| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

BAB I_ Sanggul di Pulau Jawa
FileName : BAB I_ Sanggul di Pulau Jawa.doc
FileType : application/msword
FileSize : 4.6 MB
Download



Plain Text Preview

BAB I PENATAAN SANGGUL TRADISIONAL DAERAH DI PULAU JAWA A. Cakupan Materi Sanggul daerah yang menyebar di seluruh Pulau Jawa meliputi Sanggul Nyimas Gamparan yang berasal dari Banten, Sanggul Ciwidey dari Jawa Barat, Sanggul Cepol dari DKI Jakarta, Sanggul Ukel Tekuk dari Yogya, Sanggul Ukel Konde dari Solo (Jawa Tengah), dan sanggul Madura dari Jawa Timur. Pada umumnya sangul daerah di Pulau Jawa memiliki kesamaan bentuk hanya letak serta besarnya saja yang bebeda. Lain dengan sanggul Ukel tekuk yang memang bentuknya berbeda. Pada bab ini terdapat pembahasan yang meliputi pengertian, aksesoris serta peletakannya, alat dan bahan yang digunakan serta cara membuat sanggul. Sanggul tradisional, adalah sanggul yang biasa digunakan (dipakai) pada kesempatan sehari-hari atau pada kesempatan khusus, yang sudah ada sejak jaman terdahulu dan dipopulerkan secara turun temurun. Sehingga ada beberapa jenis sanggul yang tidak dipakai / tidak popular dalam masyarakat dan akhirnya ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena sulitnya pemasangan (pembuatan atau bentuknya yang tidak bagus/tidak trendy). Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan sanggul seringkali kita temui, sehingga kemampuan menata dan membuat sanggul daerah ini sangat dibutuhkan, untuk kesempan khusus ataupun kesempatan dimana kita membutuhkan penataan yang khusus pula. Sanggul tradisional walaupun sepertinya sudah ketinggalan jaman, tetapi bagi masyarakat Indonesia masih dibutuhkan. Seperti kita ketahui untuk kegiatan / acara perkawinan, wisuda dan acara resmi lainnya sanggul ini masih digunakan, bahkan adakalanya harus digunakan. B. Tujuan Intruksional Khusus Setelah mempelajari Bab I ini, mahasiswa diharapkan dapat: a. Menyebutkan aksesoris pada penataan sanggul di pulau Jawa dengan benar. b. Menjelaskan sejarah perkembangan sanggul di pulau Jawa dengan runtut. c. Menyebutkan dan menjelaskan langkah kerja dalam penataan sanggul di pulau Jawa dengan tepat d. Mempraktekkan pembuatan dan penataan sanggul di pulau Jawa dengan benar. C. Materi NYI MAS GAMPARAN (BANTEN) Banten adalah salah satu propinsi yang baru berdiri di Indonesia. Dengan suku banten yang identik dengan mayarakat sunda pada umumnya. Budaya serta adat istiadat masyarakat Banten hampir sama dengan masyarakat Sunda. Begitupun dengan Sanggul yang dikenakan oleh masyarakat., bentuknya hampir mirip dengan sanggul Ciwidey, namun nama yang digunakan untuk bentuk sanggul berbeda, dikatakan bentuk sanggul Nyimas Gamparan ini adalah Sanggul yang berbentuk kadal menek yaitu bagian tengah sanggul yang agak menyembul keluar. Bentuk sanggul yang oval dan pemakaian yang lebih kebawah dari hair line. Aksesoris "Sungki" adalah tusuk konde dengan satu kaki (seperti paku) terbuat dari tanduk atau tulang kerbau yang berarti bahwa wanita harus bahu membahu dalam bekerja dan harus bisa mandiri. Berbentuk daun dengan 6 (enam) lengkungan, yang berarti lambang kesuburan. Berwarna kuning keemasan yang merupakan lambang kejayaan masyarakat Banten. Alat dan Bahan 1. Sisir sasak 2. Sisir penghalus 3. Aneka Jepit 4. Cemara 80 cm 5. Hair Spray Cara Pembuatan 1. Rambut kepala dibagi menjadi dua bagian, depan dan belakang. 