| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

MODUL TRP BALI
FileName : MODUL TRP BALI.docx
FileType : application/octet-stream
FileSize : 2.96 MB
Download



Plain Text Preview

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Tata Rias Pengantin adalah suatu kegiatan tata rias wajah pada pengantin, yang bertujuan untuk menonjolkan kelebihan yang ada dan menutupi kekurangan pada wajah pengantin. Tata rias pengantin selain berfokus pada tata rias wajah juga sangat diperhatikan tata rias rambut, keserasian berbusana serta aksesoris. Dalam penyampaian materi tata rias pengantin Bali Agung, tentunya sangat memerlukan media sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam rangka mencapai hal tersebut maka dibuat modul ajar dengan judul "TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG." Ruang lingkup dalam modul ini mencakup: 1. Tujuan belajar mahasiswa 2. Dasar teori yang menunjang pemahaman Tata Rias Pengantin Bali Agung 3. Kegiatan pembelajaran 4. Lembar kerja 5. Penilaian Dalam penyampaian materi tentunya harus ada hubungan/keterkaitan antara modul untuk dosen dengan modul untuk mahasiswa. Selain itu juga perlu ditunjang dengan sumber pustaka lain yang relevan, misalnya buku teks, surat kabar dan internet yang merupakan sumber belajar yang berbasis ICT (Information Communication Technology). Hasil belajar yang ingin dicapai setelah menguasai modul ini adalah: 1. Mahasiswa dapat memahami tentang Tata Rias Pengantin Bali Agung. 2. Mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip dalam Tata Rias Pengantin Bali Agung 3. Mahasiswa dapat mewujudkan dalam karya nyata berupa praktek langsung yang direncanakan sesuai dengan prinsip-prinsip dan kaidah pelaksanaan yang sudah dipelajari. Peranan/manfaat penguasaan materi ini dalam dunia usaha saat ini terutama dari sektor jasa bagi tenaga Sarjana/S1 Kependidikan maupun Non Kependidikan sangat dibutuhkan adanya kemampuan untuk merencanakan, menganalisa, membuat inovasi, modifikasi dan mengevalusi setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakannya. B. Prasyarat Kemampuan awal mahasiswa yang dipersyaratkan adalah: 1. Mahasiswa dapat menganalisa wajah model dengan baik. 2. Mahasiswa dapat mengkombinasikan warna seperti yang telah dipelajari pada mata kuliah Dasar Seni dan Disain. 3. Mahasiswa dapat merapikan dan memasangkan aksesoris dengan benar seperti yang telah dipelajari pada mata kuliah Dasar Rias dan Dasar Busana. 4. Mahasiswa sudah menempuh mata kuliah Perawatan dan Tata Rias Wajah. 5. Mahasiswa sudah menempuh mata kuliah Perawatan dan Tata Rias Rambut. 6. Mahasiswa sudah menempuh mata kuliah Sejarah Mode Tata Rias. C. Petunjuk Penggunaan Modul Petunjuk penggunaan modul berlaku bagi dosen/pengajar dan juga bagi mahasiswa, antara lain: 1. Rambu-rambu belajar bagi mahasiswa, meliputi: a. Mahasiswa diharapkan sudah membaca modul sebelum kuliah dimulai. b. Mahasiswa diharapkan membaca referensi dari beberapa sumber pustaka yang direkomendasikan. c. Mahasiswa membawa perlengkapan untuk tata rias wajah, penataan rambut serta perlengkapan busana dan aksesorisnya yang diperlukan selama mengikuti perkuliahan. d. Pengetahuan mahasiswa akan semakin bertambah terkait dengan materi Tata Rias Pengantin Bali Agung. e. Keterampilan mahasiswa akan semakin bertambah dalam merencanakan dan praktek Tata Rias Pengantin Bali Agung. f. Sikap/perilaku mahasiswa dalam praktek ataupun