| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Portofolio 2011
FileName : Portofolio 2011.docx
FileType : application/octet-stream
FileSize : 99.13 KB
Download



Plain Text Preview

Pemilihan Portofolio Lingkup bahasan utama dalam teori portofolio adalah bagaimana melakukan pemilihan portofolio dari sekian banyak aset, untuk memaksimalkan return yang diharapkan pada tingkat resiko tertentu yang bersedia ditanggung investor. Dengan kata lain, teori portofolio membahas bagaimana caranya membentuk portofolio yang optimal. I. Beberapa Konsep Dasar Ada 3 konsep dasar untuk memahami pembentukan portofolio optimal A. Portofolio efisien dan portofolio optimal B. Fungsi utilitas dan kurva indeferen C. Aset berisiko dan aset bebas resiko A. Portofolio Efisien dan Kurva Indiferen Dalam pembentukan portofolio, investor selalu ingin memaksimalkan return yang diharapkan dengan tingkat resiko tertentu yang bersedia ditanggung atau mencapai portofolio yang menawarkan resiko rendah dengan return tertentu. Karakteristik portofolio seperti ini disebut portofolio yang efisien Untuk membentuk portofolio yang efisien, asumsi yang digunakan adalah bahwa semua investor tidak menyukai resiko (risk averse ) yaitu jika dihadapkan pada dua pilihan investasi yang menawarkan return yang sama resiko berbeda, akan cenderung memilih investasi dengan resiko yang lebih rendah. Contoh : Investasi A memiliki return 15% risiko 7%. Investasi B memiliki return 15% risiko 5%. maka investor yang risk averse akan memilih investasi B. Portofolio optimal merupakan portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada kumpulan portofolio yang efisien. Portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor yang bersangkutan terhadap return maupun resiko yang bersedia ditanggungnya. B. Fungsi Utilitas dan Kurva Indiferen Teori pilihan membahas proses pembuatan keputusan diantara dua/lebih alternatif pilihan. Salah satu konsep penting dalam teori pilihan yaitu konsep fungsi utilitas. Fungsi utilitas yaitu suatu fungsi matematis yang menunjukkan nilai dari semua alternatif pilihan yang ada. Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan, semakin tinggi utilitas alternatif tersebut. Dalam konteks manajemen portofolio, fungsi utilitas menunjukkan preferensi seorang investor terhadap berbagai pilihan investasi dengan masing-masing risiko dan tingkat return yang diharapkan (expected return). Fungsi utilitas bisa digambarkan dalam bentuk kurva indiferen Keterangan - Garis horizontal menggambarkan resiko - Garis vertikal menggambarkan return yang diharapkan - Gambar di atas menunjukkan 3 kurva indiferen , dan . Setiap kurva indiferen menggambarkan kumpulan portofolio dengan return yang diharapkan dan resiko masing-masing. Misal kurva indiferen terdapat dua titik dan yang masing-masing menunjukkan kombinasi return yang diharapkan dan resiko tertentu. Titik mempunyai return yang diharapkan dan resiko lebih kecil dari titik - Kemiringan (slope) positif kurva indiferen menunjukkan investor selalu menginginkan return yang lebih besar sebagai kompensasi atas resiko yang lebih tinggi yang harus ditanggungnya. - Semakin jauh suatu kurva indiferens dari sumbu horizontal, semakin tinggi utilitasnya. Semakin tinggi utilitasnya berarti semakin tinggi return yang diharapkan pada setiap resikonya - Kurva indiferen mempunyai utilitas paling tinggi. C. Aset Beresiko dan Aset Bebas Resiko Aset beresiko adalah aset-aset yang tingkat return aktualnya di masa depan masih mengandung ketidakpastian. Contohnya saham. Misalnya investor hari ini membeli saham PT Gudang Garam dan akan memegangnya untuk jangka waktu 1 tahun yang akan datang. Pada waktu membeli saham tersebut, investor tidak tahu dengan pasti berapa return yang akan diperolehnya karena tergantung harga saham 1 tahun yang akan datang dan deviden yang akan dibagikan. Aset bebas resiko merupakan aset yang tingkat returnnya di masa depan sudah bisa dipastikan pada saat ini. Contoh obligasi jangka pendek yang diterbitkan pemerintah. Untuk kasus di Indonesia, Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jika investor membeli SBI jangka waktu 3 bulan dengan tingkat bunga 15% maka dipastikan dalam jangka waktu 3 bulan, investor akan memperoleh return sebesar 15%. II. Model Portofolio Markowitz Asumsi yang mendasari teori ini 1. eriode investasi tunggal misalnya 1 tahun 2. Tidak ada biaya transaksi 3. Preferensi investor hanya berdasar pada return yang