2. Rambut bagian depan disasak dan bentuk menjadi bentuk tatanan sanggul sunda. 3. Bagian belakang rambut diikat dan apabila rambut pendek maka di tambahkan cemara 80 cm, sisir dan satukan dengan rambut asli. 4. Tarik ikatan rambut kesebelah kiri, putar keatas, sisinya dililitkan pada pangkal cemara. Lalu lingkarkan sehingga berbentuk kadal menek. Hanya sambungannya terletak agak keatas di sebelah kiri. Pada bagian tengah (kadal menek) dibuat agak memanjang dan lebar. (Gambar 1) Gambar 1 5. Rapikan sanggul yang berbetuk oval dengan harnet 6. Pasangkan sungki di tengah-tengah sanggul. (Gambar 2) Gambar 2 SANGGUL CIWIDEY (SUNDA, JAWA BARAT) Sanggul Ciwidey, adalah sanggul yang biasa di pakai oleh masyarakat Sunda. Sedangkan nama Ciwidey adalah nama sebuah kota (daerah) disebelah selatan kota Bandung. Pada masa kejayaan kerajaan Sumedang bentuk sanggul ini dinamakan sanggul Pasundan atau sanggul Kesundaan atau sanggul Kebesaran, yang diapakai oleh kaum bangsawan sampai rakyat biasa. Hingga sekarang sanggul ini tetap di pakai oleh berbagai kalangan hanya saja lebih dikenal denga sanggul Ciwidey. Dilihat dari bentuknya, masyarakat sunda mengidentikkan dengan huruf Arab, yaitu huruf alif dan Nun, atau biasa dikatakan "Alif pakait sareng Nun". Penggunaan sanggul ini diletak tepat ditengah kepala bagian belakang, dan bagian bawah sanggul sampai batas tumbuh rambut (hair line) bagian bawah. Penataan bagian depan ada sunggaran bentuk bulat atau biasa disebut "jabing". Dan menggunakan perhiasan berupa cucuk gelung, dari emas atau perak untuk kaum bangsawan dan terbuat dari tanduk biasa digunakan oleh masyarakat biasa. Aksesoris 2 buah Cucuk Gelung, yang diletakkan pada tengah sanggul bagian kiri-kanan. Cucuk Gelung Alat dan Bahan Alat dan Bahan yang digunakan: 1. Sisir sasak 6. Harnal halus 2. Sisir penghalus 7. Karet Gelang 3. Jepit bebek Besi 8. Hair Net 4. Jepit Hitam 9. Hair Spray 5. Harnal Baja 10. Cemara Rambut Ukuran 90 - 100 cm Cara Pembuatan 1. Setelah rambut di Pratata, rambut dalam keadaan kering, rambut dibagi menjadi dua bagian, bagian depan dan belakang. 2. Bagian depan rambut disasak dan dibentuk jabing / sunggaran, yang berbentuk membulat. 3. Rambut bagian belakang diikat setingga 5 - 7 jari dari batas pertumbuhan rambut bagain bawah (hair line) dan tambahkan cemara rambut, satukan dengan rambut asli pilin dan sisir hingga rapi. (Gambar 1) Gambar 1 4. Letakkan tangan kiri di bawah cemara kemudian tangan kanan memutar cemara pada tangan kiri. Putaran cemara rambut hanya sebatas pertumbuhan rambut bagain belakang (hair line). (Gambar 2) Gambar 2 5. Setelah semua terputar tekan tangan kiri pada bagian pangkal rambut, sehingga pangkal rambut mencuat keluar dan putaran rambut sisinya akan mengikat tengah rambut sedemikan rupa, sisa rambut diselipkan di belakang konde. (Gambar 3) Gambar 3 6. Rapikan ukel tersebut, ukel dapat ditarik-tarik sehingga sisi rambut kiri-kanan dapat terlihat dari depan melalui leher. Dan bagian atas dapat sejajar dengan sunggar ataupun sasakan bagian atas. (Gambar 4) Gambar 4 7. Pasangkan Cucuk Gelung pada sisi kiri-kanan sanggul bagain tengah. SANGGUL CEPOL (DKI JAKARTA) DKI Jakarta pada masa