memahami budaya daerah semakin baik. g. Pada saat dosen memberikan kesempatan untuk bertanya baik di dalam maupun di luar kelas, mahasiswa dapat memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. h. Pada saat kegiatan diskusi di kelas, mahasiswa dapat mempergunakan waktu tersebut dengan baik untuk memperoleh pengetahuan, melengkapi wawasan dan meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki. D. Tujuan Akhir Tujuan akhir yang ingin dicapai setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, menyangkut: 1. Kinerja yang diharapkan 1.2 Mahasiswa dapat melakukan tata rias wajah pengantin Bali Agung dengan benar. 1.2 Mahasiswa dapat membuat "serinata" pada wajah pengantin Bali Agung dengan benar. 1.3 Mahasiswa dapat membuat " gecek" pada wajah pengantin Bali Agung dengan benar. 1.4 Mahasiswa dapat membuat "semi" pada rambut dengan benar. 1.5 Mahasiswa dapat membuat "gelung kuncit" pada rambut dengan benar. 1.6 Mahasiswa dapat memasangkan aksesoris rambut dengan benar. 2. Kriteria keberhasilan: 2.1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi riasan wajah pengantin Putri Bali Agung dengan benar. 2.2. Mahasiswa dapat mengedentifikasi riasan "serinata" pengantin Putri Bali Agung dengan benar. 2.3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi "gecek" pengantin Putri Bali Agung dengan benar. 2.4 Mahasiswa dapat mengidentifikasi penataan rambut pengantin Bali agung dengan benar. 2.5 Mahasiswa dapat mengidentifikasi aksesoris kepala pengantin wanita Bali Agung dengan benar. E. Kompetensi 1. Standart Kompetensi: Melakukan Tata Rias Wanita Pengantin Bali Agung 2. Kompetensi Dasar 2.1 Memahami Tata Rias Pengantin Wanita Bali Agung 2.2 Mempraktekkan Tata Rias Pengantin Bali Agung 3. Indikator 2.1.1 Menjelaskan Tata Rias Pengantin Bali Agung dengan benar. 2.1.2 Menjelaskan Penataan Rambut Pengantin Bali dengan benar. 2.2.1 Melakukan tata rias wajah dengan benar. 2.2.2 Melakukan tata rias dan pemasangan aksesoris rambut dengan benar 4. Cek Kemampuan Prasyarat Cek kemampuan awal mahasiswa dengan memberikan beberapa pertanyaan berikut ini: 4.1 Apakah yang Anda ketahui tentang Bali. 4.2 Ada berapa tingkatan kedudukan masyarakat/kasta dalam masyarakat Bali. 4.3 Jelaskan tata rias wajah bali secara umum yang Anda ketahui. 4.4 Sebutkan macam/jenis penataan rambut masyarakat Bali. BAB II PEMBELAJARAN LKM 1: TATA RIAS WAJAH PENGANTIN WANITA BALI AGUNG A. Pendahuluan a. Standar Kompetensi Penguasaan tata rias wajah pengantin wanita Bali Agung. b. Kompetensi Dasar Memahami tata rias wajah pengantin wanita Bali Agung. c. Indikator 1. Menjelaskan tata rias pengantin wanita Bali Agung. 2. Melakukan tata rias wajah pengantin wanita Bali Agung dengan benar. d. Tujuan Pembelajaran 1.1 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mengidentifikasi riasan wajah pengantin wanita Bali Agung sesuai kunci jawaban. 1.2 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mengedentifikasi riasan "serinatha" pengantin wanita Bali Agung sesuai kunci jawaban. 1.3 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mengidentifikasi "gecek" pengantin wanita Bali Agung sesuai kunci jawaban. 2.1 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mempraktekkan riasan wajah pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. 2.2 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mempraktekkan riasan "serinatha" pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. 