| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

ANATOMI Rambut
FileName : ANATOMI Rambut.docx
FileType : application/octet-stream
FileSize : 695.59 KB
Download



Plain Text Preview

ANATOMI DAN FISIOLOGI RAMBUT Rambut dikenal sejak zaman dahulu dengan julukan "mahkota" bagi wanita. Tetapi di zaman yang sudah maju seperti sekarang, julukan tersebut tidak lagi tertuju hanya kepada kaum wanita, namun juga untuk pria. Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan "perhiasan" yang berharga. Rambut yang tebal, panjang, hitam/berwarna, berkilau, sehat dan mudah diatur memberikan daya pesona tersendiri bagi pemiliknya. Tidak sedikit wanita ataupun pria yang menimbulkan rasa kagum hanya karena keindahan rambutnya. Untuk memperoleh rambut yang tebal, hitam, sehat dan mudah diatur, rambut butuh perhatian. Satu hal yang perlu disadari adalah adanya berbagai faktor yang dapat mengakibatkan perubahan kondisi kulit kepala dan rambut seperti faktor usia lanjut, depresi, berkurangnya aktifitas kelenjar minyak dikulit kepala, gangguan pembuluh darah, gangguan hormon, pengaruh kosmetika, pajanan sinar matahari secara terus menerus dan kurangnya makanan yang bergizi untuk kepentingan pertumbuhan rambut. Apabila hal tersebut tidak diperhatikan maka akan memungkinkan terjadinya kerontokan rambut sehingga rambut menjadi tipis bahkan botak, rambut rontok, kulit kepala dan rambut kering, rambut kusam dan sulit diatur serta timbulnya uban sebelum waktunya. Salah satu usaha untuk menghindari hal tersebut maka perlu memperhatikan dan mengindahkan hal perawatan kulit kepala dan rambut, dimana hal perawatan kulit kepala dan rambut sudah dikenal dan dilakukan sejak zaman nenek moyang kita. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka para ahli kecantikan telah mengembangkan ilmu kecantikan baik kecantikan dari dalam yang sering disebut "inner beauty" maupun kecantikan dari luar atau kesehatan jasmani, mengingat hal yang menjadi kunci pokok kecantikan adalah di samping kesehatan rohani juga kesehatan jasmani. Keadaan kehidupan kita dialam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu. Oleh karena itu teknik dan penggunaan bahan-bahan untuk mencapai kesehatan dan kecantikan rambut perlu memperhatikan dengan cara merawat kulit kepala dan rambut serta menata rambut. Sebagai contoh pemakaian air bersih untuk mencuci rambut yang akan sangat mempengaruhi kesehatan dan kecantikan rambut. Dalam ilmu kecantikan, teknik merawat dan menata rambut untuk mencapai kesehatan dan kecantikan sangat memerlukan pengetahuan pendukung yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Salah satu pengetahuan pendukung yang sangat penting adalah tentang anatomi dan fisiologi rambut beserta kelainan-kelainannya. Anatomi rambut merupakan ilmu yang mempelajari susunan rambut, fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi rambut itu sendiri. Sedangkan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya untuk dibahas karena berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Artinya bahwa pembahasan anatomi dan fisiologi rambut tentu saja tidak akan lepas dari pembahasan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut yang dalam istilah anatomi disebut sebagai patologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang adanya kelainan/ gangguan/penyakit yang ada dikulit kepala dan rambut. Agar kondisi rambut tetap sehat dan cantik diperlukan pengetahuan tentang Anatomi dan Fisiologi rambut, seperti berikut ini: A. Struktur Rambut Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Semua jenis rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis dari kulit. Oleh karena itu kulit kepala atau kulit bagian badan lainnya memiliki rambut. Rambut yang tumbuh keluar dari akar rambut itu ada 2 bagian menurut letaknya, yaitu bagian yang ada di dalam kulit dan bagian yang ada di luar kulit. Rambut terbentuk dari sel-sel yang terletak ditepi kandung akar. Cupak rambut atau kandung akar ialah, bagian yang terbenam dan menyerupai pipa serta mengelilingi akar rambut. Jadi bila rambut itu dicabut dia akan tumbuh kembali, karena papil dan kadung akar akan tetap tertinggal di sana. Anatomi rambut penting diketahui terutama bagi ahli kecantikan, supaya tidak salah dalam memilih kosmetika rambut. Untuk lebih jelasnya, Basuki (1981:15) menjelaskan tentang rambut itu sebagai berikut: * Helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit. * Dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun. Bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya. * Terdiri dari zat horney atau disebut juga dengan keratin. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar anatomi rambut. Apabila kita lihat suatu penampang irisan kulit, maka akan terlihat susunan struktur rambut sebagaimana yang ada pada gambar berikut : Gambar. 2.1. Anatomi Rambut (Histologis Microscopis) Sumber : Sonntag, Linda (1992) Keterangan Gambar: 1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan keritingnya rambut. 2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 3. Bulp, yaitu bongkol rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle. 4. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar. 5. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit. 6. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil. 7. Pigmen (warna rambut). 8. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut. 9. Pembuluh darah. 10. Akar rambut. 11. Kelenjar keringat. 12. Batang rambut. 13. Penampang akar rambut. B. Susunan Rambut Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambut yang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambut ini dapat dibagi atas: 1. Akar Rambut (Hair Folicle) Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam di dalam kulit. Seperti yang terlihat pada gambar di atas maka akar rambut terbagi: a. Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentuk bola, gunanya untuk melindungi papil rambut. b. Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut tidak ubahnya seperti piring kecil yang tengahnya melengkung dan menonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan ia disebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama ke dalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut. Di samping itu juga terdapat di dalam papil rambut yaitu pembuluh darah dan getah bening, yang berfungsi memberi makanan kepada rambut (memelihara kehidupan rambut), serta terdapat juga saraf yang mensarafi folicle rambut. Itu sebabnya rambut tidak mempunyai saraf perasa. Oleh karenanya kita tidak merasa sakit bila rambut digunting atau dipangkas. c. Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnya berasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebal mempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa. Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak. Tetapi kalau lengkungannya itu lebih lengkung lagi, maka rambutnya keriting. Di dalam folicle ini bermuara kelenjar lemak (palit). d. Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus bulu roma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya. e. Matrix, disebut juga dengan umbi/tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagian yang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebut matrix atau umbi/tombol atau lembaga rambut. Mengapa pada bagian itu lebih subur ?. Ini disebabkan karena kelompok sel yang terdapat dibagian itu selalu membelah diri, membentuk bagian rambut baru. Diantara sel-sel umbi juga terdapat sel-sel melanosit. Bagian paling dalam atau tengah umbi rambut, sel-selnya berwarna keputih-putihan dan masih lembek (masih muda). Sel-sel ini masih mengandung parakeratin (sel rambut yang warnanya sudah lebih mantap, sudah keras, mengandung keratin). Parakeratin adalah zat pendahulu keratin. Sel-sel rambut yang masih muda ini terdorong ke atas oleh sel-sel yang terjadi kemudian. Makin ke atas makin mengalami proses keratinisasi penandukan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar. Gambar. 2.2. Akar Rambut Sumber : Rostamailis (2005) 2. Lapisan Batang Rambut Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaan kulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambut ini terbagi pula atas 3 bagian, yakni: a. Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untuk menentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut seperti air, shampo, conditioner, obat keriting, zat/cat pewarna rambut, bleaching. Pada rambut yang kasar lapisan cuticula nya juga kasar. Sedang pada rambut yang halus lapisan cuticula nya juga halus. b. Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar dan merupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagai lapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambut dikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obat keriting, cat rambut, dan lain-lain. Jadi cortex ini berhubungan dengan sifat elastisitas rambut. c. Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah. Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medulla nya. Agar jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah ini, yang menunjukkan penampang dari batang rambut. Gambar. 2.3. Batang Rambut Sumber : Sonntag, Linda (1992) 3. Batang Rambut Berkaitan dengan struktur maka bentuk-bentuk rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Lurus, tidak bergelombang dan tidak keriting. Biasanya rambut yang lurus dapat memberikan beberapa kemudahan kepada si pemakai misalnya dalam hal tatanan rambut, baik yang dipotong maupun yang disanggul. Mengapa demikian? Karena rambut lurus ini mempunyai folicle yang lurus dan penampangnya bulat. b. Berombak yaitu memperlihatkan gelembung yang besar pada rambut. Hal ini disebabkan karena folicle nya melengkung dan penampangnya lonjong/oval. Rambut ini juga termasuk mudah dalam hal penataan, baik yang disanggul atau disasak maupun yang dipotong pendek. c. Keriting, biasanya rambut yang keriting berbentuk gelombang kecil- kecil atau sedang. Ini adalah karena folicle nya amat melengkung sedangkan penampangnya gepeng. Untuk lebih jelasnya perhatikanlah struktur rambut pada gambar berikut: Gambar. 