penjajahan merupakan daerah transit dari berbagai susku bangsa dan selanjutnya menjadi daerah perdagangan, sehingga perkembangan budaya menjadi sangat beragam. Adapun bentuk sanggul di daerah DKI Jakarta juga menjadi suatu bentukan yang dipengaruhi oleh budaya beberapa suku bangsa. Begitupula dalam penggunaannya terdapat beberapa bentuk sanggul yang disesuaikan dengan penggunaannya, yaitu: 1. Konde bundar adalah konde yang biasa dipakai oleh wanita berusia lanjut 2. Konde Sawi Asin, yaitu konde wanita pengantin baru. Sanggul diini selalu dalam keadaan basah karenamenurut adat kebiasaan harus keramas setiap pagi. 3. Konde Perawan, yaitu konde model keong caput dan keong gondang. Gadis (perawan) yang memakai konde keong gonad menandakan bahwa ia telah bertunangan. 4. Konde Cioda, konde yang biasa dipakai oleh janda muda 5. Konde Ikan Bandeng, Konde yang biasa dipakai oleh wanita peranakan cina, dipadu dengan kebaya"encim" 6. Konde Buah Tun, Konde yang dipakai untuk pengantin Sedangkan Konde Cepol adalah konde yang biasa dipakai oleh gadis remaja serta ibu-ibu muda, dan biasa digunakan sehari-hari. Aksesoris Roncean melati berbentuk setengah lingkaran (bulan sabit) diletakkan pada sisi sebelah kanan. Alat dan Bahan 1. Sisir sasak 2. Sisir penghalus 3. Aneka Jepit 4. Cemara 60 cm 5. Hair Spray Cara Membuat 1. Rambut dibagi menjadi dua, bagian atas dan bagian bawah. Pembagian dimulai dari batas telinga atas menuju kebatas telinga lainnya (horizontal). (Gambar 1) Gambar 1 2. Pada bagian atas di sasak tidak terlalu tingi, rapikan dan ikat pada atas kepala agak turun sedikit. Begitupun pada bagian rambut belakang disasak dan kemudian dirapikan keatas diikat menjadi satu pada ikatan pertama, sehingga membentuk sedemikian rupa. (Gambar 2) Gambar 2 3. Apabila rambut pendek pasangkan cemara 60 cm, sisir dan satukan dengan rambut asli. (Gambar 3) Gambar 3 4. Letakkan tangan kiri pada pangkal ikatan rambut, dengan telapak tangan menghadap keatas sambil menggenggam rambut, dan tangan kanan memulai memilin rambut kearah kanan kemudian putarkan telapak tangan menghadap bawah. (Gambar 4) Gambar 4 5. Putarkan rambut pada pangkal ikatan rambut hingga rambut tidak tersisa. 6. Lepaskan tanga kiri, kemudian kedua ibu jari diletakkan dibawah pangkal rambut dan bentukan rambut angka delapan diletakkan diatasnya, ibu jari mendodorong ketasa sedangkan telapak tangan menarik bentukan rambut atasnya kebawah. Sehingga berbentuk lingkaran dengan tonjolan keatas yang dinamakan buntut bebek. (Gambar 5) Gambar 5 7. Rapikan rambut dan sematkan roncean bunga melati pada sisi konde. SANGGUL UKEL KONDE (Solo) Sanggul Ukel Konde adalah sanggul yang berasal dari daerah Solo Jawa Tengah. Pada awalnya masyarakat remaja dan dewasa putri yang memiliki rambut panjang di daerah Solo, ketika akan melakukan suatu kegiatan menggelung rambutnya sedemikian rupa sehingga membentuk suatu konde. Saat itu letak konde berada di atas atau ditengah kepala dan bentuknya kecil. Sejalan dengan waktu dan pada masa Paku Bowono X bertakhta hampir seluruh kebudayaan mengalami perkembangan yang sangat baik, termasuk didalamnya seni tata rias rambut Sehingga konde rambut yang biasa digunakan oleh masyarakat remaja dan dewasa disempurnakan. Penyempurnaan tersebut mencakup bentuk serta letak. Bentuk