2.3 Tanpa membuka LKM mahasiswa dapat mempraktekkan pembuatan "gecek" pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. B. Materi TATA RIAS WAJAH PENGANTIN WANITA Telah dijelaskan pada modul sebelumnya bahwa pengantin Bali ada 3 macam menurut tingkat kastanya (nista, madia, utama). Untuk tata rias pengantin, pada setiap tingkatannya sama, yang membedakan hanya pusungan (sanggul). Pada tingkatan nista menggunakan pusungan tagel. Tingkatan madia menggunakan pusungan moding, dan pada tingkatan utama pusungannya menggunakan gelung kuncit. Dari semua pusungan itu, masing-masing akan dibahas dalam tiap tingkatan. Tata rias/riasan wajah yang diperlukan pada pengantin Bali (nista, madia, utama) semua sama. Riasan wajah tersebut akan menjadi keseluruhan yang indah dan serasi. Fase dalam tata rias wajah pengantin wanita Bali Agung: 1. Pembersihan wajah Bertujuan untuk membersihkan wajah dari sisa-sisa make-up terdahulu atau kotoran lain yang terdapat pada wajah dan leher. Bahan yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kulit wajah. Langkah pembersihan adalah: a. Berikan cleansing milk (susu pembersih) pada dahi, pelipis pipi, hidung, dagu, dan leher. b. Ratakan sambil melakukan pemijatan mengarah ke atas. c. Bersihkan dengan menggunakan kapas/tissue/wash lap. d. Bilas dengan wash lap yang telah diberi air hangat. e. Berikan penyegar/face tonic. 2. Pelembab/Moisturizer Pelembab diberikan bagi kulit wajah jenis kering atau jenis kombinasi, bertujuan untuk melembabkan kulit sehingga nyaman. Dan diberikan sebelum bermake up, penggunaan pelembab ini hanya bagi kulit wajah kering. Apa bila kulit wajah sudah berminyak/lembab sebaiknya tidak menggunakan pelembab. a. Berikan pelembab pada seluruh bagian wajah. b. Ratakan dan tunggu hingga mengering atau meresap dalam pori-pori kulit wajah. 3. Alas Bedak/Foundation Alas bedak/foundation terdapat dua jenis, yaitu berbentuk cair (liquid) dan padat (cream). Berikan foundation dengan warna satu tingkat di atas warna kulit asli. a. Pertama-tama berikan terlebih dahulu foundation cair (liquid), ratakan pada seluruh bagian wajah dan leher. Tunggu hingga kering. Fondation cair ini dapat juga berupa concealer yang berfungsi untuk menutupi warna kelabu pada kulit wajah, seperti pada bagian bawah mata. Ratakan tipis-tipis jangan terlalu tebal, sebab dapat menimbulkan retak-retak ketika tertawa. b. Kemudian bubuhkan foundation cream merata pada seluruh bagian wajah, leher, bahu, dan lengan hingga jari-jemari. Hal ini dilakukan untuk menyamakan warna kulit antara wajah, leher, bahu, lengan hingga jari-jemari tangan. 4. Pemberian Bedak Tabur/Powder Pemberian bedak tabur (powder) bertujuan untuk memberikan kesan kering dan halus pada wajah. a. Bubuhkan pada seluruh bagian wajah, leher, bahu dan lengan hingga jari jemari. b. Ratakan dengan menggunakan kuas. c. Pada pemberian bedak tabur, jangan diusap dengan menggunakan puff. 5. Pemberian Bedak Padat/Compact Memoleskan bedak padat (compact) bertujuan untuk memperhalus keadaan kulit, berikan warna yang sesuai dengan warna kulit ke seluruh bagian muka, leher, dada atas dan lengan hingga jari-jari tangan. 