2.4. Bentuk Rambut (Lurus, Berombak, dan Keriting) Sumber : Rostamailis (2005) 4. Klasifikasi Rambut Bila kita perhatikan, rambut pada kepala dan tubuh, akan nyata sekali terlihat bahwa ada 4 jenis rambut, yaitu: a. Rambut yang panjang dan agak kasar yakni rambut kepala. b. Rambut yang agak kasar tetapi pendek yang berupa alis. c. Rambut yang agak kasar tetapi tidak sepanjang rambut dikepala, contohnya rambut ketiak. d. Rambut yang halus yang terdapat pada pipi, dahi, lengan, perut, punggung dan betis. Hal ini bersamaan pula dengan yang dijelaskan oleh Hermawan (1982:66), bahwa rambut dapat dibagi atas 3 (tiga) tipe sebagai berikut: a. Panjang sebagaimana terdapat pada kepala. b. Pendek dan gemuk misalnya alis dan bulu mata. c. Pendek halus dan tak berwarna terdapat diseluruh badan yang disebut juga dengan lanugo. 5. Siklus Pertumbuhan Rambut Rambut dapat tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini disebabkan karena sel-sel daerah matrix/umbi atau tombol rambut secara terus menerus membelah. Rambut mengalami proses pertumbuhan menjadi dewasa dan bertambah panjang lalu rontok dan kemudian terjadi pergantian rambut baru. Inilah yang dinamakan siklus pertumbuhan rambut. Siklus pertumbuhan rambut telah dimulai saat janin berusia 4 bulan di dalam kandungan. Pada usia ini bibit rambut sudah ada dan menyebar rata diseluruh permukaan kulit. Diakhir bulan ke 6 atau awal bulan ke 7 usia kandungan, rambut pertama sudah mulai tumbuh dipermukaan kulit, yaitu berupa rambut lanugo, atau rambut khusus bayi dalam kandungan. Kemudian menjelang bayi lahir atau tidak lama sesudah bayi lahir, rambut bayi ini akan rontok, diganti dengan rambut terminal. Itulah sebabnya ketika bayi lahir, ada yang hanya berambut halus dan ada juga yang sudah berambut kasar dan agak panjang, bahkan kadang-kadang sudah mencapai panjangnya antara 2-3 centimeter. Kecepatan pertumbuhan rambut sekitar 1/3 milimeter per hari atau sekitar 1 centimeter perbulan. Dengan demikian kalau seorang bayi lahir dengan panjang rambut 2 centimeter, berarti pada bulan ke 7 kehamilan, rambut lanugo bayi sudah diganti dengan rambut dewasa terminal. Rambut tidak mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Pada waktu-waktu tertentu pertumbuhan rambut itu terhenti dan setelah mengalami istirahat sebentar, rambut akan rontok sampai ke umbi rambutnya. Sementara itu, papil rambut sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya. Pertumbuhan rambut mengalami pergantian melalui 3 fase: yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen), baru kemudian dimulai lagi dengan fase anagen yang baru. Lama masing-masing fase pun berbeda-beda, fase anagen lamanya berkisar antara 2-5 tahun dan rata-rata 3 tahun atau 1000 hari. Walaupun kadang-kadang ada yang sampai lebih dari 10 tahun, sehingga rambutnya bisa lebih dari 1 (satu) meter panjangnya. Itulah sebabnya maka jangan heran kalau ada wanita yang rambutnya sampai sepanjang lutut atau mata kaki. Fase katagen singkat saja hanya beberapa minggu. Sedangkan fase telogen rata-rata berkisar 100 hari. Perhatikanlah masing-masing bagian dari pertumbuhan rambut tersebut pada Gambar ini. Gambar. 2.5. Skema Pertumbuhan Rambut Sumber : Rostamailis (2005) Bila kita inginkan agar rambut tidak tumbuh lagi secara permanen, maka papil harus dibunuh secara elektrolisis. Biasanya dari proses pertumbuhan rambut ini akan terlihat rambut yang berwarna hitam dan pirang muda. Bila rambut itu berwarna hitam akan lebih besar dan tebal, tetapi bila rambut pirang/kemerah-merahan akan lebih halus. C. Fungsi Rambut Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut. Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut: 1. Pelindung Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala. Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujung- ujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut sinyal ke otak, sehingga manusia segera mampu bereaksi terhadap keadaan yang menjadi penyebabnya. Jika kita mendadak menjadi sangat tegang atau sangat ketakutan, otot penegak rambut yang menempel dikandung rambut dalam kulit akan mengerut dan menjadikan rambut, bulu kuduk, atau bulu roma kita berdiri. Keadaan ini merupakan peringatan dini agar kita segera dapat bereaksi terhadap hal-hal yang secara instingktif perlu kita hindari. 2. Penghangat Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita. Sebaliknya, panasnya udara sekitar akan meningkatkan suhu insulator yang segera merangsang terjadinya perkeringatan. Kulit kepala akan terbasahi oleh keringat. Keringat akan menguap dan untuk menguap membutuhkan panas yang akan diambil dari suhu kulit kepala. Dengan demikian tidak akan terjadi peningkatan suhu kulit kepala. 