diharapkan dan resiko A. Memilih Portofolio Optimal Dalam pendekatan Markowitz, pemilihan portofolio invetor didasarkan pada preferensinya terhadap return yang diharapkan dan resiko masing-masing portofolio. Telah disebutkan di atas dalam portofolio dikenal konsep portofolio yang efisien dan portofolio yang optimal. Portofolio yang efisien adalah portofolio yang menyediakan return maksimal dengan tingkat resiko tertentu bagi investor atau portofolio yang menawarkan resiko terendah dengan tingkat return tertentu. Portofolio optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada portofolio efisien. Pemilihannya didasarkan pada preferensi investor terhadap return yang diharapkan dan resikonya E D G C B H A Keterangan - Garis horizontal menggambarkan resiko - Garis vertikal menggambarkan return yang diharapkan - Bidang ABCDEGH menunjukkan kumpulan portofolio yang tersedia bagi investor. - Garis BCDE menunjukkan permukaan efisien (efficient frontier) yaitu kombinasi aset-aset yang membentuk portofolio yang efisien. - Garis BCDE merupakan pilihan-pilihan portofolio terbaik bagi investor dibanding dengan garis AGH karena menawarkan return yang lebih tinggi dengan resiko yang sama dengan garis AGH. Contoh portofolio pada titik B dibandingkan dengan portofolio pada titik A, maka akan terlihat bahawa portofolio B mempunyai return yang lebih tinggi dengan resiko yang hampir sama dengan portofolio A. Demikian juga titik C,D dan E yang terlihat lebih baik dibanding titik G dan H. - Salah satu portofolio yang dipilih investor dari garis BCDE disebut portofolio optimal . Pemilihan portofolio oleh investor didasarkan preferensi terhadap return yang diharapkan dan resiko yang ditunjukkan oleh kurva indeferen ( dan ) - Kurva indiferen investor bertemu dengan efficient frontier pada titik D artinya portofolio yang optimal bagi investor adalah portofolio D karena menawarkan return yang diharapkan dan resiko yang sesuai dengan preferensi investor. B. Memilih Kelas Aset yang Optimal Manajemen portofolio terdiri dari 3 aktivitas utama 1. Pembuatan keputusan alokasi aset 2. Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset 3. Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih. Kelas aset adalah pengelompokan aset-aset berdasarkan jenis-jenis aset seperti saham, obligasi, real estate dsb. Kelas Aset Jenis Aset I. Saham Biasa 1. Ekuitas Domestik a. Kapitalisasi Besar b. Kapitalisasi Kecil 2. Ekuitas International a. Pasar modal negara maju b. Pasar modal negara berkembang II. Obligasi 1. Obligasi Pemerintah 2. Obligasi Perusahaan a. Rating AAA b. Rating BAA c. Junk Bond 3. Obligasi dengan Jaminan 4. Obligasi International III. Instrumen Pasar Uang 1. Treasury Bills 2. Commercial Paper 3. Guaranteed Investment Contracts IV. Real Estate V. Modal Ventura Keputusan aloksi aset (asset allocation decision) yaitu keputusan yang menyangkut 1. Kelas aset apa yang dimasukkan dalam portofolio ? 2. Berapa persen dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset? Persentase dana yang diinvestasikan pada setiap kelas aset disebut bobot (Weighted, ). Berkisar antara 0% - 100%. Asset allocation decision tidak hanya meliputi penentuan aset di suatu negara saja, tapi bisa dilakukan pada beberapa negara. Meliputi 3 pertanyaan berikut 1. Berapa persen dana yang akan diinvesatsikan pada setiap negara? 2. Dalam setiap negara yang dipilih, berapa persen dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset? 3. Dalam setiap kelas aset, berapa persen dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing jenis aset? Manfaat apa yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset pada berbagai negara ? yaitu pengurangan resiko pada tingkat tertentu. Portofolio kelas aset yang optimal akan ditentukan oleh preferensi investor terhadap return yang diharapkan dan resiko. Jika ada portofolio kelas aset yang sesuai dengan preferensi tersebut maka disebut portofolio optimal. III. Investor Bisa Menginvestasikan dan Meminjam Dana Bebas Resiko. Pada pembahasan diatas hanya dibatasi pada portofolio yang terdiri dari aset beresiko. Padahal kenyataannya, investor bebas memilih portofolio yang terdiri dari aset bebas resiko. B C M L A X Keterangan - Titik menunjukkan kombinasi return dan resiko aset yang bebas resiko. Letaknya tepat pada garis vertikal menunjukkkan risiko aset tersebut = 0 A. Mengivestasikan Dana Bebas Resiko Dengan dimasukkan dalam model portofolio Markowitz maka efficient frontier