6. Membentuk Alis Membentuk alis bertujuan untuk membingkai wajah, bentuklah alis dengan bentuk melengkung indah (ujungnya tidak turun). Orang Bali mengkiaskan alis yang baik itu seperti daun lantaran (azadirachta indica), yaitu sebuah daun yang ujungnya sangat tajam (lanying). a. Bersihkan alis dari rambut-rambut yang tumbuh tidak beraturan pada alis dengan cara mengerik dengan pisau kerik pada bagian bawah alis, mulai dari tengah menuju luar, sehingga membentuk lengkungan. Gambar 1: Membersihkan alis b. Bersihkan juga rambut alis bagian atas, rapikan hingga terbentuk lengkungan sedemikian rupa. c. Gunting rambut alis yang masih terlalu panjang hingga rapi. d. Setelah itu berikan warma coklat dengan menggunakan pensil alis, bentuk lengkungan dengan halus, sikat dengan menggunakan sikat alis, untuk menghaluskan garis. Gambar 2: Memberikan warna pada alis e. Haluskan dengan menggunakan sikat alis. Gambar 3: Menghaluskan alis f. Tambahkan warna hitam pada bulu alis dengan menggunakan mascara warna hitam. Gambar 4: Merapikan dan penambahan warna pada bulu alis mata 7. Pemberian Perona Mata (eye shadow) Make up pada bagian mata dengan menggunakan berbagai warna perona mata (eye shadow) sesuai dengan warna busana pengantin yang dikenakan. Bertujuan memberikan bayangan mata yang indah, mata dapat terbentuk dengan indah. Karena mata merupakan pancaran jiwa, dengan memberikan perona mata maka diharapkan akan menimbulkan kesan ceria dan lebih cantik. a. Buatlah garis lekuk kelopak mata dengan menggunakan kuas pembentuk dan perona warna coklat tua pada kedua kelopak mata. Mata ditutup lalu dibentuk sedemikian rupa hingga tepat pada lekukan kelopak mata. Gambar 5: Membentuk kelopak mata b. Tambahkan eye shadow warna coklat, lalu baurkan dengan menggunakan kuas menuju arah dalam mata (menuju hidung). Gambar 6: Membaurkan warna pada garis lipat mata c. Berikan eye shadow base/dasar perona mata pada bagian kelopak mata di dalam garis lekukan mata. Kemudian bubuhkan eye shadow dengan warna yang diinginkan. Gambar 7: Pemberian eye shadow d. Lalu bubuhkan hight light dengan warna kontras, biasa dipakai warna kuning, cream atau putih pada bagian atas mata dekat alis bagian tengah menuju luar. Baurkan hingga berkesan menyatu. Gambar 8: Pemberian hight light 8. Pemasangan Bulu Mata Atas Pemasangan bulu mata bagian atas bertujuan untuk menonjolkan mata dan mata akan terlihat lebih indah dengan bulu mata yang lentik. Cara pemasangannya adalah: a. Mata dipejamkan. b. Ukur bulu mata palsu dengan kelopak mata, apa bila bulu mata palsu masih terlalu panjang, maka guntinglah bulu mata itu pada bagian ujung luar, hingga pas pada kelopak mata. c. Berikan lem bulu mata pada batas tumbuh bulu mata atas dan pada bulu mata palsu tersebut, tunggu hingga setengah kering. Setelah itu tempelkan, tekan dengan hati-hati. Lakukan juga pada mata yang satunya. d. Setelah kering berikan eye-liner, dapat menggunakan eye-liner cair atau pensil. Mulai dari pangkal mata menuju mata bagian luar. Gambar 9: Pemberian eye liner 9. Pemasangan Bulu Mata Bagian Bawah Hal ini dilakukan juga untuk memperindah mata. a. Mata dalam keadaan membuka (melek). b. Ukur bulu mata palsu dengan cara menempelkannya, bila terlalu panjang bulu mata digunting pada bagian ujung luar. c. Tempelkan dengan cara yang sama pada penempelan bulu mata atas. d. Setelah kering, berikan eye liner. 