3. Penambah Kecantikan Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut: a. Pertanda status sosial Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya. Dikalangan bangsa Gaul yang dulu berwilayah dari Sungai Rhein dan Pegunungan Alpenia di Timur, Laut Tengah dan Pegunungan Pyrenis di Selatan hingga Samudera Atlantik di Barat Laut, yang sebagian besar bekas wilayahnya kini menjadi negara Prancis, peringkat sosial seseorang diwujudkan dalam kepanjangan rambutnya. Para bangsawan dan jenderal Gaul memiliki rambut sangat panjang. Ketika dalam suatu pertempuran Julius Cesar (100-44 SM) berhasil menaklukan mereka, kaisar Romawi ini pun segera memerintahkan agar mereka memotong rambutnya. Tindakan ini bukannya hanya sekadar suatu penghinaan, melainkan sebagai pertanda penghambaan diri mereka kepada kekaisaran Romawi. Para budak dilingkungan kekaisaran Romawi juga harus mencukur rambutnya. Pada umumnya kaum wanita Mesir Purba, juga mencukur rambutnya, berhubung dengan iklim panas dan alasan kebersihan dan kesehatan. Mereka menggunakan wig sebagai pengganti rambut aslinya. Hanya para pendeta dan para budak saja yang harus mencukur rambutnya tanpa diizinkan memakai wig. Dilingkungan bangsa-bangsa Anglo Saxon, rambut panjang terurai menandakan kegadisan dan kebebasan menikah. Sampai pada usia tertentu, meskipun belum juga menikah, para wanita muda tersebut dapat mengepang rambutnya. Tetapi pada hari pernikahannya, kepang harus dilepas dan rambut harus dibiarkan terurai bebas di atas bahu, sebagai perlambang kegadisannya. Setelah upacara pernikahan usai, rambut harus dipangkas pendek sebagai lambang penghambaan diri kepada suaminya. Di daratan tinggi Skotlandia masih dijumpai kebiasaan, wanita bersuami harus mengikat rambutnya dengan kain linen putih, sesuatu yang sering dipandang lebih penting daripada mengenakan cincin kawin. Sedangkan para janda diharuskan menutup rambut dengan topi hitam bertali penahan didagu. Kesemuanya itu bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui status sosial mereka, pendeta atau budak, status pernikahan mereka, masih gadis, sudah bersuami, atau sudah menjanda. Perlakuan demikian itu sangat diskriminatif terhadap kaum wanita, tetapi memang begitu kenyataannya. b. Identitas profesi Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya, para wanita penjaja seks yang dalam lingkungan kekaisaran Romawi diberi status legal, dilindungi dan dipungut pajak, diharuskan mewarnai kuning rambutnya sebagai identitas profesinya. Pewarnaan dapat menggunakan ramuan pewarna rambut zaman itu, atau menggunakan wig berwarna kuning. Ratu Messalina (circa 48 M) istri kaisar Claudius I (10 SM- 54 M) yang terkenal akan gairah seksualnya, menggunakan wig berwarna kuning agar dapat bebas pergi ke lorong-lorong kota Roma guna mendapatkan kawan berkencan. Tetapi Ratu ini cukup ceroboh dengan sering meninggalkan wig ditempat kencannya. Akibatnya, beberapa hari kemudian selalu ada saja pria berbeda yang mengantarkan wig tersebut ke istana. Ratu yang konon sangat cantik itu kemudian harus mengalami nasib tragis dihukum mati atas perintah suaminya, Kaisar Claudius I. bukan hanya karena penyelewengannya saja, tetapi lebih dikarenakan ketika Kaisar Claudius I berada di luar Roma, Messalina mengumumkan secara terbuka rencana pernikahannya dengan Galius Silius, termasuk niatnya menjadikan pria tersebut sebagai pengganti Kaisar Claudius I. Hingga di zaman modern ini, tata rambut sebagai identitas profesi masih dapat dilihat dilingkungan kerajaan Inggris. Ketua Parlemen, para pejabat peradilan seperti hakim, jaksa dan penasihat hukum harus menggunakan tata rambut tertentu, yang untuk kepraktisannya kini sudah dibentuk sebagai wig desain khusus. Wig itu harus dikenakan saat menjalankan profesinya. Selain itu, dilingkungan kaum pria yang berprofesi seniman, pelukis, pemusik, penulis, penyair dan pemikir, terdapat kebiasaan memelihara panjang rambutnya. Ini bukan berarti ingin tampak eksentrik, melainkan lebih merupakan manifestasi kejiwaan, bahwa mereka adalah kaum penganut azas kebebasan dan kemandirian. Sebab tanpa kebebasan dan kemandirian, karya seni dan temuan ilmiah sulit dilahirkan. Mengapa harus berambut panjang ? Karena rambut pendek apalagi yang pendek sekali sudah terlanjur menjadi simbol pengekangan, pendisiplinan dan hilangnya kebebasan. Hal ini tercermin dari adanya keharusan berambut pendek dilingkungan narapidana, dilingkungan siswa sekolah, dilingkungan biarawan dan biarawati dan dilingkungan anggota angkatan bersenjata. c. Menunjang penampilan Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan, terutama oleh para kekasih gelap, yang memandang istri resmi sebagai pesaing utama. Berhubung ketika itu teknologi komunikasi belum berkembang, maka mode yang digunakan kaum kelas atas mampu bertahan sangat lama. Tetapi dengan tumbuhnya masyarakat kelas menengah yang mampu membayar penata rambut dan sejalan dengan sifat manusiawi yang menyukai dirinya dipandang sebagai bagian dari kelas yang berkuasa, maka mode dari tata rambut kaum kelas atas, juga mulai ditiru dimana-mana. Keadaan ini memaksa para penata rambut istana untuk membuat desain tata rambut yang baru lagi. Tidak lama kemudian, mode tersebut juga menyebar ke masyarakat luas, sehingga harus dibuat mode yang baru lagi, begitulah seterusnya. Berkembangnya peradaban dan ketika manusia makin menyadari betapa pentingnya penampilan sebagai penunjang keberhasilan, maka fungsi alami rambut sebagaimana disebut di atas, satu per satu mulai tergeser oleh fungsi utamanya sekarang, yaitu sebagai penunjang penampilan. Untuk itu sangat dibutuhkan pilihan yang jeli, tepat dan sesuai dengan kondisi orang tersebut (status, tujuan, waktu, umur) dan sebagainya. D. Kelainan-kelainan Kulit Kepala dan Rambut Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu. Dengan perkembangan teknologi tersebut, baik berupa alat-alat untuk