konde ini diperbesar dan diletakkan pada bagian tengah belakang kepala. Sehingga apa bila dilihat dari depan akan terlihat sisi kiri dan kanan sanggul. Pada penataan rambut bagian depan adalah, rambut disisir kebelakang dengan membentuk sunggar disisi kiri-kanan kepala . Di masa itu rambut bagian atas tidak disasak hanya disisir kebelakang dan diberi minyak, pada bagian sisi rambut di tarik keatas dengan cara memasukkan dua jari diantara kulit kepala dan rambut lalu pangkal jari diangkat dan ujung jari menekan kepala. Sehingga terbentuk sunggaran sedemikian rupa. Aksesoris Aksesoris yang digunakan terbuat dari kulit penyu, tanduk atau perak dan emas. Terdiri dari : 1. Tusuk Konde, yang diletakkan pada bagian kanan-kiri tengah konde 2. Penetep, diletakkan pada bagian tengah-atas konde 3. Roncean Melati, diletakkan diantara sanggul dan rambut atas 4. Cunduk Bunga Hidup/segar, biasa dipakai oleh kalangan bangsawan yang telah dewasa, untuk gadis tidak disarankan untuk menggunakan cunduk ini. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dibutuhkan: 1. Sisir sasak 2. Sisir penghalus 3. Jepit bebek Besi 4. Jepit Hitam 5. Harnal Baja 6. Harnal Halus 7. Karet Gelang 8. Hair Net 9. Hair Spray 10. Cemara rambut ukuran 100 - 120 cm Cara Pembuatan 1. Rambut dicuci (shampoo) terlebih dahulu, rambut dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian depan yang dimulai dari batas atas telinga kanan keatas telinga kiri. Rambut bagian belakang di ikat dengan karet dan pada bagian depan dilakukan pratata dengan menggunakan roll set dan setting lotion. 2. Rambut dikeringkan, setelah kering roll set dilepas dan melakukan penyasakan. 3. Sasak rambut bagain depan seluruhnya, Bentuk rambut menyisir kebelakang dan membentuk sunggar pada bagian sisi kiri dan kanan rambut dengan cara menarik rambut ke atas sehingga terbentuk sunggar sedemikian rupa. 4. Setelah terbentuk rambut di jepit pada tengah rambut dan diberi hair spray. 5. Rambut pada bagian belakang yang telah diikat dapat ditambah dengan menggunakan cemara rambut ukuran 100 - 120 cm. Ikatkan cemara pada ikatan rambut asli, kemudian disisir. (Gambar 1.) Gambar 1. 6. Letakkan tangan kiri di bawah cemara kemudian tangan kanan memutar cemara pada tangan kiri. (gambar 2.) Gambar 2. 7. Setelah semua terputar tekan tangan kiri pada bagian pangkal rambut, sehingga pangkal rambut mencuat keluar dan putaran rambut sisinya akan mengikat tengah rambut sedemikan rupa. (gambar 3) Gambar 3. 8. Rapikan ukel tersebut, ukel dapat ditarik-tarik sehingga sisi rambut kiri-kanan bagian bawah dapat terlihat dari depan melalui leher. Dan bagian atas dapat sejajar dengan sunggar ataupun sasakan bagian atas. (Gambar 4) Gambar 4. 9. Sematkan aksessoris pada tempatnya. SANGGUL UKEL TEKUK (Yogyakarta) Sanggul Ukel Tekuk adalah sanggul yang digunakan oleh masyarakat dalam lingkungan keraton Ngayogyadiningrat, dimulai dari permaisuri, selir, putri-putri raja dan para inang pengasuh (emban). Yang menjadi pembeda dalam penggunaannya adalah ragam accessories serta pakaian yang dikenakan. Kaum wanita yang menggunakan sanggul ini menandakan bahwa ia telah lepas dari dunia anak-anak dan mulai menginjak masa kedewasaan. Hal ini juga berlambang bahwa gadis itu bagaikan bunga yang sedang mekar dan harum semerbak. Seorang gadis