| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

BAB III_Sanggul di Sulawesi dan Bali
FileName : BAB III_Sanggul di Sulawesi dan Bali.doc
FileType : application/msword
FileSize : 3.29 MB
Download



Plain Text Preview

BAB III PENATAAN SANGGUL TRADISIONAL DI SULAWESI DAN BALI A. Cakupan Materi Sulawesi dan Bali merupakan daerah Indonesia bagian Tengah, letak geografis Sulawesi yang berada di sebelah utara Bali merupakan pulau yang memiliki keragaman budaya. Sulawesi memiliki budaya yang sangat unik, di Sulawesi Selatan dahulu merupakan suatu daerah yang memiki beberapa kerjaan, seperti kerajaan Bugis, Kerajaan Gowa, kerajaan Toraja serta Kerajaan Mandar. Dari Sulawesi bagian Utara juga memiliki kerajaan Gorontalo dan di Sulawesi bagian tenggara memiliki kerajaan Buton. Seperti telah diketahui bahwa disetiap kerajaan atau komunitas eksklusif biasa memiliki trend center sendiri, begitupun dengan trend centre sanggul. Namun sayangnya hanya sedikit saja orang-orang yang mau melestarikan seni menata rambut tradisional di daerah tersebut. Sungguhpun demikian sampai saat ini masih terdapat penataan rambut atau sanggul yang telah dibakukan menjadi sanggul daerah, dan biasa digunakan oleh masyarakat untguk acara-acara atau kesempatan khusus. Bali adalah salah satu pulau di Indonesian Tengah yang menjadi tujuan wisata dari seluruh dunia. Sealain memiliki panorama yang indah, Bali juga memiliki seni budaya yang tinggi. Bali adalah pulau Dewata dimana sebagian besar masyarakatnya menganut agama Hindu, di dalam kehidupan masyarakat seni menata rambut adalah suatu hal yang biasa dilakukan. Hampir disetiap kesempatan masyarakat menggunakan sanggul tradisional untuk keperluan upacara. Sehingga perkembangan sanggul di Bali tidak mengalami penyusutan. Bahkan saat ini perkembangan sanggul tradisional mengalami modifikasi bentuk tanpa meninggalkan bentuk aslinya dengan alasan keindahan. B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari Bab III ini, mahasiswa diharapkan dapat: a. Menyebutkan aksesoris pada penataan sanggul di pulau Sulawesi dqan Bali dengan benar. b. Menjelaskan sejarah perkembangan sanggul di pulau Sulawesi dan Bali dengan runtut. c. Menyebutkan dan menjelaskan langkah kerja dalam penataan sanggul di pulau Sulawesi dan Bali dengan tepat d. Mempraktekkan pembuatan dan penataan sanggul di pulau Sulawesi dan Bali dengan benar. C. Materi KONDE PINGKAN MINAHASA, SULAWESI UTARA Konde Pingkan adalah konde yang biasa di pakai oleh si Pingkan, nama seorang gadis dari Minahasa yang memiliki rambut sangat panjang dan selalu dikepang (di cako) dua, yang selanjut di putarkan dan diikat sedemikian rupa. Saat ini sanggul Pingkan dijadikan salah satu sanggul daerah di Minahasa. Untuk kesempatan pesta dan sehari-hari tatanan rambutnya dibuat sedemikian rupa dengan hiasan bunga mawar merah yang disematkan pada bagian kiri untuk gadis yang belum menikah, sedangkan bunga mawar yang disematkan disebelah kanan adalah untuk wanita yang telah menikah. Sedangkan bentuk sanggul Pingkan untuk wanita dewasa (ibu-ibu) adalah kepangan rambut (hanya satu) yang kemudian di putarkan pada bagian bawah belakang kepala. Aksesoris Sekuntum Bunga Mawar, yang warnanya disesuaikan dengan warna pakaian. Alat dan Bahan 1. Aneka Sisir 2. Aneka Jepit 3. Harnal 4. Kepangan Rambut 2 buah 5. Hair Spray Cara Pembuatan 1. Sasak seluruh bagian rambut hingga agak mengembung, yang besarnya disesuaikan dengan bentuk wajah serta badan. 