10. Pemberian Maskara Maskara dipakaikan untuk menegaskan bulu mata bagian atas dan bawah. Lakukan dengan hati-hati sehingga lentik. Gambar 10: Pemberian maskara 11. Membentuk Bibir Melukis bibir adalah salah satu kegiatan yang memerlukan ke hati-hatian, karena bentuk bibir akan mempengaruhi kesan seseorang, maka bentuklah bibir seindah mungkin. Caranya adalah: a. Bentuklah bibir dengan menggunakan lip-liner/pinsil bibir, sesuai bentuk yang diinginkan. Gambar 11: Pembentukan garis bibir b. Isi bibir dengan warna yang agak gelap. Gambar 12: Mengisi bibir dengan lipstik c. Tambahkan lipstick/perona bibir dengan warna terang pada tengah bibir atas dan bawah. Maka akan diperoleh kesan bibir yang indah. Gambar 13: Pemberian lipshine 12. Pemberian Perona Pipi (Blus On) Pemberian perona pipi (blush on) pada pipi bertujuan untuk membuat kesan cerah dan menonjolkan tulang pipi, sehingga akan terlihat wajah yang cerah dan cantik. Berikan warna lebih muda pada bagian atas tulang pipi dan warna yang tua pada bagian bawah tulang pipi. Sesuaikan bentuk perona ini dengan bentuk wajah. Gunakan warna yang sesuai dengan warna lipstick atau warna merah muda natural. Gambar 14: Pemberian Blush on 13. Membuat Gecek/Bangket Gecek/bangket adalah titik merah di antara pangkal alis di tengah-tengah, yang mempunyai arti pancaran dari Sang Hyang Widhi. Untuk warna merah gunakan lipstick warna merah. Gambar 15: Letak gecek pada dahi Selain itu di atas dada (di atas cerik) diberikan gecek bundar dari foundation berwarna lebih terang dari warna tubuh asli. Pemberiannya dua baris/deret dengan masing-masing berjumlah ganjil. 14. Membuat Serinatha Pemberian serinatha pada wajah. Serinatha adalah hiasan dahi agar garis wajah terlihat bagus/indah yang sesuai dengan tata rias pengantin Bali. Oleh orang Bali, serinatha dikiaskan dengan bulan dumanggal. Fungsi dari serinatha adalah untuk menyelaraskan bentuk dahi sehingga kelihatan anggun, menarik, cantik bagi pemakainya. Arti lambang yang terkandung di dalamnya adalah menandakan bahwa seseorang telah dewasa, baik fisik maupun rohani, berani melepaskan diri dari orang tua, mempunyai hak dan kewajiban baru. Cara membuat serinatha adalah sebagai berikut: a. Tarik garis/titik tepat di tengah dahi dengan batas pertumbuhan rambut (hair line), dengan cara diukur dengan pensil alis mulai dari tengah hidung, menuju lurus ke atas (hair line), dan berikan titik/tanda (A). b. Dari titik ini, ditarik titik ke kiri dan ke kanan selebar 3-4 cm untuk mendapatkan lengkungan pada tengah dahi (bulat ke dalam). Atau dengan cara mengukurnya dari tengah hidung melalui sudut mata bagian dalam menuju ke batas rambut (hair line), dengan menggunakan pensil alis yang panjang. Kemudian beri tanda/titik. Lakukan pada bagian kiri dan kanan (B dan B'). c. Kemudian tarik kembali dari tengah hidung menuju batas tumbuh rambut melalui ujung mata bagian luar, dan beri tanda D dan D' untuk bagian sisi lainnya d. Kemudian bagi antara titik B dan D menjadi dua bagian, beri tanda C dan bagian lainnya dengan C'. e. Dari batas teratas diukur satu cm ke bawah (menuju tengah hidung), atau diukur selebar ibu jari yang agak ditekan,sehingga akan lebih lebar (A'). f. Tarik garis lurus menuju tengah hidung, mulai dari batas (tanda) kiri dan kanan dahi, selebar 2 cm atau selebar dua jari, berikan tanda (E dan E'). g. Kemudian buat garis lengkung mulai dari tengah, tanda A ke luar menuju tanda E dan E' yg telah dibuat pada bagian kiri dan kanan dahi. Dan selanjutnya ditarik ke dalam menuju tanda C dan C'. Gambar 16: Cara membuat Serinatha h. Setelah didapat serinatha, maka antara rambut dan garis dihitamkan dengan pensil alis sesuai dengan hitamnya rambut lanuga (anak rambut) yang ada di dahi dengan menggunakan body painting warna hitam. Serinatha Gecek Gambar 17: Tata rias wajah pengantin wanita Bali Agung C. Kegiatan 1. Alat dan bahan a. Alat * Aneka Kuas Wajah b. Bahan * Make-up Kit * Pensil Alis warna coklat Gambar 18: Make-up kit 2. Petunjuk pelaksanaan a. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. b. Jawab pertanyaan pada tes formatif di bawah ini. c. Lakukan kegiatan sesuai dengan format penilaian kerja di bawah ini. d. Lakukan penilaian diri dengan memberikan tanda (v) pada kolom yang tersedia sesuai dengan penilaian atas kompetensi sendiri. D. Evaluasi Formatif 1 (Pengetahuan) 1. Sebutkan dan jelaskan riasan wajah pengantin wanita Bali Agung. 2. Sebutkan dan jelaskan riasan "serinatha" pengantin wanita Bali Agung. 3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan "gecek" pada pengantin wanita Bali Agung. E. Evaluasi Formatif 1 (Tes Kinerja) 1. Praktekkan riasan wajah pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. 2. Praktekkan riasan "serinatha" pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. 3. Praktekkan pembuatan "gecek" pengantin wanita Bali Agung sesui RTK terkait. Format Penilaian RTK 1 : Make-Up wajah pengantin wanita Bali Agung RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Mempraktekkan riasan wajah pengantin wanita Bali Agung a. Mempersiapkan alat dan bahan b. Membersihkan wajah c. Memoleskan alas bedak pada wajah d. Memoleskan alas bedak pada punggung, bahu hingga dada e. Membubuhkan alas bedak pada lengan sampai jari tangan f. Melakukan penutupan pada daerah-daerah bermasalah dengan concealer/dempul lelet g. Membubuhkan bedak tabur pada wajah h. Membubuhkan bedak tabur pada punggung i. Membubuhkan bedak tabur pada lengan hingga jari tangan j. Meratakan bedak tabur k. Membubuhkan bedak padat pada wajah l. Mengecek kesamaan warna antara wajah dengan tangan m. Membentuk alis n. Memberikan warna pada kelopak mata o. Memasang bulu mata palsu p. Memberikan eye liner q. Membentuk bayangan hidung r. Membubuhkan perona pipi/blushon s. Membubuhkan pewarna bibir/ lipstick t. Melakukan finishing pada seluruh wajah RTK 2: Pembuatan Serinatha RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Mempraktekkan pembuatan "serinata" pengantin wanita Bali Agung a. Menyiapkan alat dan bahan b. Memberikan titik tepat di tengah dahi pada batas rambut c. Memberikan titik tepat pada sisi kiri dan kanan dari batas titik tengah dahi. d. Membentuk serinatha RTK 3: Pembuatan Gecek RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Mempraktekkan pembuatan "gecek" pengantin wanita Bali Agung a. Mempersiapkan bahan b. Membubuhkannya tepat diantara dua alis LKM 2: PENATAAN DAN AKSESORIS RAMBUT PENGANTIN WANITA BALI AGUNG A. Pendahuluan a. Standar Kompetensi Menguasai penataan rambut pengantin wanita Bali Agung. b. Kompetensi Dasar Memahami penataan rambut pengantin wanita Bali Agung. c. Indikator 1. Menjelaskan penataan rambut pengantin wanita Bali Agung. 2. Melakukan tata rias dan pemasangan aksesoris rambut dengan benar. d. Tujuan Pembelajaran 1.1 Tanpa membuka LKM 2 mahasiswa dapat mengidentifikasi penataan rambut pengantin wanita Bali Agung sesuai kunci jawaban. 1.2 Tanpa membuka LKM 2 mahasiswa dapat mengidentifikasi aksesoris kepala pengantin wanita Bali Agung sesuai kunci jawaban. 2.1 Tanpa membuka LKM 2 mahasiswa dapat mempraktekkan penataan pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. 