| www.unesa.ac.id | pdpt.unesa.ac.id

KAMPUS KETINTANG
Jl. Ketintang, Surabaya 60231

KAMPUS LIDAH WETAN
Jl. Lidah Wetan, Surabaya
info@unesa.ac.id

Bahan Ajar Mata Kuliah Bimbingan di SD

Silabus GBRP-Bimbingan di SD (76.5 KB)
KURIKULUM Tanggal Revisi : Kode Dokumen : GBRP-01524218 GARIS-GARIS BESAR RENCANA PERKULIAHAN Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi : S-1 Bimbingan Dan Konseling Mata Kuliah/SKS : Bimbingan di SD / 2 SKS Kode Mata Kuliah : 01524218 Prasyarat : Deskripsi Mata Kuliah : Buku Wajib : Erman, Amti, 1992. Bimbingan Konseling , Jakarta: Depdikbud. Nursalim, Moch dan Suradi. Layanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: University Press. Prayitno, dkk, 1994, Dasar-dasar Bimbingan Konseling, Jakarta: Depdikbud. Kartadinata, Sunaryo, 1990. Bimbingan di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti, PGSD. Pertemuan Ke Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Kompetensi Rujukan 1-2 Memahami konsep dasar bimbingan konseling di SD konsep dasar bimbingan konseling di SD Mengkaji dan mendiskusikan materi, menyelesaikan tugas kuliah yang diberikan Mampu menjelaskan konsep dasar bimbingan konseling di SD Kartadinata (1990), Prayitno (1994) 3 Memahami tentang kebutuhan dan syarat syarat pokok layanan BK di SD Kebutuhan dan syarat syarat pokok layanan BK di SD Mengkaji dan mendiskusikan materi, menyelesaikan tugas kuliah yang diberikan Dapat mengemukakan kebutuhan dan syarat pokok layanan BK di SD Kartadinata (1990) Amti(1992) 4-5 Memiliki kemampuan memahami individu (siswa SD) dengan teknik tes dan non tes Memahami individu (siswa SD) dengan teknik tes dan non tes Mengkaji dan mendiskusikan materi, menyelesaikan tugas kuliah yang diberikan Dapat memahami individu (siswa SD) dengan teknik tes dan non tes Kartadinata (1990), Prayitno (1994) 6-7 Memahami bidang, jenis, dan layanan dan kegiatan pendukung BK di SD Bidang, jenis, dan layanan dan
BAB 1 (23.74 KB)
BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Pendidikan di Sekolah Dasar Tujuan pendidikan sekolah dasar berlandaskan dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang: beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaaan. Dalam kerangka tujuan pendidikan nasional tersebut, tujuan umum pendidikan sekolah dasar, ialah memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk : 1) Mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta 2) Mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. B. Tugas-Tugas Perkembangan Siswa di Sekolah Dasar Peserta didik di sekolah dasar (selanjutnya disebut siswa), adalah mereka yang berusia sekitar 6-13 tahun, yang sedang menjalani tahap perkembangan masa anak-anak dan memasuki masa remaja awal. Tugas-tugas perkembangan yang hendak dicapai oleh siswa sekolah dasar menurut Depdikbud (1995)
BAB 2 (20.84 KB)
BAB II LANDASAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DI SEKOLAH DASAR Bimbingan dan konseling dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Dilihat dari sejarahnya, bimbingan dan konseling mulai dilaksanakan secara resmi dalam sistem pendidikan di Indonesia sejak diberlakukannya Kurikulum 1975. Di dalam Kurikulum 1975 tersebut bimbingan ditempatkan sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang secara khusus menangani bidang pembinaan pribadi peserta didik. Secara keseluruhan, sistem pendidikan tersebut meliputi bidang adminsitrasi dan supervisi, bidang pembelajaran, dan bidang pembinaan pribadi peserta didik. Dapat dikatakan, bimbingan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Ketiga komponen pendidikan tersebut secara bersama-sama bekerja untuk mendorong terjadinya perkembangan yang optimal bagi setiap peserta didik. Kurikulum 1975 menjadi tonggak sejarah bagi dilaksanakannya bimbingan di sekolah, mulai dari dari jenjang TK/SD sampai SMA/SMK (Munandir, 1996). Dalam perkembangan selanjutnya, pelaksanaan bimbingan di sekolah dasar di atur melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 28 tahun 1990 yang menegaskan bahwa bimbingan dan konseling di Pendidikan Dasar dilaksanakan oleh pembimbing. Lebih lanjut pada PP No. 28 tahun 1990 Bab X pasal 25 ayat (1) menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam
BAB 4 (33.63 KB)
BAB IV PERMASALAHAN PERKEMBANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Meskipun anak usia sekolah dasar pada umumnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tetapi beberapa di antaranya mengalami hambatan dan hambatan ini seringkali menyebabkan terjadinya berbagai masalah atau kesulitan. Beberapa permasalahan umum yang mungkin dialami oleh anak-anak usia sekolah dasar, antara lain adalah gangguan fisik, kekurangan nutrisi, gangguan makan, gangguan kepribadian, gangguan pembuangan, luka tubuh, ketakutan, kecemasan, kekerasan seksual, gangguan tidur, gangguan sosial, depresi, dan berbagai bentuk gangguan perilaku (Berk, 1996; Nelson & Israeli, 1984). Berbagai permasalahan perkembangan tersebut, menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, lebih banyak ditemukan pada siswa-siswa dari kalangan sosial ekonomi menengah ke bawah. Gejala ini barangkali beralasan karena orang tua (keluarga) dengan kesulitan ekonomi (finansial) cenderung kurang memperhatikan masalah nutrisi dan kesehatan. Banyak anak dari keluarga tidak mampu sering kekurangan nutrisi dan kurang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Kondisi seperti itu juga banyak ditemukan pada beberapa keluarga di Indonesia. Berikut adalah deskripsi singkat dari berbagai gangguan atau masalah tersebut. A. Gangguan Fisik Bentuk gangguan fisik yang banyak ditemukan pada siswa sekolah dasar adalah gangguan penglihatan, pendengaran, dan luka tubuh. Gangguan penglihatan, sering disebut myopia, adalah kesulitan untuk melihat dengan jelas obyek-obyek dekat (nearsightedness). Di USA gangguan
BAB 6 (49.5 KB)
BAB VI KOMUNIKASI TERAPIUTIK Pendahuluan Kehidupan seorang siswa di sekolah sangat kompleks. Ia harus menghadapi tugas-tugas akademik serta tugas-tugas lain. Tugas-tugas tersebut tidak selalu dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna sehingga memunculkan masalah. Ketika mendapatkan masalah siswa membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan keluh kesahnya, mampu memberinya semangat, meyakinkan dirinya bahwa dia mampu menyelesaikan masalahnya serta membantunya menyelesaikan masalah tersebut. Selain keluarga di rumah, seseorang yang diharapkan untuk membantunya menyelesaikan masalahnya adalah guru dan wali kelas. Bentuk bantuan yang dapat dipakai untuk membantu siswa yang bermasalah salah satunya melalui komunikasi terapiutik. A. Komunikasi Manusia selalu berkomunikasi satu dengan lainnya, karena sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi antara satu dengan lainnya. Individu menghabiskan 70 persen waktunya untuk berkomunikasi, baik melalui tulisan maupun melalui percakapan. Dapat disimpulkan bahwa kedekatan antara satu orang dengan yang lainnya di dalam aktivitas apapun bergantung pada komunikasi yang terjadi diantara keduanya. Komunikasi adalah proses penerimaan dan penyampaian pesan dan pemahaman pada waktu yang sama tanpa ada awal dan akhir. Semua komunikasi melibatkan pengiriman simbol dengan makna tertentu. Simbol ini dapat berupa simbol verbal dan non verbal. Ketepatan penyampaian simbol-simbol dalam komunikasi tergantung pada seberapa jauh ketepatan penerima dalam menafsirkan informasi yang diberikan pengirim pesan. Dengan
BAB 8 (41.99 KB)