2. Sisir semua rambut kearah belakang kepala, hingga tengkuk 3. Pada bagian bawah rambut (yang berada pada hairline) rambut dibagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan, ikat. 4. Apabila rambutnya panjang, kepanglah rambut, apabila rambutnya pendek, pasangkan kepangan rambut, ikat dengan kuat. (Gambar 1) Gambar 1 5. Putarkan kepangan tersebut, membentuk pusaran rambut, lakukan pada bagian lainnya. (Gambar 2) Gambar 2 6. Kencangkan dengan harnal dan jepit. Rapikan dengan hair spray. 7. Pasangkan bunga mawar disebelah kiri. 8. Putaran kepangan rambut akan terlihat dari depan. PUNGUT TETEMBU TOLI-TOLI, SULAWESI TENGAH Pungut Tetembu adalah sanggul yang berbentuk bulan sabit, dimana pada masyarakat Toli-Toli bentuk tetembu ini replica dari pelepah pohon palm. Masyarakat Toli-toli sangat terbantu dengan adanya pelepah pohon palm ini karena dengan pelepah tersebut masyarakat dapat terbantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti mengambil air dan lain sebagainya. Sanggul ini biasa digunakan untuk acara resmi ataupun dikenakan oleh pengantin. Hanya saja aksesoris yang dikenakan oleh pengantin lebih banyak daripada digunakan oleh wanita-wanita biasa. Aksesoris Aksesories yang digunakan adalah OMU, yaitu hiasan yang berbentuk pohon, dengan batang berwarna hijau yang berarti suatu kebesaran, dan pohon melambangkan keteduhan. Perbedaan pengguna aksesoris ini terletak pada warnanya, yaitu: 1. Bila cabang pohon berwarna emas, maka si pemakai adalah seorang keturunan raja. 2. Bila cabang pohon berwarna perak, maka si pemakai adalah dari golongan masyarakat biasa. OMU diletakan pada tengah sanggul, antara kepala dan sanggul. Alat dan Bahan 1. Aneka Sisir 2. Aneka Jepit Rambut 3. Haarnal 4. Hair Piece ukuran L 5. Cetakan Bulan Sabit dari Kertas Dupleks (kardus) 6. Hair Spray Cara Membuat 1. Buat Cetakan Bulan Sabit pada kertas dupleks, (bila diperlukan dan untuk memudahkan, tutupi cetakan bulan sabit ini dengan menggunakan hair piece hingga seluruhnya tertutupi oleh rambut) 2. Sasak keseluruhan rambut hingga agak mengembung, kemudian sisirkan kebelakang bagian bawah , jepit pada tengah kepala belakang. (Gambar 1) Gambar 1 3. Pasangkan bentukan bulan sabit tepat ditengahnya, bagian bawah sampai batas rambut (hair line), kencangkan dengan menggunakan jepit besar. (Gambar 2) Gambar 2 4. Ambil rambut masih terurai, arahkan tiap helaian rambut menuju atas cetakan bulan sabit, lakukan hingga cetakan bulan sabit tertutupi seluruhnya oleh rambut.(Gbr 3) Gambar 3 5. Jepit dan kuatkan dengan harnal dan hair spray. 6. Pasangkan hair net. 7. Pasangkan Aksesoris (OMU) di tengah sanggul. SANGGUL TIMU TINAMBE (TOLAKI - KENDARI SULAWESI TENGGARA) Tolaki, adalah salah satu suku yang berada di Sulawesi Tenggara, selain itu masih terdapat banyak suku yaitu, Muna yang beriam di kabupaten Muna, suku Moronen, suku Wolio yang mediami kabupaten Buton, suku Kalisusu, suku Wakatabi yang bertemopat tinggal di Buton, suku Cia-Cia dan suku Wamoni. Dari banyak nya suku yang berada di propinsi Sulawasi Tenggara, diketahui terdapat dua jenis sangul yang digunakan yaitu pada suku Tolaki memakai sanggul Timu Tinambe dan pada suku Muna menggunakan sanggul Cepol. Pada pemakaiannya sanggul ini digunakan tidak hanya untuk pengantin tetapi juga digunakan untuk masyarakat biasa pada acara-acara resmi. Aksesoris 1. Kembang Goyang, yang diletakkan pada bagian atas sanggul. 