memeriksa atau mengenal maupun penemuan-penemuan berupa bahan- bahan yang dipergunakan untuk pencegahan berbagai penyakit rambut serta pengobatannya, maka jelas dapat membantu setiap orang yang mengalami berbagai masalah rambut tersebut. Setiap orang mengalami berbagai masalah rambut dan kulit kepala, yang sering diistilahkan dengan "Patalogi Rambut". Dengan demikian patalogi rambut itu adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengetahui keadaan rambut yang tidak sehat. Maksudnya apakah pada pertumbuhan rambut terdapat gangguan yang berupa kelainan-kelainan baik pada kulit kepala ataupun pada rambut itu sendiri. Hal ini tentu akan memudahkan kita dalam memilih bahan-bahan/obat-obatan yang dibutuhkan rambut, alat-alat yang mendukung, serta cara pemakaiannya dengan tepat dan benar. Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan. 1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut: a. Bakteri atau mikroba Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa; 1) Bisul (furunkulosis) Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok. 2) Bisul batu (karbunkulosis) Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen. b. Dermatitis papilaris capillitii Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus. c. Kelainan karena infeksi jamur Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan. d. Peradangan menahun Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus. e. Serangga Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak langsung. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder. Kasus- kasus berat dapat berupa abses ataupun borok yang banyak dijumpai di daerah belakang kepala. Rambut di daerah ini kering dan kusam, bahkan dapat bergumpal-gumpal karena nanah yang mengering sehingga berbau busuk. Telur-telur kutu (nits) melekat pada pangkal batang rambut, umumnya di daerah belakang telinga. f. Sindap/ketombe Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan. Berdasarkan wujudnya sindap terbagi atas 2 bagian; 1) Sindap kering (pityriasis capitis simples) Sindap kering dapat dilihat dengan tanda yaitu adanya sisik-sisik berwarna putih hingga kuning dan kehitam-hitaman, mengkilat serta kering pada kulit kepala. Akibat dari sindap kering ini adalah sangat gatal, rambut rontok karena terganggu pertumbuhannya. Tentu dalam hal ini tugas kulit kepala mendapat rintangan. Apa sebenarnya penyebab dari sindap ini ?. Dari beberapa pendapat baik para dokter seperti Darmohusodo (1980:158) maupun Tranggono (1987:7) serta ahli kosmetik Tilaar (1981:45) mengatakan bahwa: Sindap tersebut disebabkan oleh jamur. Jamur itu jatuh dari atas kepala atau pindahan dari sisir rambut, maka ia akan berkembang biak. Dan akan sangat mudah sekali berkembangnya, apabila daya tahan tubuh kita sedang menurun. Jamur akan mengganggu fisiologi kulit dan akan menyebabkan proses pembentukan stratum corneum yang terjadi lebih cepat, hingga terdapat sisik-sisik sindap yang bertumpuk. Di samping itu jamur ini juga mengganggu fisiologi kelenjar sebaceus dan bisa menjadi lebih aktif atau sebaliknya. Seandainya higiene rambut atau kulit kepala kurang baik, merupakan faktor yang sangat memudahkan untuk berkembang biaknya jamur tersebut. 2) Sindap basah (pityriasis steatoides) Tanda-tanda dari sindap basah adalah berupa sisik-sisik berwarna seperti juga sindap kering, tetapi bukan kering melainkan basah. Ciri-ciri yang lain sama seperti sindap kering dan akibat yang ditimbulkannya. Sindap basah banyak terjadi pada orang yang memiliki jenis kulit kepala dan rambut berminyak dan kurang memperhatikan kebersihannya sehingga kadang-kadang sindap basah ini agak berbau dibandingkan sindap kering. Di samping itu rambut lebih susah dalam penataannya. g. Tinea capitis/kadas/ringworm Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama. Menurut ahli kedokteran penyakit ini banyak menyerang bagian barat daya Amerika Serikat dan Eropa Timur. Selain dari tanda-tanda itu ada lagi tanda yang berupa kerak berbentuk mangkok (cekung), berwarna kuning. Kerak ini ada yang kering dan ada pula yang basah. Penyakit ini sangat gatal dan disertai dengan kerontokan rambut, baunya sangat tidak sedap seperti kencing tikus. Hal ini akan diperburuk lagi apabila terlalu banyak memakan makanan yang berlemak, keringat yang banyak dan pikiran stress. h. Scobiosis Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang. Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan. Penyakit ini lebih dulu menyerang kulit kepala. Jelas mengganggu pertumbuhan rambut dan penampilan seseorang. i. Piodra Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa. Gambar. 2.6. Bentuk Piodra Yang Melekat Pada Rambut Sumber : Rostamailis (2005) Piodra ini merupakan penyakit endemis yang disebabkan oleh kelembaban udara ditempat-tempat tertentu. Karena itu sering ditemukan penderitanya pada orang-orang yang gemar berenang. 