2.2 Tanpa membuka LKM 2 mahasiswa dapat mempraktekkan pemasangan aksesoris kepala pengantin wanita Bali Agung sesuai RTK terkait. B. Materi TATA RIAS RAMBUT PENGANTIN BALI AGUNG Fase penataan rambut pengantin wanita adalah: 1. Membuat Semi Semi adalah bentuk rambut untuk mengimbangi riasan serinatha, serta sebagai tempat hiasan bunga. Fungsi dari semi adalah untuk menyelaraskan bentuk serinatha sehingga kelihatan lebih anggun. Sedangkan arti lambang dari semi sama dengan serinatha, yaitu menandakan bahwa seseorang telah dewasa. Langkah pembuatan semi adalah sebagai berikut: a. Buatlah belahan rambut di tengah, ambil serong ke kiri dan ke kanan dengan lengkung indah menuju ke belakang kening dengan bentuk yang simetris untuk sebelah kiri dan kanan, agar hasil semi juga simetris. b. Setelah didapat rambut yang akan dibuat semi, sisa rambut di belakang diikat setinggi kuping. c. Rambut semi disisir dengan malem (lilin lebah). Malem adalah semacam jelly tradisional Bali yang dibuat dari sarang lebah (nyawan) dihangatkan, dicampur dengan kemiri gosong agar mempunyai warna hitam. Untuk aroma, dapat dicampur dengan pemade/lainnya. Pengisian malem ini harus rata sekali, dan beberapa kali harus disisir agar tidak meringkil-meringikil pada rambut, lalu dibentuk melengkung. d. Ujung rambut dibawa ke bawah kuping dengan bentuk melengkung kira-kira 1/2 cm dari kuping. Kalau rambut si Pengantin lebih panjang dapat digunting. Semi dikerjakan kanan kiri harus sama. 2. Membuat Pusungan/Sanggul Menggunakan Gelung Kuncit Gelung kuncit adalah suatu tambahan gelung yang dibuat dari bahan ijuk, dengan bentuk bulat semacam lingkaran. Gelung kuncit ini dihiasai dengan 50 bunga kenanga (sandat), 75 bunga kantil putih, 75 bunga kantil kuning dan 1 bunga mawar. * Mawar merah di tengah bawah. * Bunga cempaka putih dipasang di samping kanan dan kiri. * Bunga cempaka kuning dipasang di tepi bagian pinggir dan tengah sampai ke bawah. * Tengahnya diberi bunga kenanga. Bunga Kap Bunga cempaka putih Bunga kenanga Garuda Mungkur Bunga Mawar merah BungaCempaka Kuning Gambar 19: Cara meletakan bunga pada gelung kuncit Langkah pembuatan dan memakai gelung kuncit: a. Rambut diikat ? 7 atau 8 jari dari hair lain. b. Lalu semua rambut yang diikat, digulung seperti kerucut (rambut dicepol biasa). Gambar 20: Rambut digulung dengan penambahan cemara rambut c. Pasang gelung kuncit yang telah dirapikan pada gelungan rambut yang berbentuk kerucut. Gambar 21 : Membentuk Gelung kuncit d. Ketatkan dengan harnal baja yang panjang sepanjang ujung kanan dan kiri sampai betul-betul kuat. AKSESORIS KEPALA 1. Petitis adalah hiasan yang diletakkan di atas semi dengan simetris kiri/kanan. Pada prakteknya, petitis ini digunakan sebelum memasang gelung kuncit. Gambar 22: Petitis Makna/lambang petitis adalah sebagai keindahan yang merupakan harapan setiap pengantin. Gambar 23: Letak petitis pada model 2. Tajug adalah sebagai pelengkap petitis, dipasang di sebelah kanan dan kiri petitis. Makna/lambang tajug sama dengan petitis. Gambar 24: Tajug kiri dan kanan 3. Memasangkan aksesoris aneka bunga yang terbuat dari emas, pada kepala bagian atas, sehingga membentuk oval meruncing ke atas. Aksesoris yang terdapat pada bagian kepala adalah: a. Bunga Bancangan Dipasangkan pada depan sanggul setelah petites. Gambar 25: Bunga Bancangan b. Bunga Puspo Lembo Berjumlah dua, dipasangkan pada bagian kiri