| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Bahan Ajar Mata Kuliah Etika Administrasi Negara

Silabus GBRP-Etika Administrasi Negara (76.5 KB)
KURIKULUM Tanggal Revisi : Kode Dokumen : GBRP-67524303 GARIS-GARIS BESAR RENCANA PERKULIAHAN Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial Program Studi : S-1 Ilmu Administrasi Negara Mata Kuliah/SKS : Etika Administrasi Negara / 3 SKS Kode Mata Kuliah : 67524303 Prasyarat : Deskripsi Mata Kuliah : Buku Wajib : Pertemuan Ke Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Kompetensi Rujukan Minggu ke Kompetensi Dasar Indikator Hasil Belajar Materi Esensial (konsep/teori/kasus) Pengalaman Belajar (aktivitas dosen dan Mhs dalam PBM) Aktivitas (TM/P/T/U) Dosen Mahasiswa 1. Mahasiswa memahami tujuan dan perkembangan etika Administrasi Negara Mahasiswa dapat : 1. menjelaskan ruang lingkup etika Administrasi Negara 2. menjelaskan dua pengertian etika Administrasi Negara 3. menguraikan sekurang-kurangnya 2 alasan perlunya etika Administrasi Negara Pengantar Ruang Lingkup Etika Administrasi Negara Perkembangan 1. menjelaskan garis besar dan tujuan mata kuliah Etika Administrasi Negara sedemikian rupa sehingga standar kompetensi tercapai 2. menjelaskan ruang lingkup dan perlunya etika Administrasi Negara 3. mengadakan tanya jawab 1. mengikuti kuliah 2. berperan serta dalam tanya jawab 2-3 Mahasiswa meminati peermasalahan etika sebagai kaidah moral berperilaku Mahasiswa dapat : 1. mendefinisikan etika 2. menjelaskan arti penilaian moral 3. menjelaskan pentingnya pertimbangan moral dalam berperilaku 4. menjelaskan perbedaan etika dan moralitas 5. menguraikan perlunya etika 6. menjelaskan perbedaan antara pendekatan etika dan pendekatan ilmu social Etika Umum Nilai Moral Pertimbangan Moral Etika dan pendekatan ilmu sosial 1. memberi uraian etika umum 2. mengadakan tanya jawab 3. menugaskan mahasiswa untuk berdiskusi dengan singkat materi atika umum 1. mengikuti kuliah 2. berperan serta dalam tanya jawab 3. dapat mengadakan diskusi untuk materi etika umum 4-5 Mahasiswa memahami nilai keadilan sebagai landasan etika Mahasiswa dapat: 1. menyebutkan sedikitnya 4
SAP-Etika Administrasi Negara (211.5 KB)
KURIKULUM Tanggal Revisi : Kode Dokumen : SAP-67524303 SATUAN ACARA PERKULIAHAN Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial Program Studi : S-1 Ilmu Administrasi Negara Mata Kuliah/ SKS : Etika Administrasi Negara / 3 SKS Kode Mata Kuliah : 67524303 Pertemuan Ke : 1 Alokasi Waktu : Standar Kompetensi : Mahasiswa memahami tujuan dan perkembangan etika administrasi negara. Kompetensi Dasar : Ruang lingkup etika administrasi Negara, pengertian etika administrasi Negara, perlunya etika administrasi negara Indikator Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup Etika Administrasi Negara, pengertian etika administrasi Negara dan fungsi etika administrasi negara I. Tujuan Pembelajaran : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan ruang lingkup etika administrasi Negara 2. Mahasiswa dapat mendeskripsikan pengertian etika administrasi Negara 3. Mahasiswa dapat mendeskripsikan perlunya etika administrasi negara II. Materi Pembelajaran : Pengantar ruang lingkup etika aministrasi negara 1. Garis-garis besar dan tujuan mata kuliah Etika Administrasi Negara 2. Ruang lingkup Etika Administrasi Negara 3. Fungsi Etika asdministrasi Negara III. Metode Pembelajaran : Pembelajaran langsung IV. Langkah-Langkah Pembelajaran : A. Kegiatan Awal : Memotivasi mahasiswa dengan menyampaikan perkembangan etika administrasi negara B. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan Garis-garis besar dan tujuan mata kuliah Etika Administrasi Negara 2. Menjelaskan ruang lingkup Etika Administrasi Negara 3. Meneksplorasi pemahaman mahasiswa tentang perlunya etika administrasi negara C. Kegiatan Akhir : Mengulangi materi yang telah dije;askan dan memberi tugas baca untuk materi selanjutnya serta memberi kesempatan bertanya kepada mahasiswa V. Alat/Bahan/Sumber : Transparansi, OHP dan Hand-out 1. Kumorotomo, Wahyudi, Etika Administrasi
etikaPresent (290.5 KB)