akan berubah menjadi bentuk garis lurus yang menghubungkan dengan titik portofolio optimal yamg dipilih investor. Contoh portofolio optimal yang dipilih investor berada pada titik L maka efficient frontier menjadi garis - L maka portofolio investor tersebut nantinya akan berada di sepanjang - L (misalnya titik X) = + (1 - ) = Expected return portofolio = Bobot dana yang diinvestasikan pada aset bebas resiko (1 - ) = Bobot dana yang diinvestasikan pada portofolio L Jika investor menginvestasikan 100% dananya pada aset bebas resiko maka hasilnya sama dengan . Sebaliknya menginvestasikan seluruh dananya pada aset beresiko maka hasilnya sama dengan . Semakin besar bobot dana yang diinvestasikan pada aset beresiko maka semakin besar return yang diharapkan. Contoh Portofolio L menawarkan expected return sebesar 20% dengan standar deviasi 10%. Sedang aset bebas resiko expected return sebesar 5%. Investor menginvestasikan 40% dananya pada aset bebas resiko dan 60% pada portofolio L maka = 40%(5%) + 60%(20%) = 14% = 60%(10%) = 6% Di samping menghubungkan dengan titik L, juga bisa dihubungkan dengan titik-titik berada di atas L misalnya M dan ini akan berakhir pada titik N. Kumpulan portofolio yang terbentuk di sepanjang garis - N lebih baik dibanding titik-titik portofolio dibawahnya. Dengan demikian semua investor tentunya akan berinvestasi pada pilihan portofolio yang ada di sepanjang garis - N. Jika portofolio investor mendekati titik maka sebagian besar dananya diinvestasikan pada aset bebas resiko seperti Treasury Bills di Amerika/ SBI di Indonesia. B. Investor Bisa Meminjam Dana Bebas Resiko Jika model Markowitz diperluas dengan menambah asumsi investor bisa meminjam dana untuk meningkatkan kemampuannya berinvestasi maka akan ditemukan efficient frontier yang baru. K N B L Keterangan - Tambahan dana yang berasal dari pinjaman bisa memperluas posisi portofolio di atas titik sehingga membentuk garis lurus - N - K Jika investor bisa meminjam dana sebesar dana yang dimilikinya sehingga dana yang dimiliki investor 200% maka = + (1 - ) = -1 () + 2 () Contoh Expected return portofolio K = 25% dengan standar deviasi = 15% . Suku bunga bebas resiko = 5% = -1 () + 2 () = -1 (5%) + 2 (25%) = 45% = 2 (15%) = 30% IV. Memilih Portofolio Berdasarkan Preferensi Investor Dalam memilih portofolio, investor akan berdasar pada preferensi terhadap return yang diharapkan dan resiko yang bersedia ditanggung. Artinya akan memilih titik portofolio yang terletak pada efficient frontier. Semakin konservatif investor bila dikaitkan dengan gambar di atas maka pilihan portofolionnya akan mendekati . Semakin agresif investor maka pilihan portofolionya akan mendekati aset beresiko atau semakin mendekati titik K. Pilihanan portofolio juga tergantung dari preferensi investor yang diwakili kurva utilitas maka pilihannya akan berada dititik persinggungan antara atau dengan efficient frontier garis - K Soal Latihan 1. Manakah dari portofolio di bawah ini yang tidak termasuk efficient frontier? a. Portofolio W : expected return 10% dan standar deviasi 40% b. Portofolio X : expected return 7% dan standar deviasi 32,5% c. Portofolio Y : expected return 15% dan standar deviasi 45% d. Portofolio Z : expected return 13% dan standar deviasi 35% 2. Seorang investor mempertimbangkan untuk berinvestasi di efficient frontier yang mengandung dua kutub pilihan antara aset bebas resiko dan aset beresiko(portofolio ABC). Misalnya diketahui expected return atas portofolio ABC sebesar 17,5% dengan standar deviasi 8%. Aset bebas resiko menawarkan expected return 4,5%. Hitunglah expected return dan standar deviasi portofolio berdasar beberapa skenario investasi berikut: a. 100% porsi dana pada aset bebas resiko b. 50% porsi dana pada aset bebas resiko; 50% pada aset beresiko c. 100% porsi dana pada aset beresiko d. 35% porsi dana pada aset bebas resiko; 65% pada aset beresiko 3. Diasumsikan bahwa investor bisa meminjam dana bebas resiko, sehingga seorang investor A bisa memperoleh pinjaman 2 kali lipat dari dana awal yang dimilikinya. Jika misalnya investor A tersebut berencana untuk menginvestasikan dananya pada kombinasi aset yang terdiri dari portofolio FGH (expeceted return 35% dan standar deviasi 10%) serta aset bebas resiko (expected return 7,5%). Hitunglah besarnya expected return serta standar deviasi portofolio yang terbentuk dari kombinasi tersebut. Manajemen Investasi By Nadia Asandimitra, SE, MM Portofolio13