BAB VIII PENGEMBANGAN PROGRAM DAN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi, dengan substansi program pelayanan mencakup: 1) empat bidang, 2) jenis layanan dan kegiatan pendukung, 3) format kegiatan, sasaran pelayanan 4) , dan 5) volume/beban tugas konselor. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/madrasah. Dilihat dari jenisnya, program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program, yaitu: 1. Program Tahunan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. 2. Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. 3. Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. 4. Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. 5. Program
DAFTAR ISI (20.23 KB)
DAFTAR ISI Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iv Bab I Pendahuluan 1 A. Tujuan Pendidikan di Sekolah Dasar 1 B. Tugas Perkembangan Siswa di Sekolah Dasar 4 C. Standar Kompetensi Kemandirian (SKK) Siswa di Sekolah Dasar 5 7 Bab II Landasan Pelaksanaan Bimbingan di Sekolah Dasar 1 7 Bab III Hakekat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar 9 A. Pendahuluan 9 B. Pengertian Bimbingan dan Konseling 14 C. Tujuan Bimbingan dan Konseling 15 D. Fungsi Bimbingan dan Konseling 15 E. Prinsip Bimbingan dan Konseling 15 F. Asas Bimbingan dan Konseling 15 G. Peran Dan Fungsi Konselor, Guru, Dan Kepala Sekolah Dalam Pengelolaan Bimbingan Dan Konseling di SD 15 Bab IV Permasalahan Perkembangan pada Siswa Sekolah Dasar 1 A. Gangguan Fisik 1 B. Gangguan Makan 4 C. Gangguan Tidur 5 D. Gangguan Kepribadian dan Perilaku 5 7 Bab V Teknik Memahami Perkembangan Siswa 1 A. Latar Belakang 1 B. Teknik Mamahami Individu 4 7 Bab VI Komunikasi Terapiutik 1 A. Latar Belakang 1 B. Komunikasi 4 C. Komunikasi Terapiutik 5 D. Pembentukan Komunikasi Terapiutik 5 7 Bab VII Bimbingan Belajar di Sekolah Dasar 1 A. Masalah Belajar pada Siswa Sekolah Dasar 1 B. Cara Mengidentifikasi Siswa yang Mengalami Masalah Belajar 4 C. Faktor Penyebab Masalah Belajar di Sekolah Dasar 5 D. Upaya Membantu Siswa Mengatasi Masalah Belajar 5 E. Pengertian Bimbingan Belajar di Sekolah Dasar 5 F. Pelaksanaan Bimbingan Belajar di Sekolah Dasar 5 7 Bab VIII Pengembangan Program dan Evaluasi Program BK di SD 1 A. Mengidentifikasi Kebutuhan (Needs Asessment) 1 B. Pengembangan Progran Bimbingan
Daftar Pustaka (15.83 KB)
Daftar Pustaka ABKIN. 2005. Standar Kompetensi Konselor Indonesia. Bandung: PB ABKIN Ahman, 1998. Bimbingan Perkembangan: Model Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar (Studi ke arah Penemuan Model Bimbingan pada Beberapa Sekolah Dasar di Jawa Barat) Disertasi Pasca Sarjana IKIP Bandung; Tidak Diterbitkan. Arroba, T. & James, K. 1992. Pressure at Work-Survival Guide for Managers. London: Mc.Graw-Hill Book Company. Atok,G dan Erman A., 1984, Diagnostik Kedulitan belajar dan Usaha mengatasi dalam Bimbingan dan Konseling, Jakarta, Depdikbud Dirjen Dikti PPLPTK. Beck, A.T., Freeman, A., & Associates. 1993. Cognitive Therapy of personality Disorder. New York: Guilford Beck, A.T. 1995. Cognitive Therapy: Basic and Beyond. New York: Guilford Blocher. 1986. The Professional Counselor. Mc. Millan Graw Hill : New York Borders, L. Di Anne & Drury, Sandra M. 1992. "Comprehensive School Counseling Programs: A Review for Policymakers and Practitioners". Journal of Counseling and Development 70, 487-495. Burley & Allen, M. 1983. Managing Asertively- How to Improve People Skills. New: York: John Willey & Sons, Inc. Burnard, P.. 1992. Effective Communication Skill for Health Proffesionals London: Chapman & Hall. Corey, G. 2005. Theory and Practice of Counseling & Psychotherapy. Belmount, CA: Brook/Cole - Thompson Learning. Depdikbud, 1984, Program
Kata Pengantar (16.39 KB)