dan kanan sanggul, sehingga terlihat dari depan. Gambar 26: Bunga Puspo Lembo c. Bunga Sandat Dipasang bersusun ke atas, semakin keatas semakin menyempit, pada lapisan paling bawah berjumlah 9, lalu lapis berikutnya 7, dan berikutnya 5. Gambar 27: Bunga Sandat d. Bunga Kap Dipasangkan pada puncak kepala sehingga menjulang ke atas. Gambar 28: Bunga Kap 4. Garuda mungkur dipasangkan pada bagian belakang, tengah-tengah bagian renggangnya gelung kuncit. Gambar 29: Gambar 30: Garuda Mungkur Letak Garuda Mungkur Gambar 31: Pemasangan aksesoris kepala secara keseluruhan pada bagian depan Gambar 32: Pemasangan aksesoris kepala secara keseluruhan pada bagian belakang C. Kegiatan Alat dan bahan c. Alat * Hair Dryer * Aneka Sisir * Aneka Jepit * Hair Net d. Bahan * Hair Spray * Cemara Rambut * Hair Jelly * Aksesoris Kepala D. Evaluasi Formatif 2 (Pengetahuan) 1. Identifikasi kan penataan rambut pengantin wanita Bali Agung! 2. Sebutkan dan jelaskan aksesoris kepala pengantin wanita Bali Agung! E. Evaluasi Formatif 2 (Kinerja) 1. Praktekkan penataan rambut pengantin wanita Bali Agung. 2. Praktekkan penempatan aksesoris kepala pengantin wanita Bali Agung. Format Penilaian RTK 4: Membuat Semi pada rambut pengantin wanita Bali Agung RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Praktek membuat Semi: a. Membagi rambut menjadi dua bagian depan dan belakang, bagian depan selebar 3 jari. b. Menguncir rambut bagian belakang setinggi batas telinga. c. Membagi rambut bagian depan menjadi dua bagian, kiri dan kanan. d. Menyisir bagian rambut depan kiri dan kanan dengan malem ( lilin lebah). e. Membentuk lengkungan pada bagian rambut yang telah diberi malem. f. Memeriksa semi agar menjad simetris antara kiri dan kanan. RTK 5: Penataan rambut pengantin wanita Bali Agung RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Praktek penataan rambut pengantin wanita Bali Agung: a. Membagi rambut, bagian belakang dan bagian depan b. Mengikat rambut c. Membuat Gelung Kuncit RTK 6: Pemasangan aksesoris rambut pengantin wanita Bali Agung RINCIAN TUGAS KINERJA PENILAIAN SISWA PENILAIAN GURU DAPAT TIDAK DAPAT 0-39 40-55 56-65 66-79 80-100 Memasang Aksesoris Kepala Pengantin Wanita Bali Agung a. Memasang Petitis b. Memasang Tajug c. Memasang Bunga Sasak d. Memasang Bunga Bancangan e. Memasang Bunga Puspo Lembo f. Memasang Bunga Sandat g. Memasang Bunga Sandat h. Bunga Krompyong i. Bunga Kap j. Memasang Bunga Tanjung k. Memasang Bunga Kenanga l. Memasang Bunga Mawar m. Memasang Garuda Mungkur BAB III PENUTUP Apabila mahasiswa sudah menyelesaikan modul ini, maka program lanjutan dari hasil modul ini adalah: 1. Kriteria penguasaan kurang dari 50%, maka mahasiswa mengambil bagian dalam kegiatan terstruktur yang jadwalnya dapat dikonsultasikan dengan Dosen mata kuliah yang bersangkutan. 2. Kriteria penguasaan 100%, maka mahasiswa dapat melanjutkan kegiatan belajar pada modul yang berikutnya. DAFTAR PUSTAKA Birnbaum, Cara, 2006, Universal Beauty The Miss Universe to Beauty, Miss Universe L.P, LLLP, California USA Dharmika, Ida Bagus, Drs., dkk., Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Pengantin dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Propinsi Bali., Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Mertami M., Tata Rias Pengantin Bali., Upada Satra: Denpasar Majalah Perkawinan., Edisi: Februari 2007 Majalah Perkawinan., Edisi: September 2004 Modul Mahasiswa 1