Mengapa Etika Perlu ? Etika perlu terutama untuk orientasi salah satu kebutuhan manusia yang fundamental adalah ORIENTASI sebelum kita dapat melaksanakan sesuatu kita harus melakukan orientasi dulu, sehingga kita tahu dimana kita berada, hendak ke arah mana kita harus bergerak untuk mencapai tujuan kita keberadaan etika dapat dipandang sebagai sarana orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan fundamental Bagaimana saya harus hidup dan bertindak ??? Tidak adakah orang lain yang bisa memberitahu kepada kita bagaimana kita harus hidup dan bagaimana kita harus bertindak?? orang tua, guru, pemimpin adat, tetua, agama, tradisi benarkah yang mereka katakan ? bagaimana kalau masing-masing dari mereka memberikan nasehat yang berbeda? siapa yang harus diikuti? Pada situasi ini, etika membantu kita untuk berorientasi, supaya kita tidak hanya ikut-ikutan terhadap berbagai pihak yang menasehati kita tentang hidup agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita bersikap begini dan bukan yang lain Dengan kata lain etika akan membantu agar kita lebih bertanggung jawab terhadap hidup dan kehidupan maka etika bisa dibedakan dengan ajaran moral Ajaran moral dimaksudkan sebagai : ajaran-ajaran, wejangan-wejangan, nasehat-nasehat, khotbah-khotbah, patokan-patokan tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak untuk menjadi manusia baik sumber langsung ajaran moral orang tua atau yang dituakan, guru, kyai, pendeta, pemuka agama, tokoh adat. Sumber dasarnya Tradisi adat
KOdrat, Hakikat & Watak Manusia (100 KB)
KODRAT, HAKIKAT & WATAK MANUSIA KODRAT MANUSIA * Orang mengharapkan keadaan menjadi lebih baik * Orang menyatakan tidak mampu mengubah kodrat. Kodrat telah dinyatakan sebagai jalanan dari segala kekurangan, kegagalan dan dosa. Bahkan sekali waktu telah menjadi dasar pembenaran dan perbudakan dan perang tanding. Jika tidak dipandang mengubah kodrat manusia, adalah sia-sia untuk mencoba membuat moral manusia lebih maju (Widodo, DS) Ada 3 pandangan tentang Kodrat Manusia (A.W. Widjaya) * Manusia itu Buruk : a.) Pandangan teologis dikaitkan dengan dosa asalnya, b.) pandangan ekonomis dikaitkan dengan kekejamannya, c.) pandangan biologis dikaitkan dengan faktor keturunannya * Manusia itu Baik : Ketika mereka mengenal kemajuan, mengakibatkan korupsi & kejahatan. * Manusia itu Baik dan Buruk : Manusia terlahir dengan potensi untuk berbuat baik dan Buruk, melalui proses pendewasaan, pembelajaran dan interaksi sosial. HAKIKAT MANUSIA * Konsepsi bahwa manusia itu hakekatnya buruk saja atau baik saja tak dapat diterima. * Manusia buruk dapat menjadi baik dan manusia baik dapat menjadi buruk. * Konsekuensinya hakikat manusia itu dapat dirubah. * Kita hidup dimana peradaban modern berdampingan dengan peradaban yang masih rendah perkembangannya. Artinya perilaku manusia (watak) akan dapat dibedakan. WATAK MANUSIA * Manusia pada tingkat fisis organis, dimana perilaku manusia ditentukan oleh kebutuhan fisis dan biologis * Pada tingkat fungsi sosial, dimana orang menyesuaikan diri dengan hubungan-hubungan dalam
LEGITIMASI NEGARA (92 KB)
LEGITIMASI NEGARA * Legitimasi (Latin) : Lex Hukum / Kewenangan * Sistem Monarkhi (legitimasi kekuasaan bersifat religi) : Masy. Tunduk pd kekuasaan raja2 krn mereka memegang amanah dari Tuhan / keturunan langsung dari Tuhan. * Legitimasi Sosiologis : Kewenangan kekuasaan seharusnya ditentukan secara rasional untuk kepentingan bersama. Konsep ini mendasarkan diri pada masy. Menyerahkan hak kpd org yg terpilih untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan tertentu. Beberapa konsep Kekuasaan Negara : Plato : Pengaruh dari ajaran Socrates bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yg baik, Negara dibangun yg didalamnya semua org tertarik pd kebajikan. Intinya model distribusi kekuasaan antara penguasa & yg dikuasai. Thomas Aquinas : Masalah keadilan diterjemahkan dlm 2 bentuk, pertama keadilan yg timbul dari transaksi2seperti pembelian penjualan yg sesuai dg azas2 distribusi pasar, kedua keadilan tercipta bila penguasa memberikan kpd setiap org apa yg menjadi haknya berdasarkan pangkat (pemeringkatan). Aquinas, membedakan hukum dlm 3 jenis : 1). Hukum Abadi, kebenaran dari hukum krn berasal dari Ilahi; 2).Hukum Kodrat, manusia hidup sesuai dg kodrat Sang Khalik (Bermoral); 3).Hukum Buatan Manusia, hukum ini dimaksudkan untuk mengatur tatanan sosial sesuai dg