Kata Pengantar Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmad dan bimbingan-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan buku ini. Dalam menjalankan tugas-tugas perkembangannya, anak sering menemui hambatan-hambatan dan permasalahan-permasalahan sehingga mereka banyak bergantung kepada kepada orang lain terutama orang tua dan guru. Oleh karena itu, anak usia SD memerlukan perhatian khusus dari para guru, penyelenggaraan pengajaran, pelatihan, dan bimbingan diharapkan dapat menunjang pencapaian tujuan tugas-tugas perkembangannya itu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan pendidikan SD. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli bimbingan dan konseling terhadap siswa sekolah dasar yang menyatakan bahwa siswa sekolah dasar tidak lekang dari permasalahan-permasalahan (Pribadi, 1995). Di samping itu, adanya PP No. 28 tahun 1990 Bab X pasal 25 ayat (1) yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Berdasarkan pedoman pelayanan bimbingan dan konseling di SD tahun 1995, layanan bimbingan bertujuan agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, pelajar kreatif
Matrik program BK (17.31 KB)
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH DASAR No Jenis Kegiatan Sasaran Pelaksanaan Keterangan 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Penyusunan Program BK 2 Aplikasi Instrumentasi 3 Himpunan Data 4 Layanan Oreantasi a. Oreantasi pada awal tahun b. Pemberian Informasi bagi Orang tua siswa 5 Layanan Informasi a.- pengaturan jadwal kegiatan belajar b. mencatat secara baik materi pelajaran c. mempersiapkan diri mengikuti pelajaran d. syarat-syarat naik kelas dan akibatnya e. penyiapan diri mengikuti ulangan/ ujian f. membaca buku secara efektif dan efesien 6. Layanan Penempatan dan Penyaluran a. Kelompok Belajar b. Ekstrakurikuler 7. Bimbingan Belajar a. Diagnostik dan Pengajaran Remidial b. Pengayaan 8. Konseling Individual sesuai kebutuhan 9. Konseling Kelompok sesuai kebutuhan 10. Kerjasama dengan Orang tua/ Masyarakat sesuai kebutuhan 11. Kunjungan Rumah/ Home visit sesuai kebutuhan 12. Alih Tangan Kasus 13. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan 14. Analisis dan Tindak lanjut
Riwayat Hidup Penulis (168.39 KB)
Riwayat Hidup Penulis Mochamad Nursalim, Lahir di Sumberejo, Rengel, Tuban, 3 Mei 1968 anak kelima dari Maskub Ibrahim dan Siti. Riwayat Pendidikannya di mulai dari SDN I Sumberejo, SMPN 1 Rengel, SPGN Tuban, S1 BK Unesa dan S2 Psikologi UGM. Menikah dengan Wiwik Widayanti (1997) dan dikaruniai 2 putri yaitu Sherrin Nurlita Widya dan Salma Mayang Widya. Penulis merupakan tenaga pengajar di Prodi BK Unesa sejak 1994, saat ini berpangkat Pembina TK I/IV c dengan jabatan akademik Lektor kepala. Selain mengajar di Unesa, penulis pernah mengajar di Unipa Surabaya (2000), ITS (2006-2007), Stikes Dr. Sutomo (2008-2010). Penulis pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan PPB FIP Unesa dua periode tahun 2004-2008 dan 2008-2012. Penulis memperoleh penghargaan Nominasi Dosen Berprestasi (2007) dan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun (2008) Berbagai pelatihan dan seminar lokal, nasional dan internasional telah diikuti penulis, baik sebagai pembicara maupun peserta. Penulis telah menghasilkan ratusan tulisan baik dalam bentuk makalah, laporan penelitian, laporan PKM, artikel di jurnal ilmiah terakreditasi dan dalam bentuk buku. Buku yang telah dihasilkan penulis yaitu Pengantar Bimbingan dan Konseling (2003), Layanan Bimbingan dan Konseling (2003), Analisis Masalah dalam Konseling (2004), Strategi Konseling (2004), Ketrampilan Konseling (2005), Psikologi Pendidikan (2008), Konseling Kelompok (2008) Media Bimbingan dan Konseling
bAB 7 (120.5 KB)