2. Kelainan-kelainan Pada Rambut Kelainan-kelainan pada rambut dapat terjadi pada batang rambut atau akar rambut, dimana penyebabnya dapat saja berasal dari luar maupun dari dalam badan. Gangguan pada akar rambut secara otomatis akan menyebabkan gangguan pada batang rambut, sedangkan gangguan pada batang rambut belum tentu sampai menyebabkan gangguan pada akar rambut. Tranggono (1992:21) menjelaskan, bahwa kelainan-kelainan pada batang rambut yang tidak sampai mempengaruhi akar rambut, misalnya batang rambut yang terbelah ujungnya, kekeringan dan kekusaman akibat berjemur disinar matahari, rapuh karena tindakan pengeringan dengan alat-alat yang panas (blow-dry), pengeritingan, pelurusan, pewarnaan dan sasakan. Sementara itu kelainan-kelainan rambut yang dapat sampai mempengaruhi akar rambut, misalnya rambut yang kusut sehingga waktu disisir banyak yang putus atau tercabut dengan akar rambutnya, infeksi karena jamur dan kuman serta keracunan bahan-bahan kimia atau cat rambut yang sampai ke akar rambut. Kelainan-kelainan pada akar rambut kebanyakan disebabkan oleh faktor-faktor yang datang dari dalam badan antara lain: * Karena demam. Hal ini akan menyebabkan kentalnya darah, di samping itu penguapan air sel, yang disebut juga dengan dedikasi, sehingga menyebabkan akar rambut rontok dan kusam. * Gangguan keseimbangan hormon. Bila hormon tidak seimbang atau mengalami gangguan, maka hal ini akan menampakkan kelainan pada akar rambut dan kulit kepala. * Ketidakseimbangan makanan. Makanan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut. Orang yang menu makanannya tidak seimbang atau menyukai makanan-makanan yang disenangi saja atau kekurangan protein maupun kelebihan vitamin A, jelas akan membuat kelainan-kelainan pada rambut. * Keracunan makanan atau obat. Misalnya banyak menelan obat-obat kanker. Hal ini akan menyebabkan kerontokan rambut. Sehubungan dengan beberapa kelainan yang sering ditemukan pada rambut manusia, apakah kelainan itu datang dari dalam maupun yang datang dari luar seperti yang telah dijelaskan, maka apabila kelainan- kelainan tersebut kurang diperhatikan tentu akan berubah menjadi penyakit, baik itu penyakit rambut atau bahkan meluas menjadi penyakit kulit kepala. Berkaitan dengan penjelasan di atas tentang kelainan-kelainan yang ditemukan pada kulit kepala dan rambut, maka bila kita kurang memperhatikan tentu akan berakibat lebih fatal terhadap kondisi rambut. Kelainan-kelainan pada rambut haruslah mendapat perhatian khusus, bila kita menginginkan rambut sehat dan subur. Adapun beberapa kelainan yang menyerang rambut, walaupun kelainan-kelainan ini terkelompok tidak menular, kelainan-kelainan adalah sebagai berikut: a. Penyakit mutiara, ialah semacam benda-benda kecil yang melekat pada rambut, bentuknya bulat berwarna abu-abu agak kepurih- putihan. Ditempat ini rambut mudah patah dan ujungnya berbelah. Biasanya disebabkan oleh kurang bersihnya pada saat pencucian rambut atau adanya sisa-sisa zat kimia seperti shampo, hair spray (bahan-bahan kosmetika untuk penataan rambut). Di samping itu yang paling mendasar lagi adalah adanya kerusakan pada lapisan batang rambut. b. Cinities adalah istilah untuk rambut beruban (rambut putih). Rambut uban terjadi bila zat warna/pigmen rambut mulai menghilang terdesak oleh hawa. Kondisi rambut uban dapat terjadi karena faktor usia, cacat bawaan, keturunan, dan sebagainya. Di samping itu penyebab cinities ini juga karena suatu penyakit misalnya lepra atau goncangan jiwa yang tiba-tiba, banyak pikiran dan sebagainya. Cinities ada 2 macam yaitu: 1) Congenital Cinities, ini terjadi sejak lahir. Jadi pada rambutnya tidak ada zat warna (pigmen) dan kadang-kadang dia terdapat disekelompok rambut kepala. 2) Acquire Cinities, muncul setelah orang mulai berumur atau menjelang usia dewasa. Biasanya ini disebabkan oleh depresi mental, kecemasan, nervous, sakit yang lama atau sakit turunan. c. Trichoclasia adalah penyakit rambut yang ditandai dengan timbulnya simpul-simpul pada batang rambut yang berwarna putih-putih seperti penyakit mutiara. Ini disebabkan karena matrix rambut terganggu. Bila selang seling putih-putih tersebut sudah mulai muncul, maka rambut akan mudah putus-putus (rapuh), karena tidak mendapat oksigen yang merata pada setiap batang rambut. d. Trichoptilosis, ialah keadaan dari ujung rambut yang pecah-pecah menyerupai serabut. Hal ini timbul karena kurang perawatan, di samping itu juga disebabkan gizi yang tidak seimbang, cara pemakaian kosmetika yang kurang cocok/tidak tepat, sering terkena terik matahari dan terlalu sering menggunakan alat-alat listrik untuk perawatan rambut. e. Hypertrichosis/hirsutisme adalah suatu istilah untuk rambut yang tumbuh melebar dan tebal secara berlebih. f. Trichorhexis Nodosa ialah rambut yang pada jarak tertentu membesar, menonjol/menebal dan didekat benjolan itu rambut pecah seperti serabut pada bagian ujungnya dan kadang terjadi simpul- simpul. Hal ini disebabkan karena rambut kekurangan minyak dan zat protein, sehingga terjadi kemunduran pada kualitas keratin batang rambut. Perhatikanlah gambar berikut ini: Gambar. 