila alis sudah tebal tidak usah ditambah lagi e. Untuk sipat mata berikan celak mata f. Berikan pemulas bibir warna natural dan tipis agar memberikan kesan cerah. g. Berikan pemulas pipi, warna natural dan tipis untuk memberi kesan wajah menjadi cerah 2. BUSANA PRIA : a. Teluk Belanga (Jas Tutup) b) Memakai Tabur Gambar 9. Tata rias Pengantin bugis Sumber : http://www.geogle.com TATA RIAS PENGANTIN BUGIS MODIFIKASI Gambar 10. pengantin bugis modifikasi Sumber : Album foto pagelaran mahawiswi tata rias 2007 FT UNESA DAFTAR PUSTAKA 1) WWW.GOOGLE.CO.ID 2) WWW.YAHOO.CO.ID 3) Buku Serba Tau, karangan gamal komando. 4) Mengenal adat istiadat Perkawinan di Sulawesi, departemen pendidikan dan kebudayaan 1983. 5) www.wikipedia.com 6) www.msn.com 16