BAB VII BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Peranan sekolah dasar pada pokoknya berada dalam bidang intelektual dan meletakkan faktor-faktor sikap dan psikomotor sebagai dasar dan tujuan pengembangan intelektual atau kegiatan belajar. Peran demikian berarti sekolah dasar menyiapkan pengalaman belajar agar kemampuan intelektual anak dapat berkembang optimal, yang ditunjang oleh sikap dan psikomotor dalam prosesnya dan menghasilkan kecakapan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Oleh karena bimbingan harus menunjang proses belajar mengajar, maka logis tujuan bimbingan di sekolah dasar adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar secara optimal dan mengadakan penyesuaian terhadap kehidupan sekolah. Secara terperinci tujuan bimbingan di sekolah dasar menurut Mapiare (1984:283) adalah sebagai berikut;(1) menguasai belajar tuntutan kurikuler,(2) membuat pilihan dan menentukan bahan belajar yang cocok,(3) memiliki sikap-pandangan belajar yang mendukung ,(4) mengadakan penyesuaian hidup berkelompok yang menunjang belajar dan (7) memecahkan masalah-masalah belajar yang dihadapinya.
bab 3 (65.86 KB)
BAB III HAKEKAT BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Pendidikan (pedagosis) diartikan sebagai suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan. Dewasa berarti bisa hidup mandiri terlepas dari ketergantungan pada orang lain. Proses pendidikan dapat dilaksanakan secara formal, informal dan non formal. Untuk mencapai kedewasaan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu anak akan banyak membutuhkan bantuan orang dewasa. Dalam proses menjadi dewasa itu ia berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik (alam) maupun lingkungan sosiokultural. Berinteraksi berarti dituntut menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam berinteraksi dengan lingkungan sosiokultural ia mendapat pengaruh sosikultural yang bermanfaat bagi tercapainya perkembangan individu secara optimal. Sekolah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mendewasakan anak dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berguna. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa dalam dunia pendidikan telah mengalami perubahan-perubahan, seperti; perubahan sistem pendidikan, kurikulum, metode mengajar, perluasan pendidikan dan sebagainya, yang kesemuanya itu akan menimbulkan berbagai masalah khususnya bagi siswa serta pihak yang berkecimpung dalam pendidikan. Kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya telah mendorong terjadinya globalisasi.
bab 5 (58.42 KB)
BAB V TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN SISWA Pendahuluan Keberhasilan proses pembelajaran di sekolah antara lain ditentukan oleh ketepatan pemahaman guru terhadap perkambangan siswa. Pemahaman terhadap perkembangan siswa tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi dan proses pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan perilaku-perilaku yang baru. Perkembangan siswa sekolah dasar meliputi aspek fisik, kecerdasan, emosi, sosial dan kepribadian. Kenyataan menunjukkan bahwa pada setiap siswa memiliki karakteristik kepribadian dan perilaku yang relatif berbeda dengan siswa lainnya. Keragaman perilaku ini mengandung implikasi akan perlunya data dan pemahaman yang memadai terhadap setiap siswa. Untuk itu guru di sekolah dasar perlu memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang jenis-jenis data yang perlu dikumpulkan, sumber untuk memperoleh data tersebut, cara dan prosedur mendapatkan data, serta penggunaannya. Pada dasarnya teknik pengenalan dan pemahaman individu itu digolongkan menjadi dua yaitu: teknik tes dan teknik non tes. A. Teknik Tes Teknik tes merupakan usaha pemahaman siswa dengan menggunakan alat-alat yang bersifat mengukur atau mentes. Teknik tes ini meliputi tes prestasi belajar, tes kecerdasan, tes bakat, tes minat dan tes kepribadian. 1. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan dapat diartikan sebagai kemampuan berfikir yang bersifat abstrak. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan umum individu untuk berperilaku yang jelas
cover BK di SD (122.67 KB)
BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Oleh: Drs. Mochamad Nursalim, M. Si. Drs. Eko Darminto, M.Si