2.7. Bentuk Penyakit Rambut Dari Trichorhexis Nodosa Sumber : Rostamailis (2005) g. Monilethri/monilethria ialah pada jarak tertentu dibatang rambut tumbuh semacam kelainan pada batang rambut tersebut yakni tumbuh rambut secara menebal dan kemudian menipis lalu putus- putus, setelah itu ujung-ujung rambut juga seperti serabut. Biasanya bila rambut mengalami hal seperti itu, maka kulit kepala menjadi kering. Penyebab yang utama adalah karena keturunan. h. Alopecia, atau disebut kebotakan adalah kelainan rambut rontok secara terus menerus hingga kepala mengalami kebotakan, yang sering mengalami kerontokan yang berakibat botak. Sesuai dengan tipe kebotakan maka terdapat berbagai alopecia antara lain: 1) Alopecia areata ialah, kebotakan yang terjadi pada tempat-tempat tertentu, berbentuk bulatan-bulatan atau diistilahkan juga dengan kebotakan setempat. 2) Alopecia adusta ialah, kebotakan yang disebabkan oleh pembawaan (botak asli) sejak lahir. Keadaan botak ini bisa seluruhnya atau sebagian dari rambut dikepala. 3) Alopecia senetis ialah, kebotakan yang terjadi karena faktor usia, yaitu pada umur yang sudah semakin tua, rambut yang rontok tidak tumbuh lagi. 4) Alopecia sebor heica capitis ialah, rambut rontok terus menerus. Hal ini juga disebabkan oleh karena adanya gangguan penyakit pada kelenjar minyak (kelenjar sebasea) 5) Alopecia cecatricata ialah, karena sesuatu hal (misalnya sakit dan lain-lain), sehingga kulit tidak wajar keadaannya. Tanda-tandanya yaitu; timbulnya lingkaran-lingkaran atau berbentuk lonjong bahkan ada juga yang tidak teratur. 6) Alopecia dynamica ialah, kerontokan rambut karena kerusakan pada folicle, ini diakibatkan oleh suatu infeksi yang menyerang follicula atau karena proses penyakit lain misalnya karena akibat infeksi jamur. Alopecia dynamica sama dengan alopecia follicularis, rusaknya folicle rambut sehingga rambut jadi sakit. 7) Alopecia syphylitica ialah, kerontokan rambut akibat syphilis. 8) Alopecia localis ialah, rambut rontok setempat, biasanya disebabkan oleh gangguan pada urat saraf yang berada di sekitar daerah yang rontok tersebut (terkena benturan keras). 9) Alopecia moligua ialah, sebutan bagi sejenis alopecia tetapi lebih parah dan menetap. 10) Alopecia universatis ialah, kerontokan rambut secara massal (seluruh tubuh). Ini disebabkan karena menderita sakit yang agak parah. Misalnya demam typhus dan sebagainya. 11) Alopecia adnoda yakni, kerontokan rambut karena pembawaan (botak asli). 12) Alopecia prematura artinya kerontokan rambut pada usia yang masih muda (belum waktunya). Alopecia prematura ini terbagi pula atas 2 jenis yaitu; alopecia prematura idiophatica adalah rambut rontok dimulai pada tiap-tiap waktu sebelum pertengahan umur. Sedangkan alopecia prematura synato neatika ialah kerontokan yang diderita karena sakit, ini bisa menyerang sebagian badan atau kepala bahkan bisa secara keseluruhan. Untuk itu setiap orang yang menderita penyakit alopecia ini seharusnya mengatahui penyebabnya. Alopecia secara umum disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: 1) Makan yang kurang teratur, tentu kesehatan akan terganggu, sehingga menyebabkan tubuh mengidap/kekurangan zat kapur, vitamin-vitamin, kurang darah, kelenjar-kelenjar dalam tubuh tidak bekerja dengan baik atau karena penyakit infeksi seperti tifus atau sifilis. 2) Karena sering mengalami penyakit rambut seperti penyakit mutiara dan lain sebagainya. 3) Mengidap penyakit kulit kepala misalnya ketombe atau tinea. 4) Keadaan fisik yaitu ketegangan saraf yang berlangsung lama, banyak pikiran, atau mental mengalami stress. 5) Karena keadaan mekanis, terus menerus memakai topi/tutup kepala yang ketat atau tidak memberi udara sama sekali buat rambut. 6) Faktor keturunan, hal ini termasuk faktor yang agak susah dalam pengobatan. 3. Pencegahan Penyakit Kulit Kepala dan Rambut Agar setiap penyakit kulit kepala dan rambut baik yang termasuk kelompok menular maupun yang tidak menular, dapat dihindari tentulah kita harus memahami penyebab penyakit tersebut. Seperti telah diuraikan di depan bahwa suatu penyakit untuk pindah (menular) lalu berkembang sangatlah mudah sedangkan untuk pengobatan tentu akan merepotkan, oleh karena itu pokok utama yang harus diperhatikan sebagai tindakan pencegahannya adalah sebagai berikut: a. Rambut dan kulit kepala haruslah selalu dalam keadaan bersih. b. Semua peralatan yang dipergunakan haruslah bersih dan steril (perhatikanlah sanitasi alat-alat). Setidaknya satu kali dalam dua hari harus dicuci bersih dan bila perlu memakai air panas untuk beberapa alat tertentu seperti sisir, jepitan kawat, dan sebagainya. c. Usahakan alat-alat untuk perawatan rambut (alat-alat tertentu, seperti sisir, jepitan, sisir blow ataupun tutup kepala tidak dipakai oleh orang lain/sembarang orang, karena akan sangat mudah untuk menularnya penyakit-penyakit rambut. d. Bila terlihat tanda-tanda seperti jamur dikulit kepala, secepatnya diobati dengan obat anti jamur. Atau bila sudah terlihat kelainan- kelainan pada rambut seperti putih-putih atau patah-patah lalu menyerupai serabut, lakukanlah perawatan berkala secara teratur dan pilihlah bahan kosmetika untuk perawatan yang sesuai seperti krim atau minyak. e. Bagi orang yang menyenangi binatang piaraan seharusnyalah memelihara bianatang tersebut dengan benar, misalnya mengatur makanan baik tempat ia makan maupun yang dimakannya, tempat kotorannya (tidak disembarang tempat), pengaturan mandinya, dan tempat tinggal/kandangnya. Ini semua bertujuan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui kutu/kotorannya. Biasanya kutu-kutu binatang akan pindah tempat kekulit kepala manusia lalu ia bersarang dan terjadi peradangan dan akhirnya berkembang biak dikepala. Hal ini tentu saja mengganggu pertumbuhan rambut. f. Untuk orang-orang yang gemar berenang, bila berenang dikolam renang umum, hendaklah berhati-hati dan selalu memakai tutup kepala. Ini bertujuan untuk menghindari gangguan penyakit piodra yang mengganggu kesuburan rambut. g. Bagi penderita kulit kepala yang termasuk kelompok trichophyton baik disebabkan oleh jamur maupun oleh eksim seperti telah diterangkan sebelumnya, maka paling penting kita ketahui untuk pencegahannya yaitu dengan menghindari/mencegah bila terlihat tanda-tanda bercak- bercak. Apalagi bila diiringi dengan warna kuning dan basah, secepatnyalah berobat dan menghindari makanan yang berlemak, menghindari pikiran-pikiran stress dan menghindari banyaknya keringat keluar. h. Memperhatikan gizi yang seimbang dalam kehidupan sehari-hari untuk pertumbuhan rambut sehat. Penerapan Anatomi Kulit Kepala dan Rambut Terhadap Pencapaian Kesehatan Sebagaimana telah dijelaskan pada bahagian terdahulu tentang anatomi secara keseluruhan baik masalah kulit kepala maupun yang berhubungan dengan rambut. Anatomi yang berarti adalah susunan dari kulit kepala dan rambut, maka di dalam perawatan kulit kepala dan rambut haruslah disesuaikan dengan situasi anatomi itu sendiri. Berkaitan dengan bidang kesehatan dan kecantikan rambut, maka anatomi kulit kepala dan rambut merupakan pengetahuan yang harus diterapkan pada setiap pekerjaan yang berhubungan dengan tata kecantikan rambut. Sebagai contoh dalam perawatan kulit kepala dan rambut, mewarnai rambut, mengeriting ataupun menata rambut, maka dalam penerapannya seorang ahli kecantikan harus dapat menganalisa kondisi dan karakteristik rambut pelanggan seperti: jenis kulit kepala dan rambut, diameter, elastisitas, tekstur, porositas, tingkat kesuburan, bentuk, warna, panjang pendeknya rambut dan kelainan-kelainan yang ada pada kulit kepala dan rambut. Analisa kulit kepala dan rambut dapat dilakukan dengan cara wawancara pada pelanggan, pengamatan dan perabaan kulit kepala dan rambut. Melalui pengamatan dan perabaan kita dapat mengetahui berbagai kondisi sebagai berikut : 1. Jenis Kulit Kepala dan Rambut Jenis kulit kepala dan rambut dapat dibedakan atas; jenis kulit kepala dan rambut yang normal, jenis kulit kepala dan rambut yang berminyak serta jenis kulit kepala dan rambut yang kering. 2. Diameter Rambut Diameter rambut adalah merupakan besar kecilnya batang rambut, dimana hal ini dapat dibedakan atas, halus, sedang dan kasar. 3. Elastisitas Rambut Elastisitas rambut merupakan sifat batang rambut yang dapat menentukan keberhasilan dalam penataan rambut. Elastisitas rambut dibedakan atas, elastisitas yang baik, sedang dan buruk. 4. Porositas Rambut Porositas rambut adalah merupakan kondisi-kondisi yang ditentukan oleh cuticula rambut. Untuk cuticula yang sangat terbuka maka kondisi rambut ini dikatakan porus, sedangkan cuticula yang sangat tertutup rambut tersebut dikatakan resistant atau porositas yang sangat jelek. 5. Tingkat Kesuburan Rambut Tingkat kesuburan rambut dapat menentukan tebal tipisnya pertumbuhan dari rambut. 6. Warna Rambut Warna rambut ditentukan oleh zat pigmen yang ada pada batang rambut. Setiap orang memiliki warna rambut yang berbeda-beda seperti ; adanya rambut yang bewarna merah, rambut yang bewarna kecoklat- coklatan, rambut yang bewarna coklat, rambut yang bewarna kuning sampai rambut yang bewarna hitam. 7. Panjang Pendek Rambut Panjang pendeknya rambut dapat dibedakan atas; rambut dikatakan pendek adalah apabila kepanjangannya mencapai tengkuk, sedangkan pada bahu dikatakan panjangnya tersebut melebihi dari bahu maka disebut rambut panjang. 8. Kelainan yang Ada Pada Kulit Kepala dan Rambut Kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut dapat dilihat apakah hal tersebut merupakan kontra indikasi atau hanya kelainan biasa dalam arti apakah perawatan ataupun penataan dapat dilakukan. F. Uji Kompetensi Guna mengukur kemampuan siswa dalam kompetensi anatomi dan fisiologi rambut sebagai dasar pengetahuan dalam tata kecantikan rambut, perlu diberikan tes kompetensi. Kompetensi yang diharapkan dari materi di atas adalah: 1. Menerapkan pengetahuan struktur dan fungsi rambut. 2. Mengidentifikasi/mengelompokkan kelainan-kelainan rambut. 3. Menerapkan pengetahuan anatomi, struktur dan fungsi rambut. 4. Menerapkan pengetahuan fisiologi rambut. * Kompetensi ini diperlukan untuk melakukan perawatan kulit kepala dan rambut. * Soal: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar. 1. Jelaskanlah struktur dan fungsi rambut.! 2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan rambut.? 3. Jelaskanlah kelainan-kelainan yang terjadi pada kulit kepala dan rambut.! 4. Apa tujuan melakukan diagnosa kulit kepala dan rambut.? Jelaskanlah! * Tugas kelompok Siswa melakukan analisa kulit kepala dan rambut pada model (minimal 4 orang yang berbeda). Masing-masing kelompok berjumlah 2 orang. * Tugas Mandiri Siswa mengelompokkan kelainan-kelainan yang ada pada kulit kepala dan rambut.