dewasa harus sanggup memikul tugas dan tanggung jawabnya dan daianggap telah layak menjadi seorang ibu rumah tangga. Bentuk sanggul ukel tekuk saat ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat dalam lingkungan keraton saja tetapi sudah digunakan oleh masyarakat luas di Yogyakarta. Aksesoris Bentuk Aksesoris untuk Putri Remaja adalah: 1. Mengenakan Peniti Ceplok di tengah sanggul, serta peniti renteng pada bagian sisi kiri dan kanan rambut 2. Mengenakan kain garis miring dengan model tanpa baju (Pinjung Kencong) 3. Sanggul ini kenakan di hari ulang tahun raja (wiosan) Bentuk Aksesoris untuk Putri Dewasa (Gadis) adalah: 1. Mengenakan Peniti Ceplok di tengah sanggul, serta peniti renteng pada bagian sisi kiri dan kanan rambut 2. Menggenakan kain dengan semekan , menggenakan kebaya pendek tanpa bef 3. Dipakai sehari-hari. Bentuk Aksesoris untuk Putri Dewasa Yang Telah Menikah adalah: 1. Ukel Tekuk dengan hiasan Pethat Emas dan bunga Ceplok Jebehan 2. Mengenakan kain batik wiron seredan, memakai kebaya beludru/sutra panjang dengan pelisir pita emas dan memakai peniti susun emas 3. Sanggul ini dikenakan pada saat mengiringi raja ketika menghadiri resepsi diluar keraton. Untuk Inang Pengasuh adalah: 1. Memakai ukel tanpa hiasan 2. Memakai kain batik tanpa wiron dan memakai semekan, tidak mengenakan baju, menggenakan sampir barong dan wedung atau paturon barong. Secara lebih umum aksesoris yang digunakan adalah menggunakan Ceplok Jebehan yang terdiri dari: 1. Ceplok, digunakan pada tengah sanggul bagian atas 2. Dua tangkai Bunga Jebehan yang menjuntai kebawah, dipasangkan pada bagian kiri dan kanan sanggul. 3. Pethat bentuk Gunung, dipasangkan pada bagian atas sanggul (diantara sanggul dan sunggaran. Alat dan Bahan Alat dan Bahan yang digunakan: 6. Sisir sasak 6. Harnal halus 7. Sisir penghalus 7. Karet Gelang 8. Jepit bebek Besi 8. Hair Net 9. Jepit Hitam 9. Hair Spray 10. Harnal Baja 10. Cemara Rambut Ukuran 100-120 cm Cara Pembuatan 1. Rambut dicuci (shampoo) terlebih dahulu, kemudian dilakukan pratata pada bagian depan. Rambut dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian depan (poni) di ambil selebar tiga jari dan setebal satu jari. Berfungsi sebagai lungsen, apabila rambutnya pendek dapat dipasangkan lungsen tambahan (hair piece). Dijepit dan sisihkan. Rambut bagian depan yang dimulai dari batas atas telinga kanan keatas telinga kiri, dijepit yang kemudian akan disasak dan dibentuk sunggar. Dan rambut bagian belakang di ikat dengan karet. 2. Selanjutnya pada bagian depan dilakukan pratata dengan menggunakan roll set dan setting lotion. 3. Rambut dikeringkan , setelah kering roll set dilepas dan melakukan penyasakan untuk membentuk sunggar. 4. Tambahkan Cemara Rambut pada ikatan rambut bagian belakang, ikat kencang dengan tali sepatu. Gambar 1. Gambar 1. 5. Pegang rambut mengarah kebawah, arahkan rambut kebagian atas membentuk setengah lingkaran menuju ikatan rambut. Gambar 2 Gambar 2. 6. Lalu teruskan dan arahkan rambut kebagian bawah dan bentuk kembali setengah lingkaran seperti bentuk sebelumnya, hingga ujung rambut tepat berada pada ikatan rambut. Gambar 3. Gambar 3. 7. Sematkan ujung rambut mulai dari dalam menuju luar (seperti gerakan mengikat, jepit dengan menggunakan harnal besar. 