| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Arus Kas
FileName : Arus Kas.pdf
FileType : application/pdf
FileSize : 83.96 KB
Download



Plain Text Preview

Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 1 Arus Kas Proyek I. Estimasi Arus Kas Pengestimasian arus kas merupakan sesuatu yang sulit karena adanya unsur ketidakpastain ( uncertainty ). Dalam menaksir arus kas setiap tahunnya selama umur ekonomis proyek, dasar yang digunakan adalah laporan rugi laba proforma/ perkiraan. Laporan rugi laba proforma dilakukan dengan cara mengadakan penaksiran terhadap komponen- komponen yang ada dalam laporan rugi laba. Dalam melakukan estimasi terhadap arus kas sebaiknya komponen pendapatan dan biaya diadakan pengestimasian sendiri- sendiri karena adanya kemungkinan laju perkembangan/ pertumbuhan keduanya seringkali tidak sama/ data yang berbeda. II. Laporan Rugi Laba Proforma Uraian Simbol Perubahan Pendapatan Penjualan ( R Perubahan Biaya Variabel ( VC Perubahan Biaya Tetap ( FCC Perubahan Penyusutan ( Dep Perubahan EBIT ( EBIT Perubahan Pengeluaran Bunga ( I Perubahan Laba Sebelum Pajak ( EBT Perubahan Pajak Perubahan Laba Bersih ( Tx ( NI Bahwa pada kolom pertama setiap uraian dari komponen arus kas terdapat kata perubahan atau dinotasikan pada kolom kedua sebagai ( ( delta). Hal ini menunjukkan selisih/ inkremental yaitu selisih antara nilai komponen arus kas sebelum dan sesudah adanya proyek yang akan dianalisis. Sebagai ilustrasi mengenai data inkremental misal saat ini PT Adiputro Malang yang bergerak dibidang karoseri mobil akan mengadakan perluasan usaha dengan cara menambah kapasitas produksinya. Selama ini kapasitas produksinya sebesar 5 .000 mobil/ tahun. Karena permintaan akhir- akhir ini terus meningkat, pihak manajemen merencanakan akan menaikkan kapasitas produksinya menjadi 7 .000 mobil/ tahun. Dengan adanya kenaikan kapasitas produksi ini jelas akan memerlukan tambahan aktiva tetap, sehingga perlu pengeluaran investasi jangka panjang. Untuk menganalisisnya digunakan semua data baik berupa komponen pendapatan maupun biaya yang berkaitan dengan penambahan kapasitas produksi sebesar 2.000 mobil/ tahun saja III. Pengelompokan Arus Kas Ada 3 kategori arus kas berdasar waktunya 1. Initial Outlay ( Investasi Awal) 2. Incremental Cash Flow ( Arus Kas Inkremental) 3. Terminal Cash Flow ( Arus Kas Penutupan) Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 2 1. Initial Outlay ( Investasi Awal) Biasanya disimbolkan tahun ke- 0 ( nol) dan merupakan arus kas yang dibutuhkan sejak perencanaan dan persiapan hingga proyek siap berjalan. Biaya- biayanya meliputi : 1. Harga pembelian, biaya pengangkutan dan instalasi aset. 2. Pengeluaran tambahan non pembelanjaan misal modal kerja ( permanen). 3. Tambahan pembelanjaan misal biaya pelatihan. 4. Dalam keputusan penggantian meliputi juga penjualan mesin lama. 2. Incremental Cash Flow ( Arus Kas Inkremental) Yaitu arus kas bersih yang dapat dihasilkan oleh suatu proyek investasi. Terjadi pada tahun pertama investasi sampai dengan satu tahun sebelum umur ekonomis proyek berakhir. Meliputi tambahan arus kas yang berasal dari pertambahan pendapatan ( revenue ) ditambah penghematan material dan tenaga kerja, dan setelah dikurangi biaya penjualan. Perinciannya sebagai berikut : 1. Tambahan pendapatan sebagai imbalan kenaikan pengeluaran. 2. Penghematan tenaga kerja dan material 3. Pajak atas depresiasi 4. Pengeluaran bunga tidak diperhitungkan karena sudah diperhitungkan dengan tingkat hasil minimum. 