2. Tusuk Konde berbentuk daun yang diletakkan pada kanan dan kiri sanggul Alat dan Bahan 1. Aneka Sisir 2. Aneka Jepit Rambut 3. Haarnal 4. Cemara Rambut Ukuran 60 cm / 2 bh hair piece ukuran L 5. Hair Spray Cara Membuat 1. Rambut bagian depan di sasak, disesuaikan dengan bentuk wajah. 2. Kemudian rambut di sisir menuju bagian belakang kepala, ikat diatas 2 jari dari batas pertumbuhan rambut. 3. Rambut yang sudah diikat tersebut di bagi menjadi dua bagian, bagian atas dan bagian bawah. Bila rambut pendek dapat memakai tambahan cemara rambut sepanjang 60 cm atau 2 buah hair piece ukuran L, rambut asli di letakkan pada bagian atas. Dan cemara rambut menjadi bagian bawah. (Gambar 1) Gambar 1 4. Rambut bagian bawah dibagi lagi menjadi 2 bagian, kiri dan kanan, masing-masing bagian ini dijepit dengan jepit hitam, sejajar dengan pangkal ikatan rambut, sepanjang lebar tangan. (batas pertumbuhan rambut samping). (Gambar 1) 5. Kemudian lipat bagian rambut tersebut menuju tengah, lakukan hal yang sama pada bagian rambut lainnya. Sisa rambut terletak di tengah ikatan rambut selipkan di belakang sanggul. (Gambar 2) Gambar 2 6. Turunkan rambut bagian atas, (rambut asli) sisir dan rapikan membentuk pipihan selebar 3-4 jari. Kemudian tarik ke bagian bawah sanggul, sisa rambut di selipkan di bagian belakang sanggul. Jepit dengan kuat dan beri hair spray. (Gambar 3) Gambar 3 7. Bentuk sanggul menyerupai pita. Kemudian sematkan kembang goyang dan tusuk konde yang berbentuk daun pada kiri dan kanan sanggul. (Gambar 4) Gambar 4 SIMPOLONG TATTONG (BUGIS, SULAWESI SELATAN) Simpolong yang berarti Sanggul dan Tattong artinya berdiri, jadi Simpolong Tattong adalah snggul yang berdiri. Tatong atau bentuk sanggul yang berdiri disini diibaratkan sebagai tanduk kerbau. Tanduk kerbau bagi masyarakat Sulawesi Selatan menunjukkan status social yang tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa wanita Bugis adalah wanita yang berkedudukan tinggi. Dan pengantin yang menggenakan Simpolong Tattong merupakan perwujudan penghormatan tersebut. Aksesoris 1. Bunga Sibali atau Pattodo Sibali, yaitu bunga yang terbuat dari emas dan diletakkan pada kanan dan kiri sanggul. 2. Bunga mawar, aster, melati (bunga setaman) yang etrdiri dari lima warna, diletakkan kanan dan kiri sanggul sebelah bawah. 3. Kembang Pinang Goyang yang terbuat dari emas, banyaknya tergantung dari tingkat social, bagi bangsawan menegah jumlah 9. Sedangkan bagi masyarakat biasa hanya mengenakan 3 atau 5 buah. 4. Patinra atau bando yang etrbuat dari emas dan berbentuk bunga-bunga. 5. Kuntum melati yang diletakkan di depan bando, Baris pertam sebanyak 5 kuntum dan baris kedua sebanyak 7 kuntum. Bila bunga melati mekar di kepala maka itu merupakan pertanda baik bagi sang pemakai. 6. Hiasan penutup sanggul yang bentungnya seperti Tattong, bagi bangsawan mengenakan hiasan Tattong ini terbuat dari emas dan bagi masyarakat biasa terbuat dari tanduk. Alat dan Bahan 1. Aneka sisir 2. Aneka jepit rambut 3. Harnal 4. Hair net 5. Cemara 100 - 120 cm 6. Hair Spray Langkah Kerja 1. Rambut dalam keadaan bersih, Rambut ditarik kebelakang kepala, dan sisakan rambut depan untuk lungseng. 2. Ikat rambut denga kuat dan pasangkan cemara 100 - 120 cm dengan kuat. Dengan jarak 5 jari dari batas pertumbuhan rambut. (Gambar 1) Gambar 1 3. Pada ikatan rambut belakang, rambut asli di pisahkan dari cemara dan dibagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan.(Gambar 2) Gambar 2 4. Pilin rambut cemara dan ukur sepanjang satu jengkal, kemudian rambut cemara dilipat dan dililitkan kebawah hingga dapat berdiri, sisa cemara rambut dililitkan dan diikat pada pangkal sanggul. (Gambar 3) Gambar 3 5. Bagian rambut asli dililitkan pada pangkal sanggul. Sisa dari rambut asli dijadikan bukle pada kiri kanan sanggul, sebagai hiasan. Gambar 4 Gambar 4 6. Pasangkan Aksesories sesuai pada tempatnya. Gambar 5 & 6 Gambar 5 Gambar 6 PUSUNG TAGEL BALI Bali adalah salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, selain memiliki kekayaan alam eksotik juga memiliki budaya yang sangat unik dan khas. Dalam kehidupan masyarakat Bali, upacara adalah bagian dalam kehidupan keseharian, sehingga penggunaan sanggul sangat biasa dilakukan. Terdapat dua jenis pusung (sanggul) yaitu: 1. Pusung Gonjer, adalah sanggul yang dipakai oleh wanita yang belum menikah, remaja dan para gadis-gadis. 2. Pusung Tagel, adalah sanggul yang dipakai oleh wanita yang telah bersuami, (telah menikah). Pada Pusung Gonjer, bentuk sanggul terdiri dari dua bagian yaitu batun pusungan adalah bulatan sanggul bagian kiri dan genjeran adalah bagian sanggul sebelah kanan. Sedangkan pada Pusung Tagel sanggul bagian kiri disebut Penyawat, sanggul yang berbentuk bulatan dinamakan Batun Pusungan dan yang terletak disebelah kanan penyawat adalah Tagelan. Aksesories 1. Sisir atau mahkota, diletakkan di atas penyawat (lungsen), yang berguna untuk mengikat atau menguatkan sanggul. 2. Bunga cempaka satu tangkai diletakkan diatas mahkota 3. Bunga kantil (cempaka) yang diletakkan pada bagian kanan dan kiri pusungan. 4. Bunga semanggi di pasang disebelah atau disamping butun pusungan 5. Kompyong (sekumpulan bunga-bunga hidup, dahlia, kamboja) yang dipasang pada sebelah kanan tagelan. 6. Dan hiasan kepala ini dapat ditambahkan sesuai dengan kepentingan dan selera pemakai. Alat dan Bahan 1. Aneka sisir 2. Aneka jepit rambut 3. Harnal 4. Hair net 5. Cemara 100 - 120 cm 6. Hair Spray Langkah kerja 1. Rambut dalam keadaan bersih dan telah di pratata. Rambut kepala di bagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian lungsen, bagian depan dan bagian belakang 2. Bagian depan rambut disasak yang kemudian dibentuk sunggaran, seperti pada sunggaran Jawa. 3. Bagian belakng rambut di ikat kuat dengan karet, letaknya pas ditengah kepala bagian belakang (lima jari dari batas rambut), pasangkan cemara 100 - 120 cm dengan kuat. Gambar 1 Gambar 1 4. Pilin sedikit rambut cemara dengan rambut asli, kemudian bentuk lingkaran (batun pusungan) dengan cara memutarkan rambut kekiri bawah dan naik ke kanan atas. Gambar 2 Gambar 2 5. Ujung rambut sebelah kanan sebatas bahu di tekuk kembali ke atas dengan cara menempelkan tekukan itu disebelah kanan bagian kepala dan bentuknya lebih besar dari batun pusungan, inilah yang disebut Tagelan. Sisa rambut di selipkan pada pangkal sanggul. Gambar 3 Gambar 3 6. Kemudian tarik lungsen dan ikatkan pada tengah sanggul (pangkal sanggul), Jepit dengan kuat. 7. 8. Letakkan aksesories pada tempatnya. D. Evaluasi 1. Tes Tulis a. Sebutkan nama sanggul yang berasal dari Sulawesi Tenggara! b. Sebutkan aksesoris pada penataan sanggul Bali ! c. Jelaskan sejarah perkembangan sanggul dari Sulawesi Utara dan sebutkan nama sanggulnya ! d. Sebutkan dan jelaskan hal apakah yang membedakan penggunaan anatar Pusung Gonjer dan Pusung Tagel ! e. Sebutkan dan jelaskan langkah kerja dalam pembuatan sanggul Pungut Tetembu dengan tepat ! 2. Tes Kinerja a. Praktekkan pembuatan dan penataan sanggul Pusung Tagel dengan benar ! b. Praktekkan pembuatan dan penataan sanggul Simpolong Tattong pada model dengan tepat ! 43