8. Arahkan sisa rambut bagian depan (lungsen) menuju tengah sanggul. Tarik dan ikatkan pada sanggul. Jepit dengan kuat. Gambar 4. Gambar 4. 9. Bentuk sanggul dan jepit pada bagian pinggir sanggul dan sematkan Aksesoris Jebehan pada tempatnya. Gambar 5. Gambar 5. Keterangan gambar: A : Bunga Jebehan B : Ceplok C : Pethat bentuk Gunung Pada bentuk sanggul ini akan terlihat sanggul lebih besar pada sebelah kanan. SANGGUL MADURA (Madura - Jawa Timur) Madura adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Timur, dimana masyarakatnya terbilang unik dengan karakter yang terkenal keras. Diidentifikasikan asal muasal masyarakat madura adalah perpaduan dari suku Bugis, Buton, Bali bahkan Banjar yang selanjutnya beranak pinak menjadi masyarakat Madura. Sanggul yang digunakan oleh masyarakat untuk acara resmi biasanya menggunakan ukel tekuk, dan untuk acara setengah resmi ataupun sehari-hari, menggunakan sanggul atau gelung biasa. Sehingga dapatlah kita gunakan sanggul ini sebagai bahan pengetahuan selanjutnya. Bentuk gelung Madura hampir mirip dengan cepol Betawi, hanya saja letaknya yang tepat ditengah bagian belakang dan pada sisi bawah sanggul menjuntai sisa rambut. Wanita Madura begitu simple, sehingga mereka tidak menggunakan sasakan dalam penataan rambut. Aksesoris 1. Kembang 4 (empat) macam, yaitu: a. Mawar merah tua, yang diletakkan pada tepat bagian tengah sanggul. b. Melati, dironce membentuk bulan sabit, diletakkan pada sisi kanan sanggul c. Kantil putih dan kuning, d. Kenanga, yang dironce bersama kantil dan pada tiap bagiannya di beri melati, roncean ini membentuk bulan sabit dan diletakkan pada sisi sebelah kanan sanggul 2. Tusuk Konde, yang terbuat dari mata uang ringgit atau dinar yang ditusukkan pada atas agak kesamping kanan sanggul. Alat dan Bahan 1. Sisir sasak 2. Sisir penghalus 3. Aneka Jepit 4. Cemara 80 cm 5. Hair Spray Cara Pembuatan 1. Rambut disisir kebelakang dan diikat menjadi satu tepat ditengah kepala bagian belakang 2. Bila rambut terlalu pendek untuk dibentuk gelungan, pasangkan cemara 80 cm satukan dengan rambut asli, kemudain dipelintir hingga agak kencang. (Gambar 1) Gambar 1 3. Buat gelungan seperti membuat sanggul cepol, Pengang rambut segenggaman tangan mulai dari pangkal rambut, putarkan kekiri dan terus keatas sampai bawah. Putarkan pegangan tadi dan tekan keatas pangkal rambut hingga menonjol keluar. Sisa rambut dibiarkan menjuntai pada sisi bagian bawah sebelah kanan. (Gambar 2) Gambar 2 4. Bentuk sanggul oval, besarnya sedang dan bentuk tonjolannya menyembul keluar, menyerong kekanan, membentuk hidung. (Gambar 3) Gambar 3 5. Sisa rambut dibiarkan terurai lepas pada bagian sebelah kanan bawah sanggul, rapikan dan pasangkan accessories pada tempatnya. (gambar 4) Gambar 4 D. Evaluasi 1. Tes Tulis a. Sebutkan nama sanggul yang berasal dari Banten ! b. Sebutkan aksesoris pada penataan sanggul Ciwidey ! c. Jelaskan sejarah perkembangan sanggul Madura ! d. Sebutkan dan jelaskan hal apakah yang membedakan penggunaan sanggul Ukel tekuk pada masyarakat Yogyakarta ! e. Sebutkan dan jelaskan langkah kerja dalam pembuatan Ukel Konde sanggul dengan tepat ! 2. Tes Kinerja a. Praktekkan pembuatan dan penataan sanggul Ukel tekuk dengan benar ! b. Praktekkan pembuatan dan penataan sanggul Nyimas Gamparan pada model dengan tepat ! 1