3. Terminal Cash Flow ( Arus Kas Penutupan) Arus kas yang berkaitan dengan penutupan proyek meliputi nilai sisa/ residu ( salvage value ) ditambah / dikurangi keuntungan / kerugian penjualannya. Arus kas ini terjadi pada tahun terakhir umur ekonomis proyek. Misalnya pada penutupan lahan pertambangan, perusahaan harus memperbaiki kembali lingkungan dengan semestinya. Di sisi lain, beberapa pengeluaran seperti modal kerja yang digunakan pada tahap awal proyek, dan tambahan persediaan yang dibutuhkan untuk kegiatan di suatu pabrik baru, akan direkap pada akhir proyek, Begitu juga dengan nilai aset sisa, akan dimasukkan dalam arus kas penutupan ini. IV. Formula Arus Kas atau Formula di atas hanya digunakan untik menentukan arus kas dari tahun pertama hingga satu tahun sebelum umur ekonomis proyek berakhir. Untuk arus kas penutupan formula di atas perlu ditambah dengan hasil penjualan aktiva sisa dan nilai modal kerja permanen. Bila pada akhir umur ekonomis proyek dibutuhkan biaya misal untuk perbaikan kondisi lingkungan maka biaya ini harus dimasukkan sebagai pengurang. ( CF = ( 1- T) ( EBIT + ( Dep ( CF = ( 1- T) ( ( R - ( VC - ( FCC - ( Dep) + ( Dep Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 3 V. Pola Arus Kas Tahun ke Arus Kas Tahun ke- t 0 1 2 3 . . . . n xx Initial Outlay xx xx xx . Incremental Cash Flow . . . n Terminal CF Contoh : PT Aqua Golden Mississippi, Tbk. pada tahun ini merencanakan akan membuka pabrik baru di Batu, Jawa Timur. Umur proyek investasi ini diperkirakan hanya 8 tahun, dengan biaya modal keseluruhan sebesar 10%. Data keuangan yang tersedia untuk dievaluasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi meliputi perincian investasi awal, pendapatan, biaya dan data lain yang diperlukan. Komponen investasi awal meliputi data sebagai berikut : ( 1) Biaya pembebasan tanah seluas 1 hektar Rp. 5 00 juta. ( 2) Biaya pembangunan pabrik dan kantor Rp. 2 5 0 juta. ( 3) Pembelian mesin pengolahan air Rp. 7 5 0 juta. ( 4) Biaya angkut dari Korea Selatan Rp. 5 0 juta. ( 5 ) Biaya pembelian alat angkut Rp. 200 juta. ( 6) Pemasangan dan percobaan mesin Rp. 5 0 juta. ( 7 ) Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Rp. 100 juta. Data komponen pendapatan dan biaya meliputi : ( 1) Jumlah produk yang dihasilkan setiap tahun selama umur ekonomis proyek sebesar 1 juta unit. ( 2) Harga jual produk per unit tahun pertama Rp. 7 5 0 dan harga ini akan meningkat sebesar 10% setiap tahunnya. ( 3) Biaya variabel per unit pada tahun pertama sebesar Rp. 2 5 0 dan biaya variabel ini akan meningkat sebesar 10% setiap tahun selama umur ekonomis proyek. ( 4) Biaya tunai tetap selain depresiasi pada tahun pertama sebesar Rp. 100 juta dan biaya ini akan meningkat sebesar 12% setiap tahun selama umur ekonomis proyek. Data lain meliputi : ( 1) Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 200 juta ( 2) Perkiraan harga tanah pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 7 5 0 juta ( 3) Tarif pajak yangberlaku bagi proyek investasi ini setiap tahunnya 30% ( 4) Metode penyusutan yang digunakan metode garis lurus Berdasarkan data di atas, tentukan perkiraan arus kas setiap tahun selama umur ekonomisnya dan pola arus kasnya. Jawab Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 4 Langkah pertama : menghitung besarnya investasi awal ( initial outlay ) 1. Biaya pembebasan tanah seluas 1 hektar Rp. 5 00 juta 2. Biaya pembangunan pabrik dan kantor Rp. 2 5 0 juta 3. Pembelian mesin pengolahan air Rp. 7 5 0 juta 4. Biaya angkut dari Korea Selatan Rp. 5 0 juta 5 . Biaya pembelian alat angkut Rp. 200 juta 6. Pemasangan dan percobaan mesin Rp. 5 0 juta 7 . Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Rp. 100 juta 8. Biaya modal kerja permanen Biaya variabel Rp. 2 5 0 x 1 juta Rp. 2 5 0 juta Biaya tetap Rp. 100 juta Rp. 3 5 0 juta Initial Outlay Rp. 2.2 5 0 juta Langkah kedua : menghitung Incremental Cash Flow ( Arus Kas Selisih) a. Menghitung depresiasi investasi setiap tahun Tidak semua aktiva yang ada turun nilainya seperti tanah dan modal kerja permanen. Biaya perekrutan dan pelatihan diasumsikan habis nilainya pada saat umur ekonomi habis. Jadi besarnya depresiasi setiap tahun : 1. Biaya pembangunan pabrik dan kantor Rp. 2 5 0 juta 2. Pembelian mesin pengolahan air Rp. 7 5 0 juta 3. Biaya angkut dari Korea Selatan Rp. 5 0 juta 4. Biaya pembelian alat angkut Rp. 200 juta 5 . Pemasangan dan percobaan mesin Rp. 5 0 juta 6. Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Rp. 100 juta 7 . Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek ( Rp. 200 juta) Rp. 1.200 juta Depresiasi = 8 1.200juta = 1 5 0 juta b. Menghitung estimasi arus kas inkremental selama umur ekonomis proyek ( Jutaan Rupiah) Tahun Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 ( R 7 5 0 82 5 90 7 . 5 998.3 1098 1208 1329 1462 ( VC 2 5 0 2 7 5 302. 5 332.8 366 402.6 442.9 48 7 .2 ( FCC 100 100 100 100 100 100 100 100 ( Dep 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 ( EBIT 2 5 0 300 3 5 5 41 5 . 5 482.1 5 5 5 .3 63 5 .8 7 24.4 ( Tx 7 5 90 106. 5 124. 7 144.6 166.6 190. 7 21 7 .3 ( NI 1 7 5 210 248. 5 290.9 33 7 .4 388. 7 44 5 5 0 7 .1 ( Dep 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 1 5 0 ( CF 32 5 360 398. 5 440.9 48 7 .4 5 38. 7 5 9 5 6 5 7 .1 ( R2 = ( 1 juta x Rp. 7 5 0)( 1+ 10%) = 82 5 juta Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 5 ( VC2 = ( 1 juta x Rp. 2 5 0)( 1+ 10%) = 2 7 5 juta ( FCC2 = 100 juta x ( 1+ 12%) = 112 juta ( EBIT2 = ( R - ( VC - ( FCC - ( Dep = 82 5 juta - 2 7 5 juta- 112 juta - 1 5 0 juta= 288 juta ( NI2 = ( EBIT - ( Tx = 288 juta - 86,40 juta = 201,60 juta ( CF2 = ( NI + ( Dep= 201,60 juta+ 1 5 0 juta = 3 5 1,60 juta Langkah ketiga : menghitung Terminal Cash Flow ( Arus Kas Penutupan) ( CF8 Rp. 6 5 7 ,10 juta Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 200,00 juta Perkiraan harga tanah pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 7 5 0,00 juta Biaya modal kerja permanen Rp. 3 5 0,00 juta Rp. 1.9 5 7 ,10 juta Jadi pola arus kas pendirian pabrik PT Aqua Golden Mississippi, Tbk. cabang Batu Jawa Timur ( Jutaan Rupiah) Tahun Arus Kas tahun ke- t ( ( CF) 0 2.2 5 0,00 1 32 5 ,00 2 360,00 3 398, 5 0 4 440,90 5 48 7 ,40 6 5 38, 7 0 7 5 9 5 ,00 8 1.9 5 7 ,10 Soal 1. Truman Industries sedang mempertimbangkan sebuah ekspansi proyek. Peralatan yang diperlukan akan dibeli seharga $ 9 juta, dan proyek tersebut juga membutuhkan investasi awal dan modal kerja bersih sebesar $ 3 juta. Tarif pajak perusahaan adalah 40%. Berapa pengeluaran investasi awal perusahaan? 2. Eisenhower Communication sedang berupaya mengetimasikan arus kas operasi tahun pertama ( pada t= 1) untuk sebuah proyek yang diusulkan. Staf keuangan telah mengumpulkan informasi sebagai berikut : Proyeksi penjualan $ 10 juta Biaya operasi ( tidak termasuk penyusutan) $ 7 juta Penyusutan $ 2 juta Beban bunga $ 2 juta Perusahaan terkena tarif pajak sebesar 40%. Berapakah arus kas operasi proyek untuk tahun pertama ( t = 1)? 3. Direksi PT. Ever Shine Textile Indonesia, Tbk. mempertimbangkan untuk mendirikan sebuah pabrik baru lagi. Estimasi pengeluaran investasi dalam rangka pendirian pabrik baru tersebut meliputi Rp. 60 Milyar. Adapun skedul pengeluaran investasi tersebut adalah sebagai berikut : Manajemen Keuangan By Nadia Asandimitra, SE, MM Arus Kas 6 Tahun ke : Uraian Jumlah 0 Tahap pertama Rp. 5 .000.000.000,- 1 Tahap kedua Rp. 33.000.000.000,- 2 Tahap ketiga Rp. 22.000.000.000,- Jumlah investasi Rp. 60.000.000.000,- Diperkirakan life time dari pabrik tersebut adalah 10 tahun diperhitungkan sejak tahun ketiga, yaitu sesudah pabrik baru tersebut berproduksi. Metode depresiasi yang digunakan adalah straight line. Pajak perseroan ditetapkan rata- rata 5 0% per tahunnya. Adapun estimasi sales revenue dan biaya total selama 10 tahun adalah sebagai berikut : Tahun ke Sales Revenue Biaya Total ( Incl. Dep) 3 Rp. 80.000.000.000,- Rp. 7 2.000.000.000,- 4 Rp. 8 5 .000.000.000,- Rp. 7 3.000.000.000,- 5 Rp. 91.000.000.000,- Rp. 7 5 .000.000.000,- 6 Rp. 96.000.000.000,- Rp. 7 6.000.000.000,- 7 Rp. 102.000.000.000,- Rp. 7 8.000.000.000,- 8 Rp. 108.000.000.000,- Rp. 80.000.000.000,- 9 Rp. 102.000.000.000,- Rp. 7 8.000.000.000,- 10 Rp. 96.000.000.000,- Rp. 7 6.000.000.000,- 11 Rp. 91.000.000.000,- Rp. 7 5 .000.000.000,- 12 Rp. 8 5 .000.000.000,- Rp. 7 3.000.000.000,- Berdasarkan data di atas, tentukan perkiraan arus kas setiap tahun selama umur ekonomisnya dan pola arus kasnya ?